Inilah Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar Di Indonesia

Diposting pada
Pembangkit Tenaga Listrik Terbesar di Indonesia diresmikan Presiden RI (Foto Iskandar Zulkarnaen)

Sebagai negara kepulauan, Indonesia mempunyai hambatan tetapi juga potensi alam yang luar biasa, maka tidak heran aneka macam cara dilakukan untuk kemajuan Indonesia. Salah satu hambatan yang dihadapi dikala ini ialah problem listrik di tempat atau pulau terpencil. Karena tidak memungkinkan menciptakan anutan listrik dari satu pulau ke pulau lain. 

Tetapi dengan SDM (Sumber Daya Manusia) dan SDA (Sumber Daya Alam) yang dimiliki oleh Indonesia maka aneka macam cara dilakukan untuk menyalurkan listrik ke daerah-daerah salah satu caranya ialah dengan memanfaatkan tenaga surya atau matahari yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. 

Hari ini  Minggu (27 Desember 2019) Presiden Indonesia Joko Widodo meresmikan Independent Power Producer Pembangkit Listrik Tenaga Surya (IPP PLTS) sebesar 5 MWp, di Desa Oelpuah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur. 
PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) berkapasitas 5 MWp ini dibangun oleh PT LEN Industri (Persero) yang bertindak sebagai IPP. PLTS ini merupakan PPLTS terbesar yang pernah dibangun di Indonesia, ini berdasarkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said dalam sambutannya. 
Walaupun hanya 5 MWp, tetapi bagi tempat Kupang ini merupakan perhiasan yang cukup signifikan, mengingat daya efektif listrik di Kupang ialah 68 MW, yang bahwasanya sudah memasuki situasi krisis alasannya ialah reserve margin-nya sangat minimal. 
Selain itu, dikala ini juga masih terdapat antrian yang pemasangan listrik sampai 64 MW. Kawasan industri terpadu Kupang juga bahwasanya sudah siap. Hanya saja terkendala pasokan listrik.Untuk itu, PLN dan Pemda Kupang berencana untuk membuatkan PLTS seluas 7 hektar ini. 
PLTS dengan total investasi US$ 11,2 juta ini diperlukan juga sanggup menjadi milestone bagi pembangunan energi gres dan terbarukan yang merupakan kesepakatan pemerintah. Sistem PLTS Grid-Connected yang dipakai pada PLTS ini memungkinkan pembangkit tenaga surya ini bekerja secara paralel dan terhubung pribadi dengan jaringan listrik utama sehingga tidak memakai sistem baterai alasannya ialah listrik yang dihasilkan pribadi dialirkan ke jaringan listrik eksisting pada siang hari. 
Sistem ini terdiri dari rangkaian panel modul surya, sistem inverter, sistem perlindungan elektrik, dan perangkat interkoneksi jaringan. Sistem PLTS Grid-Connected ini sudah dibangun di dua lokasi yaitu Bangli dan Karangasem, Bali dengan total daya masing-masing sebesar 1 MWp. 
Selama dua ahad ini telah dilakukan uji coba IPP PLTS Oelpuah, dan berhasil memasok listrik yang sebesar 4 MWp. Di animo hujan menyerupai kini ini, PLTS ini tetap bisa menyalurkan listrik sebesar 27% dari kapasitas normal. PLTS Kupang ini mulai dibangun pada Januari 2019. Secara kontrak seharusnya gres simpulan pada Juni 2019. 
Dengan demikian, pembangunan ini simpulan 6 bulan lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan. Setelah ini, rencananya akan ada pembangkit listrik kapal terapung kapasitas 60 mw yang akan diluncurkan di Kupang. Menurut rencana, sukses PLTS akan dilanjutkan ke tempat lain yang punya potensi tenaga surya sebesar Nusa Tenggara Timur.