banner 728x250

Bosen Sama Pandemi? Yuk Lakuin 5 Tips Ini Demi Lawan Covid-19 Semoga Ambyar!

  • Share
banner 468x60

Tak terasa pandemi covid-19 sudah berjalan selama 7 bulan lamanya. Sejak itu terjadi pergantian kebiasaan dalam penduduk , mulai dari jam buka mal yang dipercepat, kebiasaan orang-orang mengenakan masker saat berada di daerah umum dan bahkan sampai kebiasaan bekerja dari rumah.

Kalau ditanya, “Bosen gak sih pandemi mulu?” Tentu saya akan menjawab “bosen”. Semuanya gara-gara corona! Soalnya gara-gara corona, banyak sektor kesehatan jadi terdampak dan banyak kegiatan ekonomi penduduk yang terhambat.

banner 336x280
 Sejak itu terjadi perubahan kebiasaan dalam masyarakat Bosen Sama Pandemi? Yuk Lakuin 5 Tips Ini Demi Lawan Covid-19 biar Ambyar!
Poster seminar online bersamablogger bertemakan “Yuuk Disiplin… Covid-19 Ambyar” (dokpri)
Saya pikir kayaknya kita enggak mampu deh hidup kayak gini terus-terusan. Virus mungkin enggak bisa langsung dihilangkan saja dari wajah bumi. Tapi bagaimana pun kita mesti mencari cara agar covid-19 ambyar.

Ngomongin soal cara, berikut ada 5 kiat yang mampu kita kerjakan biar covid-19 ambyar. Kelima tips ini aku ambil sarinya dari pelatihan online bareng blogger bertemakan “Yuk Disiplin.. COVID-19 Ambyar!” yang diselenggarakan oleh Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI. 

Apa sajakah itu? Check this out!

1. Disiplin Terapkan 3M

Tips pertama yang harus kita lakuin untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 yaitu disiplin dalam menerapkan 3M. Hal ini mirip yang disampaikan oleh dr. Riskiyana Sukandhi Putra, M.Kes. selaku Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI dalam paparannya dikala pelatihan berlangsung.

 Sejak itu terjadi perubahan kebiasaan dalam masyarakat Bosen Sama Pandemi? Yuk Lakuin 5 Tips Ini Demi Lawan Covid-19 biar Ambyar!
Pak Riskiyana Sukandhi Putra, Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes RI, salah satu pembicara di pelatihan online bersamablogger di era pandemi (dokpri)

Hah, 3M? Apa tuh?

3M sendiri adalah akronim dari 3 aktivitas yang dikerjakan dalam menyambut Adaptasi Kebiasaan Baru (ABK). Sesuai namanya, semua aktivitas ini berawalan abjad M, yakni (M)emakai masker, (M)encuci tangan dan (M)enjaga jodoh eh jarak.

Memakai masker, ialah salah satu gerakan dari 3M yang harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari (dokpri)

Sebenarnya ini bukan hal gres sih. Soalnya kegiatan-aktivitas yang dimaksud dalam 3M udah sering banget dikampanyekan oleh pemerintah. 

Dari sisi tingkat kesusahan, 3M bekerjsama gampang banget buat dilakuin. Sayangnya, kegiatan ini sering disepelekan oleh penduduk padahal banyak yang telah mengetahuinya.

Di sini aku jadi mikir, apa susahnya ya masyarakat untuk menerapkan 3M? Oke deh kalau 3Mnya mempunyai arti (M)elakukan Kayang, (M)elakukan Split dan (M)elakukan Salto, masuk nalar jika masyarakat ogah menerapkannya (yaiyalah). 

Tapi 3M di sini kan mudah banget. Jadi bergotong-royong gak ada argumentasi buat enggak dilakuin sebab siapapun mampu mempraktekkannya. 3M sederhana sih kegiatannya. Kendati demikian, dampaknya amat mempunyai arti untuk sesama.  

Baca juga:  Fitur Tabel Di Blogger Terbaru Hilang

2. Perkuat 7 Moral Virtue

Tips berikutnya untuk melawan covid-19 semoga ambyar adalah kita mesti memperkuat 7 adab virtue yang ada dalam diri kita. Tak mampu disangkal, unsur psikologi yang baik turut berperan agar corona semakin insekyur dikala berhadapan dengan insan.

Apa tuh 7 akhlak virtue? 

Berdasarkan paparan dari psikolog Dr. Rose Mini Agus Salim, M.Psi. atau biasa diketahui dengan istilah Bunda Romi, 7 tabiat virtue mempunyai arti 7 hal esensial dalam watak. Ini ialah aspek internal yang dimiliki setiap manusia. Semakin kuat watak virtue yang dimiliki oleh seseorang, maka makin besar juga tingkat kepatuhannya dalam menerapkan protokol kesehatan selama pandemi.

