Ikrar Pernikahan Bahasa Arab Arti Dan Penjelasannya

Diposting pada

Ikrar Akad Nikah Bahasa Arab Arti yang Tepat, Bacaan yang Benar, dan Penjelasannya yang lengkap

Setiap lelaki muslim yang akan menikah niscaya memikirkan hal ini: ikrar atau ijab kabul, atau juga disebut dengan komitmen nikah. Pasti pilihannya, pakai bahasa Arab atau bahasa Indonesia? Biasanya biar disangka keren pakai bahasa Arab, biar disangka pinter ngaji gitu…

Sebenarnya, sebuah prosesi pengikraran ijab kabul bukan persoalan bahasanya Arab ataukah bahasa Indonesia. Bisa juga ikrar  ijab kabul dilafalkan dalam bahasa lain, baik bahasa tempat atau pun bahasa apapun yang dimengerti. Tentu orang Inggris, yang muslim tentunya, juga sanggup ijab kabul dengan bahasa Inggris, orang India sanggup dan boleh ijab kabul dengan memakai bahasa Hindi atau bahasa Tamil, bergantung pada bahasa yang dikuasai. Misalnya, orang Kabupaten Banyuwangi

yang berbahasa Osing boleh ijab kabul berbahasa Osing, orang Tegal boleh ijab kabul memakai bahasa Jawa dialek Ngampak. Sekali lagi, asal paham maksudnya, dan konsekuensinya maka boleh. Sah jadi suami istri (dengan syarat dan rukun nikah yang sudah ditentukan sudah terpenuhi).

Jadi, bila ada yang ijab kabul memakai bahasa Arab tapi tidak paham maknanya, sanggup jadi itu tidak sah. Orang yang menjadi saksi ijab kabul yang jeli, tentu akan bertanya dulu kepada seorang lelaki yang mengikrarkan ijab kabul yang memakai bahasa Arab padahal ia orang Indonesia: Paham maknanya? Kalau benar-benar paham, ia akan menjawab: Sah. Kalau pengikrar ijab kabul bahasa Arab tidak paham, berarti akadnya batal alias tidak sah. Pernah suatu ketika, ada seorang kiai yang diminta menikahkan seseorang. Mempelai meminta komitmen berlangsung dalam bahasa Arab, tetapi kiai tersebut tidak eksklusif menyetujui, sang kiai bertanya dulu kepada mempelai pria: Mal Islamu?(ما الاسلام ) bila si laki-laki sanggup menjawab, dan mengerti maksudnya, maka memperlihatkan calon mempelai sanggup berbahasa Arab. Baru kemudian kiai tersebut mengakadkannya dalam memakai bahasa Arab. Namun, bila ditanya dalam bahasa Arab ibarat itu si laki-laki tidak sanggup menjawab, maka sang kiai akan dengan bijak berkata: ngangge boso Jawi mawon nggih, kulo ajrih (menggunakan bahasa Jawa saja ya. Saya takut (tidak sah)).
Karena ikrar ijab kabul itu harus dipahami. Seperti halnya komitmen jual beli. Jika sebuah transaksi jual beli diucapkan ikrarnya maka akan muncul kalimat ibarat ini. Pembeli mengatakan: saya beli beras sekilogram seharga 10.000 rupiah, ini uangnya. Penjual akan menjawab: iya, saya terima uangmu, barang ini menjadi milikmu. Atau setidaknya tidak perlu diucapkan secara detail.
Misalnya:
Pembeli           : “Beras sekilo berapa, Bang?”
Penjual            : “Sepuluh rebu, neng.”
Pembeli           : “Kasih dua kilo, Bang.”
Penjual            : (sambil memperlihatkan beras seberat dua kilo) “dua puluh rebu, neng.”
Pembeli           : (memberikan uang dua puluh ribu), “makasih ya.”
Penjual            : “Makasih juga. Besok beli lagi ya.”
Pada dasarnya pola percakapan di atas yaitu sebuah ikrar akad  jual beli. Ada pula yang lebih singkat. Tiba-tiba mengambil uang, kemudian membayar sesuai dengan label harga yang tertera. Maka hal ini juga sudah akad. Jadi, intinya komitmen harus diketahui oleh kedua belah pihak. Dalam jual beli, berarti harus disetujui dan dipahami oleh penjual dan pembelinya. Kalaupun tidak diucapkan, berarti harus paham dan sama-sama setuju.
Sama halnya dengan komitmen nikah, harus dipahami dan disetujui oleh yang menikahkan dan yang dinikahkan. Ditambah lagi, harus disertai adanya saksi (2 orang laki-laki). Plus ada mahar alias maskawin.
Lalu bagaimana dengan orang yang sekedar hafal lafal ijab kabul tetapi tidak paham maksudnya? Bisa jadi itu tidak sah (seharusnya). Maka dari itu harus dipahami maknanya ikrar ijab kabul meskipun dalam bahasa Arab. Hafal lafalnya dan artinya saja secara keseluruhan tentu tidak akan membantu ketika akad, niscaya hafalan itu sanggup hilang alasannya yaitu gugup, panik, takut, malu, yang muncul dalam deg-degan.
Berikut lafal ijab kabul dalam bahasa Arab:

