banner 728x250

Hati-Hati! Jangan Install Erapor Model 2018, Kalau Tidak Mau Terjadi Problem

  • Share
banner 468x60

The experience is the best teacher, kalimat ini memang sangatlah tepat untuk menggambarkan apa yang aku alami dalam penggunaan erapor model terbaru tahun 2018. Semester II tahun pelajaran 2017/2018 ini sekolah aku berusaha mengikuti tawaran pemerintah dalam penggunaan aplikasi erapor untuk membantu mengolah nilai kurikulum 2013, alasannya adalah memang sejak kurikulum 2013 ini diresmikan, yang masih menjadi momok para Guru ialah rumit, ribetnya penilaian dalam kurikulum ini. Jelas sajalah Guru akan berteriak “Kurikulum 2013 bikin rempong…” lah wong telah terbiasa memberi evaluasi berbentukangka yang simpel, dalam kurikulum ini Guru dituntut membuat penilaian yang sagat mengkonsumsi waktu apalagi jika dilaksanakan secara manual misal saja dalam menuliskan deskripsi nilai simpulan untuk tiap siswa dengan kalimat yang berlawanan antara satu siswa dengan siswa lainya berdasarkan evaluasi yang sudah dilakukan.

Eh sudahlah pendahuluanya, apapun itu kurikulum 2013 ini tetap berlangsung dengan berbagai konsekuensi yang harus ditanggung bareng , antara pemerintah, guru dan juga siswa, apalagi penerapan kurikulum ini terang sudah menelan budget yang tak sedikit.

banner 336x280

Pemerintah sebagai pemberi kebijakan terus menampung unek-unek, saran, dari bawah, terbukti dalam permasalahan penilaian Pemerintah menyebarkan aplikasi erapor yang release pertengahan november 2017 lalu, aplikasi ini sangat memudahkan pekerjaan Guru dalam hal penilaian dan penulisan deskripsi siswa. Guru sebagai pelaksana dilapangan pasti mesti menyambut baik kebijakan pemerintah ini dan mampu mencobanya disekolah masing-masing.

SMP Negeri 1 Kaliwungu Kabupaten Semarang, semester II tahun pelajaran 2017/2018 ini baru memutuskan untuk menggunakan aplikasi erapor, semester I masih memakai aplikasi buatan sendiri yang jelas tidak sebaik dan secanggih aplikasi erapor produksi pemerintah ini.

Sebelum memakai aplikasi erapor, hal pertama yang dijalankan yaitu mendownload aplikasi erapor, dan sayapun membuka website resmi http://ditpsmp.kemdikbud.go.id/erapor/ untuk mendownload aplikasi terbaru, tanpa membaca berita-berita sebelumnya saya eksklusif install aplikasi erapor versi 2018 (V 1.2) dalam satu file berukuran sekitar 109 MB, instalasi berlangsung berhasil, proses sinkronisasi data dengan dapodikpun berlangsung sukses tidak ada hambatan mempunyai arti.

Sebelumnya Guru-Guru telah saya kumpulkan di Lab Komputer untuk berguru bareng , bagaimana cara penggunaan aplikasi erapor ini lewat jaringan komputer yang telah tersedia di sekolah, dan cara mengases aplikasi erapor dari rumah, sampai hasilnya proses pengolahan nilai menggunakan erapor model terbaru 2018 inipun dikerjakan mulai hari Jumat, 1 Juni 2018 selepas upacara hari lahir pancasila.

Baca juga:  Cara Mudah Mengubah Nama Domain Blogspot Dengan Nama Lain

Pada hari senin, 4 Juni 2018 duduk perkara-duduk perkara dalam penggunaan aplikasi erapor mulai muncul, dengan bergabungnya aku di group resmi telegram erapor sangat menolong dalam mencari penyelesaian dari banyak sekali persoalan dalam penggunaan erapor ini, sampai kesudahannya salah satu tim tenis erapor memberikan bahwa aplikasi yang saya install tidak sesuai dengan arahan, dan saya gres baca di Pinned Message group telegram, isinya selaku berikut:

