Dewan Kerja Pramuka Penegak Dan Pendega : Sejarah Pembentukannya

Diposting pada
sumber : google image

Awal Pembentukan

Keputusan Muker Ampuda III

  • Muker Ampuda atau Musyawarah Kerja Andalan Pusat dan Daerah III dilaksanakan di Pasar MInggu Jakarta tanggal 4 hingga dengan 8 Agutsus 1966.Salah satu keputusan dari Muker Ampuda III ialah : Para Pramuka Penegak Pandega diberi kesempatan untuk bergerak dengan membentuk tubuh pimpinan dari mereka, oleh mereka dan untuk mereka, di bawah pimpinan mereka sendiri. Badan pimpinan itu merupakan tubuh pembantu kwartir yang bersangkutan dalam  menggerakkan Pramuka Penegak Pandega.

Keputusan  Perpanitera 1

  • Secara Nasional, Dewan Kerja terbentuk melalui Pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega Puteri Putera Nasional ke 1 (PERPPANITERANAS I) yang diselenggarakan di Bogor pada tanggal 21-26 Agustus 1969 bertempat di desa Cimanggis, kecamatan Cimanggis, Kabupaten Bogor Jawa Barat. 
  • Agenda Pokok Perpanitera 1 ialah : (a) Mengadakan musyawarah untuk  menetapkan cara kerja dan  pengorganisasian dalam penggerakan pramuka penegak dan pandega serta menentukan dan membentuk Dewan Kerja Penegak Pandega tingkat nasional. (b) menyusun jadwal acara yang kreatif, rekreatif da relevan bagi penagak pandega. (c) mempererat tali persaudaraan di kalangan penegak dan pandega. (d) meningkatkan pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan para penegak dan pandega. (e) Memantapkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Mahas Esa.
  • Pada dikala itu sebelum DKN terbentuk beberapa Kwartir Daerah telah mempunyai wadah training menyerupai Dewan Kerja tetapi keberadaannya belum diatur secara nasional. Baru kemudia melalui pertemuan Pamuka Penegak dan PERPPANITERANAS I diperoleh komitmen membentuk tubuh yang mengelola Pramuka Penegak dan Pandega dalam Kwartir yang disebut Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega.
  • Dalam PERPPANITERANAS I yang diselenggarakan oleh Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega dengan bimbingan Andalan Nasional disepakati bahwa untuk pengelolaan Pramuka Penegak dan Pandega tidak diadakan pemisahan antara penerima didik putera tan puteri. Dasar pemikiran tidak diterapkannya sistem satuan terpisah dalam pengelolaan Pramuka Penegak dan Pandega mengingat bahwa Dewan Kerja merupakan “satuan gerak” bukan “satuan bina” sekaligus diubahsuaikan dengan kebijakan nasional wacana pengorganisasian pengurus Gerakan Pramuka bahwa hanya ada satu organisasi Gerakan Kepanduan di Indonesia. Tidak ada organisasi Gerakan Kepanduan Putera saja atau puteri saja.
  • Pembentukan DKN yang pertama ialah pada Perppanitra I di Cimanggis, Agustus 1969, dan terpilih ketuanya sdr. SUNYOTO dari DKI, dan pada PW Nas II Gisting ia juga yang memimpin Muspanitra I, diikuti DKD seluruh Indonesia yg ada pada roasi terakhir PW dikala itu.

Dari Perpanitera ke Musppanitera

  • Sejarah Musspanitera dimulai dari Pelaksanaan PW Nasional kedua tahun 1971. Lokasi di Gisting, Lampung – Kegiatan Pembuatan DAM irigasi dan penghijauan – inilah cikal bakal dari pelaksanaan Musppanitra nasional II.
  • Musspanitera Nasional III dilaksanakan di PW Nasional ketiga tahun 1974 lokasi di Minasa te’ne, Sulsesl – acara proyek pemukiman kembali. 
  • Hasil Musppanitera Nasional III ini ialah keputusan kwartir nasional nomor 106/1974 wacana petunjuk penyelenggaran dewan kerja. Berdasar Jukran tersebut untuk pertama kali ketua dan wakil ketua DKN masuk dalam jajaran Andalan Nasional. Pelaksanaan LPK Nasional 1 tahun 1975
  • Musppanitra nasional III Tahun 1978 – Lokasi Pusdika Cibubur, Jakarta. Peserta utusan 17 DKD seluruh Indonesia, denngan keputusan  : (a) alasannya ialah dirasakan belum sempurna, maka DKN berikutnya ditugasnyak menciptakan teladan training penegak pandega dan menyempurnakan PPDK. (b) mengkonsep kembali dan melakukan LPK. (c)  Agar paling lambat pada sidang paripurna 1980, seluruh kwarda sudah membentuk DKD (27 Kwarda)

Catatan :
Materi ini masih bersifat rintisan, sedang dilakukan riset untuk melengkapi sejumlah data yang masih kurang.

Lihat entry/topik terkait :

Sumber

  • Buku “Patah Tumbuh Hilang Berganti, 75 Tahun Kepanduan dan Kepramukaan”, Kwarnas Gerakan Pramuka, Jakarta,  1987
  •  https://www.facebook.com/supriadi.kala?fref=nf