banner 728x250

Fatwa Acara Ekstrakurikuler Di Sekolah Dalam Kurikulum 2013

  • Share
banner 468x60

Kegiatan ekstrakurikuler menjembatani keperluan kemajuan akseptor didik yang berlainan; mirip perbedaan sense akan nilai budpekerti dan perilaku, kemampuan, dan kreativitas. Melalui partisipasinya dalam acara ekstrakurikuler penerima didik dapat berguru dan mengembangkan kesanggupan berkomunikasi, melakukan pekerjaan sama dengan orang lain, serta mendapatkan dan berbagi potensinya. Kegiatan ekstrakurikuler juga menunjukkan manfaat sosial yang besar.

Kegiatan ekstrakurikuler ialah salah satu perangkat operasional (supplement dan complements) kurikulum, yang perlu disusun dan dituangkan dalam planning kerja tahunan/kalender pendidikan satuan pendidikan.

banner 336x280

Pengertian Ekstrakurikuler

Ekstrakurikuler ialah acara pendidikan yang dilaksanakan oleh peserta didik di luar jam belajar kurikulum persyaratan sebagai perluasan dari acara kurikulum dan dikerjakan di bawah bimbingan sekolah dengan tujuan untuk berbagi kepribadian, talenta, minat, dan kemampuan akseptor bimbing yang lebih luas atau di luar minat yang dikembangkan oleh kurikulum.

Jenis Ekstrakurikuler

1. Ekstrakurikuler wajib merupakan acara ekstrakurikuler yang mesti disertai oleh seluruh peserta latih, terkecuali bagi penerima didik dengan kondisi tertentu yang tidak memungkinkannya untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tersebut.

2. Ekstrakurikuler pilihan merupakan acara ekstrakurikuler yang dapat diikuti oleh akseptor didik sesuai dengan bakat dan minatnya masing-masing.

Fungsi Ekstrakurikuler

Kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan memiliki fungsi pengembangan, sosial, rekreatif, dan antisipasi karir.

a. Fungsi pengembangan, 
adalah bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mendukung pertumbuhan personal penerima ajar lewat ekspansi minat, pengembangan potensi, dan dukungan peluang untuk pembentukan karakter dan training kepemimpinan.

b. Fungsi sosial,
ialah bahwa aktivitas ekstrakurikuler berfungsi untuk membuatkan kesanggupan dan rasa tanggung jawab sosial penerima didik. Kompetensi sosial dikembangkan dengan menunjukkan peluang terhadap penerima ajar untuk memperluas pengalaman sosial, praktek keterampilan sosial, dan internalisasi nilai moral dan nilai sosial.

c. Fungsi rekreatif, 
yakni bahwa acara ekstrakurikuler dikerjakan dalam suasana rileks, menyenangkan, dan menggembirakan sehingga menunjang proses perkembangan penerima ajar. Kegiatan ekstrakurikuler mesti mampu menimbulkan kehidupan atau atmosfer sekolah lebih menantang dan lebih menawan bagi akseptor latih.

d. Fungsi antisipasi karir, 
yaitu bahwa aktivitas ekstrakurikuler berfungsi untuk berbagi kesiapan karir peserta asuh melalui pengembangan kapasitas.

Tujuan Ekstrakurikuler

Tujuan pelaksanaan acara ekstrakurikuler pada satuan pendidikan adalah:
a. Kegiatan ekstrakurikuler mesti mampu mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor penerima didik.

b. Kegiatan ekstrakurikuler mesti mampu membuatkan talenta dan minat peserta bimbing dalam upaya training langsung menuju pelatihan manusia seutuhnya.

Prinsip Ekstrakurikuler

Kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan dikembangkan dengan prinsip sebagai berikut.

  1. Bersifat perorangan, ialah bahwa acara ekstrakurikuler dikembangkan sesuai dengan potensi, talenta, dan minat akseptor latih masing-masing.
  2. Bersifat pilihan, yaitu bahwa aktivitas ekstrakurikuler dikembangkan sesuai dengan minat dan diikuti oleh akseptor latih secara sukarela.
  3. Keterlibatan aktif, adalah bahwa aktivitas ekstrakurikuler menuntut keikutsertaan penerima ajar secara penuh sesuai dengan minat dan opsi masing-masing.
  4. Menyenangkan, ialah bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikerjakan dalam suasana yang menggembirakan bagi peserta bimbing.
  5. Membangun etos kerja, yaitu bahwa aktivitas ekstrakurikuler dikembangkan dan dilakukan dengan prinsip membangun semangat penerima bimbing untuk berusaha dan bekerja dengan baik dan giat.
  6. Kemanfaatan sosial, ialah bahwa aktivitas ekstrakurikuler dikembangkan dan dikerjakan dengan tidak melewatkan kepentingan masyarakat.
Baca juga:  Source Code Php Metode Penyewaan Baju Atau Busana Berbasis Web

Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler

Kegiatan ekstrakurikuler mampu berupa .

  1. Krida; meliputi Kepramukaan, Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), Palang Merah Remaja (PMR), Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), dan yang lain;
  2. Karya ilmiah; mencakup Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), acara penguasaan keilmuan dan kesanggupan akademik, penelitian, dan yang lain;
  3. Latihan/olah talenta/prestasi; mencakup pengembangan talenta olahraga, seni dan budaya, cinta alam, jurnalistik, teater, keagamaan, dan yang lain; atau
  4. Jenis lainnya.

Format Kegiatan Ekstrakurikuler

Kegiatan ekstrakurikuler mampu diselenggarakan dalam berbagai bentuk.

  1. Individual; adalah aktivitas ekstrakurikuler mampu dijalankan dalam format yang dibarengi oleh peserta latih secara perorangan.
  2. Kelompok; adalah acara ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang disertai oleh kelompok-kalangan penerima ajar.
  3. Klasikal; yakni acara ekstrakurikuler mampu dikerjakan dalam format yang dibarengi oleh penerima latih dalam satu kelas.
  4. Gabungan; ialah acara ekstrakurikuler mampu dilaksanakan dalam format yang disertai oleh akseptor ajar antarkelas.
  5. Lapangan; yaitu aktivitas ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh seorang atau sejumlah akseptor bimbing lewat kegiatan di luar sekolah atau kegiatan lapangan.

Mekanisme Kegiatan Ekstrakurikuler

Dalam Kurikulum 2013, Kepramukaan ditetapkan sebagai acara ekstrakurikuler wajib dari sekolah dasar (Sekolah Dasar/MI) hingga sekolah menengah atas (Sekolah Menengan Atas/Sekolah Menengah kejuruan), dalam pendidikan dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Pelaksananannya dapat melakukan pekerjaan sama dengan organisasi Kepramukaan lokal/terdekat. Ekstrakurikuler pilihan merupakan kegiatan yang antara lain OSIS, UKS, dan PMR. Selain itu, aktivitas ini mampu juga dalam bentuk antara lain kelompok atau klub yang kegiatan ekstrakurikulernya dikembangkan atau berkenaan dengan konten sebuah mata pelajaran, misalnya klub olahraga mirip klub sepak bola atau klub bola voli.

Berikut teladan Program Ekstrakurikuler yang bisa dilaksanakan di Sekolah:

  1. Klub Tari, Nyanyi, Sandiwara, Melukis, banyak sekali kesenian daerah
  2. Klub Diskusi Bahasa, Sastra, Drama, Orasi
  3. Klub Voli, Sepak bola, Basket, Dayung, Badminton, Renang, Atletik, Silat, Karate, Yudo, Bela Diri lainnya.
  4. Klub Pencinta Matematika, Komputer, Otomotif, Elektronika.
  5. Klub Pencinta Alam, Pencinta Kupu-kupu, Pencinta, Arung Jeram, Pencinta Astronomi, Kebersihan Lingkungan, Pertanian
  6. Klub Pendaki Gunung, Kelompok Pekerja Sosial, Polisi Lalu Lintas Sekolah
  7. Perkumpulan Pengelola Rumah Ibadah, Kelompok Peduli Rumah Jompo, Kelompok Peduli Rumah Yatim.
Satuan pendidikan selanjutnya menyusun “Panduan Kegiatan Ekstrakurikuler” yang berlaku di satuan pendidikan dan mendiseminasikannya kepada peserta asuh pada setiap permulaan tahun pelajaran.
Panduan acara ekstrakurikuler yang diberlakukan pada satuan pendidikan paling sedikit memuat.
  1. Kebijakan mengenai acara ekstrakurikuler;
  2. Rasional dan tujuan kebijakan program ekstrakurikuler;
  3. Deskripsi acara ekstrakurikuler mencakup:
    a. ragam aktivitas ekstrakurikuler yang ditawarkan;
    b. tujuan dan kegunaan kegiatan ekstrakurikuler;
    c. keanggotaan/kepesertaan dan tolok ukur;
    d. jadwal kegiatan; dan
    e. level supervisi yang diharapkan dari orang renta akseptor ajar.
  4. Manajemen acara ekstrakurikuler meliputi:
    a. Struktur organisasi pengelolaan program ekstrakurikuler pada satuan pendidikan;
    b. Level supervisi yang disiapkan/ditawarkan oleh satuan pendidikan untuk masing-masing acara ekstrakurikuler; dan
    c. Level asuransi yang disiapkan/ditawarkan oleh satuan pendidikan untuk masing-masing kegiatan ekstrakurikuler.
  5. Pendanaan dan mekanisme pendanaan program ekstrakurikuler.
Baca juga:  Informasi Modern Informatika Akan Mengambil Alih Prakarya, Benarkah?

Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler

Peserta ajar harus mengikuti program ekstrakurikuler wajib (kecuali bagi yang terkendala), dan mampu mengikuti suatu program ekstrakurikuler pilihan baik yang terkait maupun yang tidak terkait dengan suatu mata pelajaran di satuan pendidikan tempatnya belajar.
Penjadwalan waktu aktivitas ekstrakurikuler telah harus dirancang pada awal tahun atau semester dan di bawah bimbingan kepala sekolah atau wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan penerima latih. Jadwal waktu kegiatan ekstrakurikuler dikelola sedemikian rupa sehingga tidak menghambat pelaksanaan acara kurikuler atau mampu mengakibatkan gangguan bagi penerima latih dalam mengikuti acara kurikuler.
Kegiatan ekstrakurikuler dijalankan di luar jam pelajaran kurikuler yang bersiklus saban hari. Kegiatan ekstrakurikuler dapat dilaksanakan saban hari atau waktu tertentu (blok waktu). Kegiatan ekstrakurikuler seperti OSIS, klub olahraga, atau seni mungkin saja dijalankan saban hari setelah jam pelajaran usai. Sementara itu aktivitas lain seperti Klub Pencinta Alam, Panjat Gunung, dan acara lain yang membutuhkan waktu panjang dapat dijadwalkan sebagai aktivitas dengan waktu tertentu (blok waktu).
Khusus untuk Kepramukaan, kegiatan yang dikerjakan di luar sekolah atau terkait dengan banyak sekali satuan pendidikan lainnya, mirip Jambore Pramuka, diputuskan oleh pengurus/pembina Kepramukaan dan dikontrol biar tidak serempak dengan waktu belajar kurikuler berkala .

Penilaian Kegiatan Ekstrakurikuler

Penilaian perlu diberikan kepada kinerja penerima asuh dalam aktivitas ekstrakurikuler. Kriteria keberhasilan lebih diputuskan oleh proses dan keikutsertaan peserta bimbing dalam aktivitas ekstrakurikuler yang dipilihnya. Penilaian dilakukan secara kualitatif.
Peserta latih diwajibkan untuk mendapatkan nilai membuat puas pada aktivitas ekstrakurikuler wajib pada setiap semester. Nilai yang diperoleh pada aktivitas ekstrakurikuler wajib Kepramukaan kuat kepada kenaikan kelas peserta bimbing. Nilai di bawah membuat puas dalam dua semester atau satu tahun memperlihatkan hukuman bahwa penerima latih tersebut harus mengikuti acara khusus yang diselenggarakan bagi mereka
Persyaratan demikian tidak dikenakan bagi akseptor didik yang mengikuti program ekstrakurikuler opsi. Meskipun demikian, evaluasi tetap diberikan dan dinyatakan dalam buku rapor. Penilaian didasarkan atas keikutsertaan dan prestasi akseptor asuh dalam suatu kegiatan ekstrakurikuler yang disertai. Hanya nilai memuaskan atau di atasnya yang dicantumkan dalam buku rapor.
Satuan pendidikan dapat dan perlu menunjukkan penghargaan kepada peserta latih yang memiliki prestasi sangat membuat puas atau cemerlang dalam satu kegiatan ekstrakurikuler wajib atau pilihan. Penghargaan tersebut diberikan untuk pelaksanaan kegiatan dalam satu kala waktu akademik tertentu; misalnya pada setiap tamat semester, tamat tahun, atau pada waktu peserta latih telah menyelesaikan seluruh acara pembelajarannya. Penghargaan tersebut memiliki arti sebagai sebuah sikap menghargai prestasi seseorang. Kebiasaan satuan pendidikan memperlihatkan penghargaan terhadap prestasi baik akan menjadi bagian dari diri penerima bimbing sesudah mereka menyelesaikan pendidikannya.

Evaluasi Program Ekstrakurikuler

Program ekstrakurikuler ialah program yang dinamis. Satuan pendidikan dapat menambah atau mengurangi ragam aktivitas ekstrakurikuler berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan pada setiap semester.
Satuan pendidikan melakukan revisi “Panduan Kegiatan Ekstrakurikuler” yang berlaku di satuan pendidikan untuk tahun aliran berikutnya menurut hasil evaluasi tersebut dan mendiseminasikannya kepada akseptor bimbing dan pemangku kepentingan lainnya.

Pihak yang Terlibat dalam Kegiatan Ekstrakurikuler

A. Satuan Pendidikan
Kepala sekolah, dewan guru, guru pembina ekstrakurikuler, dan tenaga kependidikan bersama-sama menyebarkan ragam acara ekstrakurikuler; sesuai dengan penugasannya melakukan supervisi dan pelatihan dalam pelaksanaan aktivitas ekstrakurikuler, serta melakukan evaluasi kepada acara ekstrakurikuler.
B. Komite Sekolah/Madrasah
Sebagai mitra sekolah yang mewakili orang tua penerima ajar menunjukkan ajuan dalam pengembangan ragam acara ekstrakurikuler dan pemberian dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler.
C. Orang tua
Memberikan kepedulian dan kesepakatan penuh terhadap suksesnya aktivitas ekstrakurikuler pada satuan pendidikan karena pendidikan holistik bergantung pada pendekatan kooperatif antara satuan pendidikan/sekolah dan orang bau tanah
Demikian Pedoman Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah dalam Kurikulum 2013, supaya berfaedah.
Dirangkum dari: LAMPIRAN III, PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 81A TAHUN 2013 TENTANG IMPLEMENTASI KURIKULUM.

Cara download: Jika muncul halaman baru, silahkan Anda tunggu 7 detik hingga timbul tombol Download File Now.

banner 336x280
banner 120x600
  • Share