Update Info 6-6-2018 Pkl 07.44 WIB
ERAPOR MENGAMBIL DATA DARI DAPODIK YANG SUDAH DISINKRON KE SERVER PUSAT
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Dalam rangka untuk memajukan dan menyanggupi keperluan sekolah kepada manajemen evaluasi berbasis web, maka dijalankan perbaikan dan penyempurnaan pada aplikasi e-Rapor Sekolah Menengah Pertama. Maka saat ini kami telah merilis pembaruan Aplikasi e-Rapor SMP Versi 1.2 sebagai pembaharuan Versi 1.1.
e-Rapor Sekolah Menengah Pertama Versi 1.2 ini memiliki struktur database yang berlawanan dengan versi sebelumnya, sehingga backup pada versi sebelumnya tidak mampu pribadi di restore di model 1.2 ini.
UNTUK MEMUNCULKAN AKSES LOGIN SEMESTER GENAP 2017-2018, SILAKAN AMBIL DATA DARI DAPODIK, AMBIL SEMUA DATA. PASTIKAN DATA DAPODIK SUDAH FINAL.
Link Unduhan: https://goo.gl/kvo8fg
CATATAN PENTING
Bagi yang sudah memakai e-Rapor V1.1, untuk mengerjakan aplikasi tersebut silahkan update dengan cara selaku berikut:
1. Pastikan sudah melaksanakan instalasi e-Rapor SMP V1.0 dan telah update ke V1.1;
2. Backup pekerjaan anda sebelum update ke Versi 1.2;
3. File backup di Versi 1.1 cuma mampu di restore di Versi 1.1 (database yang serupa);
4. Lakukan updater dari Versi 1.1 ke Versi 1.2 (jangan melaksanakan uninstal aplikasi e-Rapor V1.1 yang telah terinstal sebelumnya);
5. Selama proses update, tutup semua aplikasi lainnya, dan tentukan antivirus dinonaktifkan;
6. Jika penginputan nilai rapor telah dijalankan manual eksklusif di dapodik, jangan melaksanakan sinkron nilai e-Rapor ke dapodik alasannya akan menimbulkan data menjadi ganda di dapodik;
7. Sebelum melaksanakan sinkron ke dapodik, pastikan tidak ada data pembelajaran yang ganda;
8. Disiplin untuk menciptakan akun admin lebih dari satu, dan senantiasa melaksanakan backup sesudah simpulan melaksanakan pembuatan e-Rapor;
9. Penginputan nilai USBN mampu dikerjakan di e-Rapor yang kemudian disinkronkan ke dapodik.
Bagi yang hendak mulai menggunakan e-Rapor V1.2
1. Sangat direkomendasikan bagi admin untuk membaca tuntas bimbingan e-Rapor dan bimbingan penilaian;
2. Sebelum mulai memakai e-Rapor, tentukan data pada dapodik sudah simpulan; Jangan hingga ada lagi siswa salah rombel, siswa salah data rincian, penginputan dapodik yang tidak sesuai mekanisme alasannya adalah mampu menyebabkan persoalan bertingkat.
3. Silakan mulai mekanisme penginstalan e-Rapor mulai dari Versi 1.0, kemudian updater Versi 1.1, lalu lanjut ke updater Versi 1.2;
4. Pastikan menginstal e-Rapor diperangkat yang terdapat aplikasi Dapodik;
5. Selama proses instal dan update, tutup semua aplikasi lainnya, dan tentukan antivirus dinonaktifkan;
6. Setelah akhir instalasi, akan timbul 2 port yang bisa diakses. Port 2679 untuk terusan local host, dan port 3679 untuk kanal melalui client;
7. Disiplin untuk menciptakan akun admin lebih dari satu, dan selalu melaksanakan backup sehabis final melaksanakan pembuatan e-Rapor;
8. Pastikan untuk tidak menginstal model 2018, karena model tersebut adalah versi ujicoba
TAMBAHAN PENTINGKepada admin e-Rapor, mampu bergabung kedalam grup e-Rapor yang linknya sudah ditawarkan di aplikasi e-Rapor atau dengan link invitasi, yaitu:
• Grup e-Rapor Whatsapp : https://goo.gl/DGtjLk
• Grup e-Rapor Telegram : https://goo.gl/KwYAhv
Admin mesti:
– membuat akun admin lebih dr 1
– berkala melaksanakan backup dan menyimpan file backup di perangkat lain
– mengarahkan guru mapel untuk memulai pembuatan genap, dengan masuk ke menu Data Kompetensi Dasar, cek mana KD yg genap (2) tp defaultnya masih tertulis 1, edit. Untuk Seni dan Prakarya, edit jg Bidangnya. Untuk Mulok, silakan entri manual KD genap.
Sblm sinkron dr erapor ke dapodik, cek apakah ada double atau enggak di beberapa tempat di erapor:
– data referensi dapodik -> data mata pelajaran
– data referensi dapodik -> data pembelajaran
– data referensi lokal -> mapping mapel

Dari pinned message itu, point 8 yang berisi Pastikan untuk tidak menginstal versi 2018, karena versi tersebut yakni model ujicoba, tidak aku baca, nah inilah sumber dilema dimulai, dan ahirnya dengan terpaksa alasannya timbul berbagai masalah, aku hapus apliasi erapor 2018 dan mulai kembali menginstall erapor dari model 1.0 update hingga model 1.2 sesuai aba-aba, selanjutnya memberitahukan ke semua Guru, bahwa hari selasa, 5 Juni 2018 semua Guru wajib mensetting ulang mulai dari pengaturan kompetensi dasar, setting penyusunan rencana penilaian, download format excel terbaru untuk proses input nilai dirumah masing-masing.

Alhamdulillah, Rabu, 6 Juni 2018 pengolahan nilai menggunakan aplikasi erapor final, leger, rapor siap cetak.

banner 336x280
banner 120x600
  • Share