banner 728x250

Diabetes? Enggak Perlu Khawatir, Atasi Saja Dengan Akil!

  • Share
banner 468x60
Kalau ditanya apa masakan favorit aku, maka masakan dan minuman bagus ialah jawabannya. Mulai dari kudapan manis, es krim, cokelat, teh elok bahkan hingga minuman kekinian yang ada bobbanya, saya suka banget. Apalagi jikalau pas beli ada cashbacknya, wah makin sering beli deh! 😀

Awalnya sih saya asal makan-makan aja. Namun seiring berjalannya waktu, aku kesannya sadar bahwa saya mesti berhati-hati. Saya harus mengendalikan kadar gulanya sebab kalau kebanyakan, diabetes jadi karenanya.

Ilustrasi masakan elok (dok. colourbox)
Diabetes sendiri ialah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula (glukosa) darah yang tinggi atau di atas normal. Sebenarnya sih diabetes gak mutlak disebabkan dari kuliner dan minuman yang murni berasa cantik seperti es krim, cokelat atau teh elok saja. Makanan lain bermuatan gula yang dimakan secara berlebihan, mirip nasi misalnya juga mampu mengembangkan risiko penyakit diabetes. Selain itu, aspek keturunan dan minimnya kegiatan alias kebiasaan mager juga menjadi penyebab yang lain.

banner 336x280

Diabetes adalah penyakit berbahaya. Kenapa? Jadi manusia itu memerlukan glukosa sebagai sumber energi dalam tumbuh. Jika kadar glukosanya berlebih, maka dia akan disimpan dalam bentuk glukagon. 1 glukosa memerlukan 1 insulin semoga mampu menjadi 1 glukagon. Glukagon sendiri dapat diubah kembali menjadi sumber energi jikalau dibutuhkan.

Dalam keadaan wajar alias bukan penderita diabetes, jumlah antara glukosa dan insulin itu seimbang. Misalnya 100 glukosa akan diproses oleh 100 insulin untuk disimpan menjadi glukagon. Ini tentu enggak masalah karena jumlah antara glukosa dan insulin itu sama.
Namun jikalau kondisinya tidak normal atau diabetes, maka jumlah glukosanya lebih banyak ketimbang insulin. Misalnya, glukosa berjumlah 100 tetapi insulin 50. Ingat prinsip bagaimana glukagon diproses? 1 glukosa + 1 insulin = 1 glukagon. Nah, alasannya adalah jumlah insulinnya lebih sedikit 50 sedangkan glukosanya berjumlah 100, maka cuma 50 glukagon saja yang dapat dihasilkan. Itu artinya, sisanya ialah 50 glukosa yang tidak terproses kemudian akan menyebar ke dalam darah dan alhasil memiliki efek pada diabetes.

 

Nah, untuk meminimalkan penyebaran penyakit diabetes di Indonesia dan meningkatkan kesadaran penduduk akan diabetes, Kementerian Kesehatan RI mengadakan talkshow interaktif ihwal diabetes di Gedung Kemenkes  pada Jumat, 15 November 2019 lalu. Kegiatan ini dijalankan juga dalam rangka memperingati hari diabetes sedunia yang jatuh pada 14 November yang pada tahun ini mengangkat tema “Keluarga dan Diabetes”.
Hari diabetes sedunia 2019 di Kementerian Kesehatan RI (dokpri)
Keluarga menjadi fokus utama dari Hari Diabetes Sedunia kali ini alasannya adalah keluarga tergolong golongan yang rentan terkena diabetes. Berdasarkan fakta, 4 dari 5 orang renta di dunia tidak menyadari bahaya diabetes yang mengintai mereka. 
Atasi dengan CERDIK!
Diabetes merupakan momok bagi siapa pun. Siapapun niscaya tidak ada yang ingin terjangkiti olehnya. Namun tak perlu khawatir, diabetes itu sungguh bisa untuk dicegah dan dilawan. Salah satu solusinya yaitu dengan menerapkan perilaku CERDIK. Apa itu CERDIK? Check this out!
Baca juga:  Cara Mengelola Akun Google Adsense Dengan Lebih Dari Satu Email

1. C = Cek Kesehatan

(dokpri)

Mengecek kesehatan tidak cuma dikerjakan saat kita sedang sakit saja. Di ketika kita merasa sehat, kita juga perlu loh melakukannya. Kenapa? Soalnya cek kesehatan yaitu langkah antisipasi alasannya adalah mampu saja ada penyakit yang bersarang di badan kita namun kita tidak mengetahuinya. Tentu kita berharap kondisi kesehatan kita baik-baik saja. Namun kita juga enggak mampu menebak kan apakah kita benaran sehat atau justru tidak?

