Fungsi Pemilihan Umum Di Negara Bersistem Demokrasi

Diposting pada
Fungsi Pemilihan Umum di Negara Bersistem Demokrasi Fungsi Pemilihan Umum di Negara Bersistem Demokrasi
Ilustrasi : statis.dakwatuna.com
Fungsi Pemilihan Umum di Negara Bersistem Demokrasi | Para andal politik beropini bahwa pemilu merupakan salah satu kriteria penting untuk mengukur kadar demokratisasi sistem politik di suatu negara. Pemilu menjadi tolok ukur untuk menilai demokratis tidaknya suatu negara.

Pemilu diselenggarakan dalam rangka mewujudkan gagasan kedaulatan rakyat atau sistem pemerintahan demokrasi. Karena rakyat mustahil memerintah negara secara langsung, dibutuhkan cara untuk menentukan wakil yang akan mewakili rakyat dalam menjalankan roda pemerintahan suatu negara selama jangka waktu tertentu. Pemilu sebagai sarana demokrasi politik mempunyai empat fungsi, ialah sebagai berikut.

1. Prosedur rakyat dalam menentukan dan mengawasi pemerintahan
Melalui pemilu, rakyat menentukan wakil-wakilnya yang akan duduk di forum legislatif. Wakil-wakil itu akan menjalankan kedaulatan yang didelegasikan kepadanya. Pemilu merupakan proses pemungutan bunyi secara demokratis untuk seleksi anggota perwakilan dan juga organ pemerintahan. Fungsi ini disebut sebagai fungsi perwakilan politik.

2. Legitimasi politik
Pemerintahan yang terbentuk melalui pemilu memang menjadi pilihan rakyat sehingga mempunyai keabsahan. Pemerintahan yang absah akan merumuskan jadwal dan kebijakan yang akan ditaati oleh rakyat. Rakyat akan tunduk dan taat sebagai konsekuensi atas pilihan dan partisipasi politik yang telah dilakukan. Dalam sistem demokrasi, kehendak rakyat merupakan dasar bagi keabsahan pemerintahan.

3. Mekanisme pergantian elit politik
Dengan pemilu, rakyat dalam kurun waktu tertentu sanggup mengganti elit politik dengan yang lainnya menurut pilihannya. Putusan tersebut bergantung pada evaluasi rakyat terhadap kinerja para elit politik di masa lalu. Jika para elit politik yang telah dipilih di masa kemudian dianggap tidak bisa memenuhi cita-cita rakyat, orang itu cenderung tidak akan dipilih kembali kemudian menggantinya dengan elite politik yang baru.

4. Pendidikan politik
Fungsi pendidikan politik melalui pemilu merupakan pendidikan yang bersifat langsung, terbuka, dan massal lantaran sanggup meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam berdemokrasi. Melalui fungsi pendidikan politik inilah pemilu berperan sebagai sarana pengembangan budaya politik demokratis. Oleh alasannya itu, pemilu harus dilaksanakan secara demokratis pula.

Sumber referensi : Rini Setyani, Dyah Hartati. 2019. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional.