Cara Menulis Judul Berita, Karya Ilmiah, Dan Karya Sastra Yang Baik

Diposting pada
Teknik dan Cara Menulis judul berita, Karya Ilmiah (Skripsi, Artikel, dan Makalah), serta Karya Sastra (Puisi maupun Prosa) berbeda-beda. Masing-masing mempunyai cara dan bentuk penulisan yang berbeda karean berada pada tiga ranah yang mempunyai keunikan masing-masing.
Pada dasarnya judul dalam tiga ranah tersebut (berita, karya ilmiah, dan karya sastra) mempunyai kesamaan yaitu: Judul harus menarik perhatian pembaca untuk dapat tertarik. Judul juga harus mewakili keseluruhan isi berita, keseluruhan karya sastra, dan keseluruhan isi karya ilmiah yang disusun.
Selain kesamaan harus sama-sama menarik, juga mempunyai kesamaan cara dan teknik penulisan hurufnya. Dalam penulisan judul, masing-masing awal kata harus ditulis dalam abjad kapital, kecuali kata sandang dan preposisi.
Cantoh penulisan judul yang benar:
Judul Berita
Potong Anggaran Disambut Positif
Susahnya Jual Flat yang Tertukar
Wiranto Perintahkan Operasi Darat
Tanam Sendiri Kemiri dan Daun Salam
Judul-judl isu di atas merupakan judul isu yang diturunkan dalam koran Jawa Pos pada tanggal 5 Agustus 2019. Dalam penulisan judul isu penggunaan preposisi dan kata yang ‘tidak  penting’ dapat dihilangkan.
Kata yang disebut ‘tidak penting’ maksudnya maknanya sudah dipahami oleh pembaca. Judul isu harus singkat dan padat alasannya yakni keterbatasan ruang dalam surat kabar atau televisi. Hal ini tampak dalam judul Wiranto Perintahkan Operasi Darat, kalimat yang lengkap yakni Wiranto Memerintahkan (TNI untuk Melakukan) Operasi Darat.
Lain lagi dengan judul isu untuk isu online. Judul isu online lebih bombastis cenderung lebih provokatif. Rumus judul isu untuk dapat menarik perhatian biasanya terdiri dari tiga bab yaitu, Kondisi atau perasaan, subjek dan tindakan.
Contoh Judul isu online:
Mengenaskan, Wanita ini Dibunuh Suaminya Sendiri.
Kata mengenaskan dalam judul di atas merupakan kondisi. Wanita ini merupakan subjek/objek sedangkan dibunuh suaminya yakni tindakan yang dilakukan atau dikenakan terhadap subjek/bojek. Agar lebih bombastis lagi biasanya juga dibumbui Wanita Cantik ini, atau Wanita Seksi.
Lain dengan hukum dan teknik penulisan judul dalam karya Ilmiah. Yang termasuk dalam karya ilmiah yakni Artikel Ilmiah, Skripsi, Disertasi, Tesis, atau Makalah, hasil penelitian lainnya. Dalam penulisan judul karya ilmiah ini harus disertakan jenis penelitian, objek, lokasi, dan teori yang dipakai dalam penelitiannya.
Contoh Judul Penelitian Karya Ilmiah Skripsi:
Wacana Grafiti Berbahasa Indonesia pada Bak Truk: Analisis Wacana Kritis.
Judul di atas mengandung tiga hal yang harus ada dalam judul sebuah karya ilmiah skripsi. Wacana yakni jenis penelitiannya, Grafiti Berbahasa Indonesia adalah objek penelitiannya, pada Bak Truk merupakan lokasi (sumber objek penelitian), dan Analisis Wacana Kritis merupakan teori yang dipakai dalam penelitian tersebut.
Jika tidak mengandung hal-hal tersebut sebuah judul penelitian atau karya ilmiah dapat dianggap tidak layak. Jadi, penulisan dalam judul penelitian karya ilmiah harus lengkap dan jelas.
Lain lagi dengan judul yang menempel pada karya sastra. Judul yang ditulis untuk sebuah karya sastra cukup memenuhi dua hal yaitu menarik dan berkarakter. Tidak peduli seberapa panjang judulnya, tidak peduli juga sesuai dengan isi atau tidak sebuah karya sastra.
Contoh judul naskah drama karya Putu Wijaya:
Anu
Satu kata yang tidak mempunyai makna spesifik. Hal ini merujuk pada sebagian besar kata yang disensor sendiri oleh pengarang dalam karya dramanya. Banyak tokoh yang memakai kata anu untuk memakai hal-hal yang dianggap membahayakan diri.
Penggunaan judul  yang hanya satu kata ini juga berkaitan dengan karakter Putu Wijaya yang lebih banyak memberi judul karyana baik prosa maupun drama dengan hanya satu kata. Contoh judul karya-karya Putu Wijaya: Anu, Bintang,.
Bahkan ada pula judul sebuah karya sastra yang kata tersebut tidak ada dalam isi karyanya, contohnya lagu yang dipopulerkan oleh Iwan Fals: Belum ada Judul.

Intinya penulisan sebuah judul, baik judul berita, judul karya sastra puisi, prosa, drama, novel, dan judul karya ilmiah yang mencakup skripsi, tesis, disertasi, artikel ilmiah, dan makalah harus memenuhi unsur menarik. Menarik peminat pembaca untuk mendalami keseluruhan tulisan.