Genba, Genbutsu, Genjitsu Dalam Penerapan Lean Manufacturing

Diposting pada

Genba, Genbutsu dan Genjitsu – Genba yaitu kata bahasa Jepang yang mempunyai arti lokasi insiden atau kawasan sebenarnya. Mengacu dari pengertian Genba yaitu konsep administrasi melihat langsung “real place”.

Selain Genba, diharapkan juga Genchi Genbutsu pada sistem perbaikan. Apa itu Genbutsu?, Genbutsu yaitu “Go and See” dan ini yaitu prinsip utama dari Toyota Production System (TPS). Seorang perintis bahkan hebat Mr. Taiichi Ohno memakai pendekatan Genba, Genbutsu serta Genjitsu sebagai inti pemecahan masalah, bertujuan memudahkan mengidentifikasi permasalahan sesungguhnya pada praktek produksi ramping (lean) di perusahaan.

Konsep 3G (Gemba, Gembutsu dan Genjitsu)

Mengacu pada 3 istilah bahasa Jepang untuk memandu pengambilan keputusan manajemen: Gemba (tempat sebenarnya), Gembutsu (hal sebenarnya), Genji tsu (data sebenarnya). Konsep-konsep administrasi ‘3 GEN’ juga diambil dari kata pertama setiap kalimat. (Dalam bahasa Jepang, ‘n’ & ‘m’ terdengar adakala samar. Oleh alasannya itu, konsep ‘genba’ maupun ‘gemba’ bekerjsama sama, menyerupai halnya konsep ‘kanban’ dan ‘kamban’).

Gemba Walk

 Genba yaitu kata bahasa Jepang yang mempunyai arti lokasi insiden atau kawasan bekerjsama Genba, Genbutsu, Genjitsu dalam Penerapan Lean Manufacturing

Gemba walk merupakan sebuah tindakan untuk melihat proses yang sebenarnya, memahami pekerjaan, mengajukan pertanyaan, dan belajar. Hal ini juga dikenal sebagai salah satu bab mendasar dari filosofi administrasi Lean. Taiichi Ohno, seorang direktur di Toyota, memimpin pengembangan konsep Gemba Walk.

Dalam Lean Manufacturing Gemba yaitu kawasan yang paling penting bagi tim manapun, dimana mana waktu, tempat, produktivitas bahkan ruang sangat penting oleh alasannya itu dihentikan disia-siakan. Bagi perusahaan manufaktur yaitu area pabrik menjadi sasaran utamanya.

Apapun bisnis tersebut, baik itu perusahaan jasa, layanan maupun produksi, temukan di mana tindakan tersebut sedang terjadi dan itu yaitu Gemba.

Penerapan lean, Genba walk yaitu praktik di mana para atasan (manajemen) mengunjungi kawasan di mana produk dibentuk dan layanan dikirim untuk mendapat pemahaman langsung dan tidak langsung wacana persoalan bekerjsama yang dihadapi oleh karyawan front-line. Tujuan melaksanakan Gemba walk yaitu untuk memahami tantangan mereka dan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan untuk memecahkan persoalan dan membuat keputusan terbaik.

Manfaat, Fungsi dan Keuntungan

 Genba yaitu kata bahasa Jepang yang mempunyai arti lokasi insiden atau kawasan bekerjsama Genba, Genbutsu, Genjitsu dalam Penerapan Lean Manufacturing

Gemba walk akan menguntungkan setiap pemimpin penemuan dari industri manapun. Adapun fungsi serta manfaat melaksanakan Gemba Walk bagi manajemen, yaitu:

1. Informasi langsung dari sumber

Data yang diterima memang sanggup memberiinformasi yang kuat, namun membuat kesimpulan menurut data saja sanggup dan seringkali akan mengarah pada keputusan yang salah.

Melalui Gemba Walk akan memberi para pemimpin penemuan keadaan yang sesungguhnya terjadi secara transparan dan tidak terpisahkan, hal ini diharapkan untuk membandingkan dan memvalidasi perkiraan yang dibentuk dalam data.

2. Permasalahan sama baik itu sumberdaya maupun proses

Sumberdaya insan (karyawan) yaitu aset terpenting bagi setiap bisnis. Tapi karyawan berbakat tentu akan terkendala oleh proses yang jelek dan kemampuan karyawan pada umumnya sanggup ditingkatkan dengan proses cerdas dan tepat.

Jika seorang pemimpin melihat penemuan sebagai produksi, menyerupai proses atau proses kreatif untuk menghasilkan gagasan ataupun ide, Genba walk biasa akan membantu dalam menyebarkan budaya lean manufacturing dengan memperbaiki persoalan dalam sebuah proses dan bukan yang menyalahkan para pekerja yang melaksanakan prosesnya.

3. Perspektif diperoleh melalui pengalaman

Genba Walk yang dilakukan secara reguler biasa memungkinkan pemimpin penemuan memahami tantangan yang harus dihadapi karyawan setiap hari untuk memberikan hasil yang dibahas di ruang rapat.

Prinsip 3G (Genba, Genbutsu, Genjitsu) dalam Kaizen

Sebuah organisasi yang telah menganut konsep lean manufacturing dengan tujuan terus berusaha memperbaiki prosesnya, mempromosikan disiplin dan standardisasi, dan percaya bahwa proses yang ada untuk memecahkan persoalan lebih berharga daripada solusi itu sendiri melalui kegiatan Kaizen.