 Sejak itu terjadi perubahan kebiasaan dalam masyarakat Bosen Sama Pandemi? Yuk Lakuin 5 Tips Ini Demi Lawan Covid-19 biar Ambyar!
Bunda Romi saat berbicara dalam seminar online yang diadakan oleh Kemenkes RI (dokpri)

Lalu apa sajakah ketujuh watak virtue yang dimaksud? Nah, berikut penjelasannya! 

  1. Empati (emphaty). Empati yaitu kesanggupan mengerti perasaan, anggapan dan keinginan doi orang lain. Misalnya, jangan batuk di hadapan wajah orang lain.
  2. Hati nurani (conscience), bunyi hati yang menyuarakan mana yang benar dan salah. Misalnya, sadar bahwa tidak mengenakan masker ketika beraktivitas di luar selama pandemi adalah langkah-langkah yang salah.
  3. Kontrol diri (self-control), kemampuan mengendalikan dorongan dan berpikir sebelum bertindak. Misalnya, menetapkan untuk menjinjing masker dan hand sanitizer sebelum berpergian.
  4. Menghargai (respect), kemampuan memperlakukan dan menganggap orang lain berharga. Misalnya, tidak mencium tangan orang bau tanah saat berjumpa dengannya untuk menghindari penularan covid-19.
  5. Kebaikan (kindness), perhatian terhadap kemakmuran orang lain. Kebaikan mulai dipelajari sejak usia balita utamanya saat anak memiliki binatang peliharaan. Misalnya,
  6. Tenggang Rasa (tolerance), penghargaan kepada mutu tiap individu, mampu menerima orang apa adanya. Misalnya, kita menghargai keputusan orang yang tidak mampu diajak untuk ketemuan selama pandemi covid-19.
  7. Keadilan (fairness), kemauan memperlakukan orang lain secara patut, adil dan tidak memihak. Misalnya, bila kita menetapkan untuk tidak bersalaman dengan si A selama pandemi, maka kita juga harus memperlakukan si B dengan cara yang serupa.
Moral virtue enggak mampu diperoleh dalam jangka waktu yang singkat. Untuk memperkuatnya, kita harus membiasakannya dalam kehidupan secara konsisten supaya menjadi bagian dari diri kita sehari-hari. 

3. Mulai dari Diri Sendiri dan Jadilah Contoh bagi Orang Lain

Langkah ketiga yang harus kita kerjakan supaya covid-19 ambyar yaitu mulailah dari diri sendiri. Poin ini sering banget kita denger dalam berbagai kesempatan sesungguhnya, tetapi seringkali terlalaikan.

Memulai dari diri sendiri memiliki arti kita melaksanakan sesuatu yang benar tanpa peduli apakah orang lain sudah melakukannya terlebih dulu atau apa tidak. 

Baca juga:  Kenapa Mesti Klik Eject Sebelum Lepas Flashdisk Dari Komputer Atau Laptop

Jadi kita enggak nunggu orang lain. Kalau orang lain enggak melakukannya, bukan berarti kita ikut-ikutan juga. Kita melaksanakan sesuatu atas kesadaran diri sendiri. 

 Sejak itu terjadi perubahan kebiasaan dalam masyarakat Bosen Sama Pandemi? Yuk Lakuin 5 Tips Ini Demi Lawan Covid-19 biar Ambyar!
Mulailah dari diri sendiri, kiat untuk melawan covid-19 biar ambyar dari Bunda Romi (dokpri)

Enggak perlu ngikutin tetangga sebelah yang pergi kemanapun gak pernah pakai masker. Gak perlu ngikutin orang lain juga jika ada yang enggak jaga jarak dikala berada di tempat biasa . Cukup mulai dari diri sendiri. Tanyakan pada diri sendiri. Kalau bukan kita, siapa lagi?

Kita memang bukan publik figur atau selebritis yang followersnya banyak. Namun Bunda Romi menerangkan bahwa dengan mengawali dari diri sendiri, kita dapat menjadi pola bagi orang lain. Enggak perlu banyak-banyak, minimal dari anggota keluarga atau orang terdekat kita. 

Di saat kita menjadi contoh, bukan tak mungkin orang lain akan mengikuti apa yang kita kerjakan tanpa mereka sadari. Di saat orang lain mengikuti apa yang kita kerjakan, bukan tidak mungkin pula dia akan menjadi pola bagi orang lain. Di ketika siapa saja menjadi pola, maka corona pun bakal menangis melihat kekompakan semua manusia dalam melawannya.

