Hiking : Pengembaraan/Penjelajahan Alam Bebas

Diposting pada

Pengantar

Perkataan HIKING berasal dari kata kerja to hike, yang berarti berjalan kaki atau berbaris jauh untuk tujuan kesenangan (tamasya) atau latihan (gerak badan). Kalau kita pegang arti dari perkataan to hike tersebut, maka banyak jenis olah raga jalan kaki yang termasuk hiking. Tetapi kenyataan memperlihatkan bahwa hiking ialah suatu perjalanan kaki yang dibungkus dalam permainan, petualangan, dan romantik, bukan hanya sekedar berjalan kaki atau berbaris jauh menyerupai tersebut dalam arti kata kerja to hike.
Contoh: seorang atau beberapa orang yang mengerjakan kebiasaan gerak tubuh pagi dengan berjalan kaki sejauh satu hingga tiga kilometer; atau seorang yang terpaksa harus berjalan kaki pergi ke tempat pekerjaan lantaran keadaan tertentu lantaran tidak ada/mempunyai kendaraan; atau perlombaan gerak ialan, semua itu tidak sanggup dimasukkan, dalam istilah hiking. Malah timbul perkembangan yang ganjl, alasannya arti berjalan kaki alhasil tidak sanggup dipertahankan lagi, alasannya dalam hiking, seorang hiker boleh memakai alat yang sanggup membantu perjalanannya, menyerupai sepeda kuda, bahtera maupun dengan cara ikut numpang (liften) kendaraan bermotor secara beranting. Oleh lantaran itu arti “hiking” lebih sempurna disebut perjalanan penjelajahan dan bukan berjalan kaki atau berbaris menempuh jarak yang jauh, menyerupai arti kata semulanya.

Pertimbangan

Oleh lantaran falsafah hidup Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia ialah PANCASILA, maka semua tata gerak dan tujuan selesai dari acara di udara terbuka itupun harus bersumber dan berlandaskan kepada pancasila.

Dari penghayatan langsung, ketika melaksanakan dan membuat kehidupan selama acara itu dilakukan hendaknya :

  1. Dipupuk, dipelihara serta ditingkatkan kepercayaan para penerima terhadap Tuhan Yang Maha Esa, pencipta dari alam semesta beserta isinya, dengan cara menawarkan kesempatan menjalankan kewajiban agama bagi para pelakunya, saling hormat-menghormati terhadap kepercayaan/keyakinanmasing-masing dan dengan cara mengagumi alam yang dicipta-Nya.
  2. Mengembangkan rasa perikemanusiaan, dengan jalan mengarahkan segala program acara untuk bakti pada masyarakat sekitar dan sepanjang jalan tempat acara tolong menolong antara sesarna penerima dan menggalang persaudaraan.
  3. Memupuk persatuan dan kesatuan diantara anggota masyarakat kecil sesama peserta. Jiwa persatuan dan kesatuan ini hendaknya dikembangkan ke luar pada sesama pemuda, kepada semua insan Indonesia sehingga tercipta suasana Persatuan Indoneia.
  4. Mewuiudkan hidup dalam kerukunan dengan jalan bergerak dalam bentuk satuan kecli maupun besar, belalar memimpin dan dipimpin, dengan disiplin yang timbul dari pengertian dan kesadaran, sehingga terwujud alam demokrasi yang sehat, yang sehat, yang dipimpinnya bijaksana, dalam memecahkan setiap duduk masalah dengan cara musyawarah dan mufakat.
  5. Dapat diwuiudkan suatu masyarakat kecil di antara penerima yang senantiasa sadar untuk mendahulukan kepentingan atau kewajiban bersama daripada kepentingan/kewaiiban terhadap diri sendiri.

Dengan melaksanakan acara di alam terbuka, setiap penerima asuh dibutuhkan sanggup :

  1. Melatih diri untuk menanamkan dasar-dasar persatuan dan kesatuan mental/spiritual, yaitu penjiwaan/penghayatan serta pengamalan Pancasila dan kehidupan secara konkrit dalam perbuatannya sehari-hari. Melatih fisik dan mental semoga suka dan tahan kerja, suatu kesiapan untuk bekal kehidupan di masa-masa mendatang. 
  2. Melatih tata cara kerja dan berorganisasi, dengan cara kerukunan yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
  3. Melatih perilaku disiplin, ketangkasan kecerdasan, ketabahan, keprasahajaan hidup dan kewiraan.
  4. Melatih sifat terampil dalam macam-macam wawasan, kegemaran, dan praktek banyak sekali kecakapan.
Hal itu semua sangat penting untuk membentuk pribadi dan tabiat yang baik, jasmani dan rohani yang sehat, dan menghasilkan warga masyarakat dan negara yang setia dan patuh, baik dan berguna, sehingga bisa mengisi dan membangun bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jenis-jenis Kegiatan Hiking

Pada ketika menguraikan pengertian “hiking”, sudah dijelaskan, bahwa tidak semua olah-raga jalan-kaki bisa dimasukkan dalam hiking, alasannya pengertian asal sudah mengalami perkembangan sedemikian rupa sehingga alhasil memiliki pengertian lain. 
Hiking, berarti perialanan, pengembaraan/penjelajahan, yang bisa dibungkus dengan ceritera mengandung romantika; bersifat ilmu pengetahuan; atau latihan mental dan fisik. Jenis-jenis acara yang sanggup dimasukkan dalam pengertian hiking, adalah:
  1. Mengenal kawasan sendiri,
  2. Mengikuti petunjuk tanda-tanda,
  3. Lintas daerah,
  4. Mencari dan mengikuti jeiak,
  5. Perjalanan spiritual,
  6. Penjelajahan masyarakat,
  7. Perjalanan penyelidikan,
  8. Pengembaraan dengan sepeda, perahu,kuda, dengan cara beranting,
  9. Penjelajahan mempertahankan hidup.
Jenis-jenis acara ini sanggup dibedakan dari usia, jenis kelamin, kelompok/perorangan pesertanya; isi tujuan; sifat dan sebagainya. 

Selamat Hiking, Salam Pramuka 

Lihat entry/topik terkait :

Sumber :
Idik Sulaeman “Hiking, Petualangan Mudah Bagi Siapapun Yang Akan Melakukannya”, Penerbit Aku Suka,  Bandung, 2005.