Cara Bicara Kepada Siswa Perihal Kejahatan Terorisme

Diposting pada
Bom Sarinah

Indonesia lagi-lagi dilanda teror bom (Kamis 14 Januari 2019), kali ini lokasinya di Pusat perbelanjaan Sarinah di Jalan MH. Thamrin, StarBucks Cafe dan pelakunya sempat melarikan ke Gedung Djakarta Teather yang berada di Jakarta Pusat. 

Ledakan tersebut menghancurkan beberapa tempat, korbannya ada yang merupakan bom bunuh diri dan juga pegawapemerintah dan masyarakat sipil. Pelakuknya diduga sengaja ingin memperlihatkan teror kepada sasaran masyarakat Indonesia dengan sasaran yang mereka inginkan yakni pegawapemerintah keamanan dan warga negara asing. 

Hingga goresan pena ini diturunkan sudah ada 7 korban yang meninggal dunia termasuk pelaku bom bunuh dirinya. Sebagai seorang pendidik, tentu dengan melihat tayangan gosip kejahatan terorisme di televisi, media online dan media umum lainnya yang dapat diakses oleh bawah umur tentu harus bijak menyikapi dan menjelaskannya. Karena kalau salah mereka akan keliru perihal pemahaman terhadap kejahatan terorisme terutama dampakanya pada psikologis mereka. 
Oleh alasannya yakni itu harus ada cara untuk memperlihatkan klarifikasi perihal kejahatan terorisme kepada siswa biar mereka dapat memahaminya. Berikut cara berbicara kepada siswa perihal Kejahatan Terorisme

  1. Sediakan waktu bicara kepada siswa perihal kejahatan terorisme. Siswa sering mengakibatkan guru kawasan mencari informasi dan pemahaman perihal apa yang sedang terjadi. 
  2. Bahas secara singkat apa yang terjadi, mencakup fakta-fakta yang sudah terverifikasi. Jangan membuka ruang terhadap rumor, isu dan spekulasi. 
  3. Beri kesempatan siswa untuk mengungkapkan perasaannya perihal tragedi/kejahatan yang terjadi. Nyatakan dengan terang rasa sedih kita terhadap para korban dan keluarganya. 
  4. Arahkan rasa kemarahan pada sasaran yang tepat, yaitu pada pelaku kejahatan, bukan pada identitas golongan yang didasarkan pada prasangka. 
  5. Kembali pada rutinitas normal. Terorisme akan sukses apabila mereka berhasil mensugesti kehidupan sehari-hari dan kebangsaan kita. 
  6. Ajak siswa berpikir positif. Ingatkan bahwa negara kita telah melewati banyak bencana dan dilema dengan tegar, gotong royong, semangat persatuan dan saling menjaga. 
  7. Ajak siswa berdiskusi dan mengapresiasi kerja polisi, TNI, dan petugas kesehatan yang melindungi, melayani, dan membantu kita di masa tragedi. Diskusikan lebih banyak perihal sisi kesigapan dan keberanian mereka daripada sisi kejahatan pelaku teror. 
Sumber :  Twitter @Kemendikbud_RI