Lalu apa saja yang perlu diperiksa? Selain berat badan, kita juga perlu memeriksakan tensi darah, gula darah dan bahkan kolesterol. Datang saja ke puskesmas atau klinik terdekat untuk memeriksakan kesehatan kita. Secara terstruktur, pastinya. Nah, pada simposium kemarin aku beruntung banget bisa memeriksakan kesehatan badan aku alasannya adalah Kemenkes menyediakan fasilitasnya. Alhamdulillah untuk tensi darah, gula darah dan kolesterol akibatnya wajar alias tidak ada problem. Namun untuk berat tubuh masih PR nih alasannya belum ideal dengan tinggi tubuh saya yang meraih 170 cm. Yang punya lemak bagi-bagi dong :p

2. E = Enyahkan asap rokok dan jangan merokok.

Bagi yang perokok, buruan deh minimalisir kebiasaannya karena hal ini bisa memiliki dampak pada kesehatan. Enggak hanya diri sendiri namun juga kepada orang lain. Saya sih alhamdulillah tidak pernah merokok. Namun saya masih belum mampu terbebas dari asap rokok alasannya asap rokok orang lain. Oleh sebab itu sebisa mungkin kalau ada yang merokok, aku menentukan untuk menghindar untuk kesehatan saya sendiri.

3. R = Rajin melaksanakan kegiatan fisik. 

Shinchan aja melaksanakan aktivitas fisik. Masa kamu enggak? (dok. Crayon Shinchan)

Intinya jangan mager! Biasain deh dari kini untuk melakukan aktivitas fisik. Enggak banyak kok, sekurang-kurangnya30 menit aja dalam sehari. Eits, kegiatan fisik yang dimaksud di sini gak hanya bermakna olah raga saja ya, kegiatan lain mirip membersihkan rumah juga tergolong loh. Saya sendiri sudah mulai membiasakannya dengan hal-hal sederhana seperti berjalan kaki.

Baca juga:  Cara Share Dengan Mikrotik Koneksi Internet Speedy Atau Indiehome Ke Jaringan Lokal Atau Lan

4. D = Diet yang seimbang.

Diet yang dimaksud di sini bukan mempunyai arti makan sedikit namun kita mesti mengontrol contoh makan kita. Konsumsilah makanan sehat dan gizi sebanding. Menurut Kemenkes, tawaran yang baik itu ialah konsumsi buah sayur sekurang-kurangnya5 takaran per hari, menekan konsumsi gula sampai maksimal 4 sendok makan atau 50 gram per hari dan hindari kuliner/minuman yang manis atau yang  berkarbonasi.

5. I = Istirahat yang cukup.

Kita boleh aja punya banyak aktivitas. Tapi kita juga perlu ingat bahwa anggota badan kita punya hak untuk istirahat. Makara jangan forsir diri kita dengan kegiatan yang berlebihan. Istirahatlah yang cukup.

6. K = Kelola stres dengan baik dan benar

(dok. wiseworkplace.com.au)

Stres itu yaitu hal yang masuk akal. Mau ujian stres. Menghadapi tenggat waktu kerjaan juga stres. Masalahnya ialah tinggal bagaimana kita mengelolanya. Jika ada sahabat dekat atau orang yang kita percayai, enggak ada salahnya juga loh kita melaksanakan curhat. Info terkait mengurus stres mampu dilihat di sini ya.

CERDIK tampaknya sepele. Namun bila kita membiasakannya secara terorganisir sedini mungkin, kita telah melawan diabetes agar tak bersarang pada tubuh kita. Semoga perayaan hari diabetes sedunia 2019 ini mampu menjadi momentum bagi seluruh komponen penduduk dalam memajukan kesadaran kesehatannya terutama dalam hal diabetes ya.

banner 336x280
banner 120x600
  • Share