Daya Mengikat Norma Dalam Masyarakat

Diposting pada
 Untuk sanggup membedakan kekuatan mengikatnya Daya Mengikat Norma dalam Masyarakat
Ilustrasi : ojiister.blogspot.com
Daya Mengikat Norma dalam Masyarakat | Untuk sanggup membedakan kekuatan mengikatnya, maka norma sanggup dibedakan sebagai berikut:
a. Usage (cara)
Yaitu suatu bentuk acara yang sering dipakai pada hubungan individu dalam masyarakat, yang apabila dilanggar tidak akan menerima eksekusi yang berat, apabila dilanggar hanya akan menerima celaan. Contoh mengambil masakan dengan tangan kiri atau mengeluarkan suara alasannya kenyang sesudah makan.

b. Folkways (kebiasaan)
Yaitu bentuk perbuatan yang diulang-ulang oleh banyak orang dalam bentuk yang sama. Bila dilanggar si pelaku sanggup dicemooh atau dipergunjingkan. Contoh memberi hormat kepada orang tua, memberi salam atau menegur sapa dikala bertemu dengan teman.
c. Mores (Tata Kelakuan).
Yaitu norma yang menerima penitikberatan keras. Tata kelakuan mencerminkan sikap-sikap yang hidup dari kelompok insan yang dilaksanakan sebagai alat pengawas secara sadar atau tidak bagi para anggotanya. Para pelaku yang menyimpang dianggap jelak atau jahat.
d. Custom (adat istiadat)
Yaitu ide-ide atau gagasan orang banyak yang hidup bersama dalam suatu kelompok masyarakat/suku, memberi jiwa dan anutan untuk bertingkah laris pada masyarakat setempat yang orisinil dan belum ada unsur campur tangan tata aturan atau norma modern. Para pelanggar akan mendapatkan hukuman adat.
e. Laws (hukum)
Yaitu norma aturan yang umumnya tegas, dan tidak hanya diketahui oleh sekelompok kecil yang mengetahui, aturan diumumkan dan tertulis, walaupun ada yang tidak, contohnya kebiasaan kenegaraan yang tidak tertulis (konvensi).
Sumber rujukan: Elisanti,Tintin Rostini. 2019. Sosiologi 1. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional