Dasar Aturan Pelaksanaan Bela Negara Indonesia

Diposting pada
Pelajar Membela Negara dengan Belajar

Dasar Hukum, Contoh dan Wujud Bela Negara oleh Pelajar

Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 pada pasal 30 yang berbunyi lengkap: “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam perjuangan pembelaan negara.” Seluruh warga negara Indonesia berhak dan wajib untuk membela negara Indonesia ketika dibutuhkan. Bunyi selanjutnya adalah: ” syarat-syarat perihal pembelaan diatur dengan undang-undang.” Adapun syarat dan aturan pembelaan negara dilakukan ditentukan melalui undang-undang dan peraturan negara.
Masing-masing warga negara mau tidak mau harus ikut serta dalam membela negara Indonesia. Membela negara dari ancaman, gangguan, tantangan, dan kendala terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ancaman, gangguan, tantangan, dan kendala yang harus dihadapi ada kalanya berasal dari dalam negeri maupun dari luar.

Berikut ini dasar aturan yang sanggup dijadikan sebagai landasan pengambilan kebijakan perihal pelaksanaan bela negara.  Beberapa dasar aturan dan peraturan perihal Wajib Bela Negara:
1. Tap MPR No.VI Tahun 1973 perihal konsep Wawasan Nusantara dan Keamanan Nasional.
2. Undang-Undang No.29 tahun 1954 perihal Pokok-Pokok Perlawanan Rakyat.
3. Undang-Undang No.20 tahun 1982 perihal Ketentuan Pokok
Pertahanan dan Keamanan Negara RI. Junto (diubah dengan) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1988.
4. Tap MPR No.VI Tahun 2000 perihal Pemisahan Tentara Nasional Indonesia dengan POLRI.
5. Tap MPR No.VII Tahun 2000 perihal Peranan Tentara Nasional Indonesia dan POLRI.
6. Amandemen Undang-Undang Dasar ’45 Pasal 30 dan pasal 27 ayat 3.
7. Undang-Undang No.3 tahun 2002 perihal Pertahanan Negara.
Dengan hak dan kewajiban yang sama setiap orang Indonesia tanpa harus dikomando sanggup berperan aktif dalam melakukan bela negara.  Bentuk ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak hanya berupa ancaman militer atau perang fisik.
Berikut ini jenis-jenis dan macam-macam ancaman dan gangguan terhadap pertahanan dan keamanan negara:
1.      Terorisme Internasional dan Nasional.
2.      Aksi kekerasan yang berbau SARA.
3.      Pelanggaran wilayah negara baik di darat, laut, udara dan luar angkasa.
4.      Gerakan separatis pemisahan diri membuat negara baru.
5.      Kejahatan dan gangguan lintas negara.
6.      Perusakan lingkungan.
Terorisme dan Bela Negara
Terorisme yang berkembang selama ini mempunyai tujuan untuk membentuk negara baru, atau mengubah dasar negara Indonesia menjadi negara yang dikehendaki. Meskipun selama ini terorisme identik dengan Islam, tetapi bekerjsama terorisme tidak hanya Islam, dan Islam bukanlah agama teror.
Terorisme berada satu tingkat dari paham radikal yang mempertanyakan keabsahan dasar negara. Pihak yang menentang Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara menjadi cikal bakal lahirnya terorisme. Jika terorisme sudah memakai jalan kekerasan (pembunuhan, pengeboman, dan pemberontakan bersenjata), sementara radikalisme sebatas pada pemikiran.
Wujud Bela Negara dari terorisme sanggup diadaptasi dengan fungsi masing-masing. Masalah keamanan dan keamanan dalam wujud perang fisik sudah ada pegawanegeri negara yaitu Tentara Nasional Indonesia dan POLRI melalui unit-unit penanggulangan terornya masing-masing. Selain itu, seluruh warga negara juga harus bisa menyayangi NKRI dengan cara, membatasi gerakan-gerakan radikal yang menentang dasar negara. Menjaga lingkungan supaya tidak menjadi lahan penanaman paham-paham radikal anti-negara Indonesia.
Kekerasan SARA dan Bela Negara
Kekerasan berbau SARA (Suku Agama Ras dan Antar-golongan) menjadi ancaman yang sangat faktual bagi keutuhan NKRI. NKRI merupakan wujud konsensus (kesepakatan) seluruh warga bangsa Indonesia yang sangat beragam. Terdiri dari banyak suku, banyak agama, beberapa ras, dan banyak sekali macam golongan di dalamnya.
Jika ada kekerasan dan konflik yang didasari SARA maka akan menimbulkan perpecahan yang sangat membahayakan. Maka dari itu, Indonesia harus dibela dan dijauhkan dari terjadinya konflik SARA supaya tidak terpecah-belah.
Upaya bela negara yang sanggup dilakukan dalam mencegah terjadinya konflik dan kekerasan yang berbau SARA yaitu mewujudkan sifat dan perilaku saling toleran. Yang lebih banyak didominasi harus menghormati yang minoritas. Begitu pula yang minoritas jangan mentang-mentang minoritas kemudian menjadi ‘anak manja’.
Pelanggaran Batas Negara dan Bela Negara
Pelanggaran batas wilayah negara sanggup berupa banyak sekali macam hal. Bisa acara militer, sanggup pula acara ekonomi, maupun acara dan efek sosial negara lain. Dalam acara militer biasanya terjadi provokasi dari negara lain yang berusaha memancing ketegangan antar-negara. Kegiatan militer ini sanggup berwujud latihan militer akrab perbatasan, atau pelanggaran batas negara oleh kapal dan pesawat negara lain.
Pelanggaran batas negara dalam bentuk acara ekonomi contohnya acara penangkapan ikan oleh nelayan abnormal di zona ekonomi pribadi Indonesia. Ini juga merupakan pelanggaran batas negara. Selain itu, dalam beberapa kasus pelanggaran perbatasan juga dilakukan oleh orang-orang korban konflik di negara asalnya. Mereka kemudian berusaha menembus wilayah negara Indonesia tanpa izin.
Wujud bela negara yang sanggup dilakukan oleh warga negara selain Tentara Nasional Indonesia – Polisi Republik Indonesia yaitu sanggup ditunjukkan melalui pemahaman dan sumbangan opini. Nelayan Indonesia juga bisa ikut membantu menjaga kedaulatan wilayah bahari dengan cara: memanfaatkan potensi bahari di wilayah perbatasan Indonesia. Selama ini, zona ekonomi pribadi Indonesia menjadi sasaran pencurian ikan oleh nelayan abnormal alasannya yaitu nelayan Indonesia masih belum memanfaatkannya.
Gerakan Separatis dan Bela Negara
Negara Republik Indonesia yaitu negara yang berbentuk Kesatuan. Maka, dilarang ada negara di dalam negara ini. Segala upaya membentuk negara gres berarti bertentangan dengan negara Indonesia. Maka harus ditolak dan dilawan. Pendekatan yang harus dilakukan dalam menghadapi upaya pemisahan wilayah menjadi suatu negara gres harus dilihat secara komprehensif.
Ada kalanya kekuatan militer dilakukan, tetapi tak selamanya kekuatan militer sanggup menuntaskan masalah. Dalam sejarahnya, semenjak awal kemerdekaan, Indonesia selalu dihadapkan dengan informasi separatisme. DI/TII di bawah komando RM Kartosoewirjo dan tokoh-tokoh lain di Sumatera dan Kalimantan menjadi rujukan nyata. Karena waktu itu kondisi masih perang, dan tidak memungkinkan untuk diselesaikan secara damai, maka upaya penyelesaiannya melalui operasi militer.
Separatisme di Aceh yang dikenal dengan GAM menjadi perang melawan pemberontak yang panjang. Opsi militer untuk meredamnya tidak serta-merta menuntaskan masalah. Baru sehabis Tsunami Aceh, pemerintah dan pemberontak bisa berunding dan konflik berakhir dengan damai.
Masih ada beberapa kelompok di sebagian wilayah Indonesia yang menginginkan kemerdekaan. Maka pemerintah harus lebih ulet menyejahterakan seluruh warga negara. Meratakan pembangunan supaya tidak ada ketimpangan yang jauh sehingga tidak ada alasan bagi warga negara Indonesia untuk memisahkan diri dan membentuk negara baru. Ini yaitu cara paling efisien untuk membela negara dari ancaman separatisme.
Kejahatan Lintas Batas dan Bela Negara
Kejahatan lintas batas merupakan kejahatan yang dilakukan oleh orang abnormal dan mengganggu kedaulatan NKRI. Kejahatan yang leluasa beroperasi di beberapa negara. Jika hingga ini terjadi berarti negara tersebut dianggap tidak bisa menjaga kedaulatannya di dunia internasional.
Contoh yang ketika ini sedang terjadi yaitu penculikan terhadap pelaut Indonesia oleh kelompok teroris Abu Sayyaf. Kelompok teroris ini sengaja menentukan sasaran penculikan dan penyanderaan yaitu yang berpaspor Indonesia. Hal ini tentu menghina kedaulatan dan kemampuan negara Indonesia dalam menjaga keselamatan warga negaranya. Maka dari itu, Indonesia menginginkan untuk segera berhasil membebaskan seluruh sandera dengan tanpa mau tunduk terhadap para penjahat tersebut.
Sementara itu, di sisi lain pemerintah Indonesia harus juga menghormati kedaulatan negara Filipina sebagai pemilik wilayah yang menjadi daerah persembunyian para penyandera.
Perusakan Lingkungan dan Bela Negara
Perusakan lingkungan merupakan kejahatan besar dan sanggup mengganggu kedaulatan negara. Lingkungan yang rusak akan berdampak kepada seluruh kehidupan berbangsa dan bernegara. Lingkungan yang rusak menimbulkan kesehatan masyarakat Indonesia menjadi menurun. Praktis sakit, dan tidak lagi sejahtera. Tentu hal ini akan sangat berdampak terhadap beban negara.
Maka dari itu, perusakan lingkungan termasuk dalam kejahatan yang mengancam kedaulatan negara sehingga perlu dilawan. Tidak hanya itu, perusakan lingkungan dengan pembakaran lahan yang menimbulkan tragedi kabut asap menimbulkan tercorengnya nama Indonesia di dunia internasional. Penerbangan pesawat dari dalam dan luar negeri terganggu. Bahkan kasus yang paling parah, asap hutan Indonesia hingga mengganggu negara tetangga yaitu Singapura dan Malaysia.
Wujud perusakan lingkungan yang lain yaitu upaya merusak ekosistem dan lingkungan hidup di Indonesia melalui banyak sekali macam acara proyek industri dan properti. Pembangunan industri dan properti juga sebagai penunjang kehidupan bernegara dan ikut menyejahterakan bangsa dan rakyatnya. Tetapi, juga harus dengan wawasan bela negara. Dengan demikian, pengembangan industri tetap menjaga kelestarian lingkungan. Pengembangan properti dan kebutuhan lahan tidak lantas merusak ekosistem lingkungan yang sudah ada. Itu wujud bela negara dalam menjaga lingkungan.
Dari sekian pemaparan beberapa wujud ancaman, tantangan, halangan, dan gangguan terhadap negara. Maka seluruh warga negara Indonesia wajib untuk menjadi belahan dari acara bela negara. Bela negara yang sanggup dilakukan dengan cara sederhana dan filosofis adalah: Mencintai negara Indonesia. Ini yaitu wujud bela negara yang paling dasar.
Selanjutnya bentuk cinta terhadap negara tersebut sanggup dituangkan dengan segala bidang yang digeluti dan dikuasai. Dalam lingkungan bertetangga, ikut menjaga keamanan negara melalui siskamling itu yaitu wujud bela negara.
Ikut serta meringankan beban korban tragedi yang terjadi di Indonesia itu juga wujud bela negara. Saling membantu sesama warga negara merupakan wujud solidaritas sesama anak bangsa. Selanjutnya mustahil ada perpecahan. Yang ada yaitu persatuan Indonesia. Wujud bela negara juga.
Untuk kalangan profesional di bidang teknologi informasi, sanggup membaca, menggunakan, dan bahkan membuat peralatan dan jaringan telekomunikasi sendiri juga merupakan wujud bela negara. Selam ini ketakutan yang muncul yaitu operasi intelejen negara lain melalui internet. Jika saja orang Indonesia bisa membuat sendiri jaringan internetnya, tentu hal tersebut lebih kondusif dan terjamin kerahasiaan negaranya.
Masing-masing warga negara menjalankan profesinya dengan baik juga merupakan wujud bela negara. Seorang guru dan dosen mengajar dengan sungguh-sungguh supaya tercetak generasi pelajar penerus bangsa yang berkualitas, yaitu wujud bela negara. Generasi muda yang tangguh sanggup menjadi kader yang sanggup membela negara.
Para pelajar berguru dengan sungguh-sungguh. Mengikuti acara yang positif. Menjauhi narkoba, juga merupakan wujud bela negara.
Membela negara dari ancaman negara lain. Membela negara dari ancaman dalam negeri. Membela negara dari ancaman masing-masing warga negaranya.