Kaizen yaitu istilah Jepang untuk perbaikan, dan umumnya dipakai sebagai dasar untuk sebuah metodologi yang berfokus pada perbaikan berkesinambungan untuk bisnis. Hal ini paling sering dipakai di gudang dan akomodasi manufaktur dimana tujuan menghilangkan pemborosan (waste) dan meningkatkan efisiensi sangat penting.

Kaizen yaitu contoh pikir. Tentu pada penerapan lean manufacturing di perusahaan baik itu jasa, layanan ataupun accounting, melalui praktisi lean dalam mejalankan Kaizen dan berusaha untuk menjalaninya setiap hari yaitu orang-orang yang membuat perbedaan dalam produktivitas.

Gemba Kaizen merangkul keterampilan keseluruhan organisasi, mengundang dan menghargai bantuan karyawan dan pemahaman bahkan perbaikan terkecil akan menciptakan nilai lebih (Value Added) setiap waktu. Konsep dari prinsip ini berfokus pada pencapaian perbaikan terus menerus (continuous improvement) melalui kegiatan di area kerja.

Prinsip Kaizen yaitu Genba, Genbutsu, Genjitsu.

1. Gemba – Tempat sebenarnya

Gemba yaitu istilah yang sering dipakai untuk menggambarkan ‘dimana tindakan terjadi’ atau dalam kasus sebagian besar akomodasi manufaktur, area produksi. Gagasan di balik gembawalk, dan gemba pada umumnya, yaitu untuk mengakhiri tren manajer yang duduk di kantor mereka dan membuat keputusan menurut laporan atau informasi tangan kedua secara eksklusif. Sementara jenis informasi ini penting, tidak ada pengganti untuk benar-benar melihat bagaimana keadaan melihat dan berinteraksi dengan karyawan.

2. Gembutsu – Produk Sebenarnya

Selain melihat area dimana pekerjaan dilakukan di are tersebut, tim administrasi juga harus melihat dari erat produk yang sebenarnya. Meninjau ulang produk jikalau selesai bahkan sangat penting alasannya akan memungkinkan Anda melihat tujuan simpulan bekerjsama dari keseluruhan proses pembuatan.

Selain melihat produk jadi, administrasi juga memastikan bahwa mereka melihat produk yang bekerjsama pada setiap langkah proses manufaktur. Ini sanggup membantu memberi pemimpin pemahaman yang lebih baik wacana apa yang terjadi pada setiap langkah penbuatannya.

3. Genjitsu – Fakta (hal sebenarnya)

Prinsip 3G yang terakhir yaitu genjitsu, yang berarti’ fakta. Dalam konteks ini, berarti manajer perlu bekerja keras untuk menemukan fakta-fakta dari situasi tertentu. Banyak orang salah menduga ini artinya mereka perlu mencari tahu siapa atau apa yang harus disalahkan untuk masalah, tapi bukan itu masalahnya.

Melakukan upaya untuk mengetahui fakta-fakta persoalan akan menawarkan informasi yang dibutuhkan untuk melaksanakan perubahan yang diharapkan untuk menghindari persoalan dan menghilangkan 7 waste sedapat mungkin. Bahkan jikalau ditentukan bahwa pekerja melaksanakan sesuatu yang salah, itu tidak berarti karyawan tersebut perlu didisiplinkan atau bahkan dipecat. Sebagai gantinya, itu harus dipandang sebagai kesempatan berguru bagi karyawan dan keseluruhan pekerja.

Apabila dikombinasikan bersama, gemba, gembutsu dan genjitsu bisa menjadi taktik perbaikan berkesinambungan yang sangat kuat. Karena akan melibatkan manajer tejun langsung melihat ke area produksi bekerjsama (genba) melihat produk faktual yang terlibat (gembutsu) dan mengumpulkan sebanyak mungkin fakta wacana situasi (genjitsu).

5S

Konsep 5S yaitu bentuk pengelolaan visual yang sistematis dengan memanfaatkan segala hal dalam kegiatan perusahaan. Metode serta penerapan 5S bukan hanya wacana kebersihan atau penataan, 5S ini juga yaitu memaksimalkan efisiensi dan keuntungan. 5S yaitu kerangka kerja yang menekankan penggunaan contoh pikir dan alat khusus untuk membuat efisiensi dan nilai.

Salah satu konsep kunci Kaizen yaitu mengejar keunggulan operasi melalui teknik rumah tangga yang dikenal dengan ‘five S’. Kaizen 5S yaitu kawasan yang baik bagi sebuah organisasi untuk memulai ketika memperkenalkan konsep ini, alasannya memungkinkan semua karyawan untuk terlibat.

  1. Seiri  adalah S yang pertama. Ini berkaitan dengan isi literal Gemba, menghapus barang-barang yang berlebih sesuai persyaratan untuk membuat area kerja yang lebih ramping.
  2. Seiton, yang berarti mengatur semuanya secara berurutan, ketika sebuah sistem dikenalkan memberi setiap barang pada tempatnya sendiri, yang berarti alat yang diharapkan untuk pekerjaan gampang diakses bertujuan mengurangi waktu terbuang.
  3. Seiso adalah tidak hanya bekerjasama dengan menjaga kawasan kerja tetap bersih, tapi juga terus menjaga segala sesuatunya tetap teratur.
  4. Seiketsu yaitu tahap selanjutnya, yang mengacu pada standardisasi proses di seluruh kawasan kerja. Manajemen visual (Visual Managemant) yaitu aspek penting untuk memudahkan pemahaman wacana standar ini,
  5. Setelah empat langkah pertama selesai, perusahaan kemudian harus fokus pada shitsuki; mempertahankan perubahan yang telah dilakukan.