4. Lakukan Sesuai Peran Masing-masing

Tips keempat adalah kita bisa melakukan sesuatu sesuai tugas masing-masing, baik lewat komunitas ataupun tidak. Ini seperti yang dijelaskan oleh Kak Wardah Fajri atau kak Wawa sebagaifounder Komunitas Bloggercrony.
 Sejak itu terjadi perubahan kebiasaan dalam masyarakat Bosen Sama Pandemi? Yuk Lakuin 5 Tips Ini Demi Lawan Covid-19 biar Ambyar!
Kak Wardah Fajri menyampaikan paparannya dalam pelatihan online bareng blogger di kala pandemi (dokpri)

Pada kala pandemi seperti sekarang, blogger sendiri mampu berperan sebagai penyebar literasi digital yang faktual untuk mencegah hoax yang berkembang. Oleh sebab itu, bloggercrony tekun melakukan diskusi, edukasi dan aktivasi, baik lewat konten-konten yang kasatmata dan benar di media sosial ataupun edukasi via webinar kepada para membernya. Bloggercrony percaya bahwa makin teredukasi seseorang, maka semakin besar peran mereka dalam melawan covid-19. 

 Sejak itu terjadi perubahan kebiasaan dalam masyarakat Bosen Sama Pandemi? Yuk Lakuin 5 Tips Ini Demi Lawan Covid-19 biar Ambyar!
Beberapa teladan aktivitas yang Bloggercrony kerjakan selama pandemi (dokpri)

Namun bagi yang bukan blogger, tidak perlu cemas. Apapun latar belakangnya, kita mampu menunjukkan sumbangsih dalam menghadapi pandemi. 

Baca juga:  8 Sayuran untuk Ibu Hamil dan Cara Mengolahnya - Lifestyle - lagikepo.com - LAGIKEPO

Seorang guru mampu berperan menyosialisasikan tentang menerapkan protokol kesehatan terhadap murid-muridnya ketika PJJ. Seorang ibu dapat berperan dengan menasehati anaknya. Seorang anak juga mampu berperan dengan menunjukkan berita yang benar terhadap kedua orang tuanya. 

Setiap orang memiliki arti. Tidak ada latar belakang yang remeh temeh. Sekecil apapun peranmu, tidak akan pernah sia-sia untuk sama-sama bergandengan tangan dalam menghadapi pandemi covid-19.

5. Saling Menguatkan

Ada satu poin yang disampaikan oleh kak Wawa dalam seminar dan membuat aku terngiang hingga sekarang. Intinya ia bilang bahwa selama pandemi kita harus “saling menguatkan”. Yap, “saling menguatkan” yaitu kata kunci dalam menghadapi covid-19.

Tak bisa disangkal, pandemi tak cuma berpengaruh pada sektor kesehatan saja namun juga turut menghipnotis ekonomi masyarakat. Tidak sedikit di antara kita yang mengalami penurunan pendapatan dan bahkan mesti rela kehilangan pekerjaan.

Dengan kehidupan di tengah pandemi yang lebih susah dibandingkan sebelumnya, maka kita butuh orang lain untuk saling menguatkan. 

Jika kita mengetahui ada pedagang di sekitar kita yang terdampak ekonomi balasan corona, kita mampu menunjukkan kekuatan dengan cara berbelanja dagangannya. Mungkin jumlah yang kita beli memang tidak seberapa. Tapi mampu jadi apa yang kita kerjakan amat berarti bagi mereka.

Selain berbelanja barang jualan, kita juga mampu menunjukkan pertolongan pribadi baik berupa duit ataupun keperluan pokok kepada teman atau orang di sekitar kita yang terdampak corona. Hal ini mirip yang dilaksanakan Komunitas Bloggercrony selama pandemi. 

 Sejak itu terjadi perubahan kebiasaan dalam masyarakat Bosen Sama Pandemi? Yuk Lakuin 5 Tips Ini Demi Lawan Covid-19 biar Ambyar!
Menggalang donasi, salah satu cara yang bloggercrony kerjakan untuk saling menguatkan sesama blogger pada abad pandemi (dokpri)

Saat mengetahui ada sejumlah sahabat bloger yang terdampak pandemi, komunitas bloggercrony melakukan inisiatif dengan cara memberikan derma terhadap mereka yang memerlukan. 

Tapi saling menguatkan di sini tidak memiliki arti terbatas pada materi saja. Kita juga bisa saling menawarkan kekuatan dalam bentuk perlindungan etika. Dengan tidak mengucilkan orang yang konkret covid-19 dan bahkan memberikannya doa serta semangat untuk sembuh, kita juga sudah memperlihatkan kekuatan terhadap orang lain untuk terus bertahan di tengah pandemi.

 

Nah, itu dia 5 tips yang bisa kita lakukan demi musuh covid-19 biar ambyar. Tanpa perlu nunggu lama, yuk kita lakuin sekarang juga!

banner 336x280
banner 120x600
  • Share