Film Pramuka : Hasduk Berpola

Diposting pada



Pengantar

Film Pramuka yakni film yang berlatar pendidikan kepramukaan dengan banyak sekali variasi isi da alur cerita. Di Indonesia cukup banyak film pramuka yang telah di produksi dan telah ditayangkan melalui gedung bioskop, televisi bahkan didistribusikan melalui DVD dan VCD. Film Pramuka umumnya memuat pesan-pesan susila sejalan dengan nilai susila pendidikan kepramukaan menyerupai ketaqwaan, kebersahajaan, kepeduliaan, kerjasama, semangat pantang menyerah, menyayangi alam, nasionalisme, patriotisme, dsb.

Film Hasduk Berpola

Hasduk Berpola yakni film keluarga yang mengangkat warta nasionalisme dan patriotisme bangsa Indonesia yang dirilis pada tahun 2019. Film yang disutradarai oleh Harris Nizam ini dibentuk menurut sebuah kisah pendek berjudul sama, Hasduk Berpola, yang ditulis oleh Bagas D. Bawono, seorang arsitek yang juga penulis aktif. Film berdurasi 100 menit ini dibintangi antara lain oleh Idris Sardi, Niniek L. Karim, Iga Mawarni, Petra Sihombing, Alisia Rininta, Calvin Jeremy dan masih banyak lagi. Tayangan perdana pada 21 Maret 2019.

Sinopsis

Film ini bercerita bahwa usaha bertaruh nyawa demi bangsa dan negara pada jaman kemerdekaan, ternyata tak ada harganya. Ini yang dirasakan oleh Masnun, veteran mantan pejuang ’45. Di Surabaya, yang konon populer sebagai kota pahlawan, hidup Masnun (yang sering dielu-elukan sebagai pahlawan) justru terlunta-lunta. Sangat ironis. Ia bersama anaknya, Rahayu, janda beranak 2 (Budi dan Bening), kesannya menyerah, dan pindah ke kota asalnya, Bojonegoro. Berharap kehidupannya dapat membaik. Namun apa daya, kehidupan laki-laki tua yang populer sebagai saksi hidup insiden penyobekan bendera di Surabaya ini, justru semakin terpuruk.
Sang cucu, Budi (12 tahun), tertantang untuk mengalahkan rivalnya, Kemal, yang aktif di acara Pramuka. Maka ia juga berusaha untuk mengikuti acara tersebut. Tapi alasannya yakni kondisi keuangan yang tidak memungkinkan, Budi tidak dapat membeli semua perlengkapan kepramukaan. Film ini menceritakan bagaimana Budi berjuang memenuhi kewajibannya, sampai kesannya menciptakan iba Bening (10 tahun) adiknya yang rela mengorbankan seprei kesayangannya demi dibentuk hasduk untuk kakaknya.
Film sederhana penuh pesan-pesan susila dan kebangsaan ini ditutup dengan adegan yang sangat menggetarkan sisi nasionalisme bangsa Indonesia.

Sumber :
http://id.wikipedia.org

dan dilengkapi dengan banyak sekali sumber lain.