قبلت نكاحها وتزويجها بالمهر المذكور حالا
 (qobiltu nikaha watazwiijaha bilmahri al-madzkur haalan)

Makna perkata:
qobiltu = saya terima
Kata dasarnya yaitu  (قبل)yang berarti menerima. Dilekati domir (tu) (ت) yang mempunyai makna orang pertama, bermakna (saya / aku).
nikaha ha = nikahnya
Kata dasarnya yaitu nikah, dilekati domir (ها) yang bermakna dia perempuan atau kata she dalam bahasa Inggris.
watazwiijaha = kawinnya
kata dasarnya yaitu zaujun (زوج) yang bermakna suami / istri.
bilmahri = dengan mahar / maskawin
Kata dasarnya yaitu almahar mendapat kata depan bi  (ب) yang bermakna dengan (serta).
almadzkur = yang telah disebutkan di depan.
haalan = tunai / kontan / cash.
Jadi, secara keseluruhan bermakna:
Saya terima nikah dan kawinnya dengan maskawin yang tersebut tunai.
Kata ganti -nya merujuk pada ucapan dari penghulu yang telah menyebutkan nama perempuan yang dinikahkan.

Dengan mengetahui makna satu persatu kata ijab kabul bahasa Arab, otomatis akan memahaminya dan sanggup membacanya secara sempurna meskipun dalam keadaan berdebar.
Satu lagi yang perlu diketahui, jika  ada yang menyampaikan bahwa ikrar ijab kabul harus diucapkan dalam satu kali tarikan nafas itu tidak benar. Yang benar yaitu ikrar ijab kabul dalam bahasa arab maupun bahasa lainnya harus diucapkan secara terus menerus alias berkelanjutan. Tanpa diselingi ucapan lain atau jeda yang terlalu lama.

Sebelum dilangsungkan ikrar ijab kabul oleh orang bau tanah (wali) pengantin putri, biasanya mempelai laki-laki dan seluruh yang hadir diajak untuk membaca Syahadat, hal ini dilakukan untuk meneguhkan kembali keislaman mempelai laki-laki biar akadnya sah. Ada baiknya juga untuk mengetahui arti syahadat.
Berikut ini ikrar ijab kabul dalam aneka macam bahasa:
Bahasa Indonesia:
Saya terima nikah dan kawinnya si (nama wanita) binti (nama ayahnya) dengan maskawin yang telah disebut, dibayar tunai.
Bahasa Jawa:
Kulo trami nikah lan kawinipun (nama wanita) binti (nama ayahnya) kelawan maskawin ingkang kasebat wau, dibayar kontan.
Bahasa Madura:
Kauleh tremah nikah ben kabinah (nama wanita) binti (nama ayahnya) kelaben maskawin se eatoraghi gelek, kontan.
Dan seterusnya….