Bersatu Dalam Perbedaan (Permainan Kepemimpinan Penegak)

Diposting pada

Konsep

Melalui permainan ini para Pramuka Penegak diperlukan dapat  memperoleh pengalaman dan pelajaran wacana sikap insan didalam berkelompok.  Manusia cenderung mengutamakan rasa kondusif sehingga lebih menentukan berkelompok dengan orang yang sudah dikenalnya, orang yang sama latar belakang status sosial, suku, agama, tingkat pendidikan, dll. Padahal pada  kenyataannya  sikap mengutamakan rasa kondusif dalam berkelompok tidak selamanya membawa manfaat yang optimal, alasannya seringkali bergabung dengan kelompok yang anggotanya orang-orang gres justru seseorang  mempunyai peluang menyebarkan dirinya secara optimal.

 Alur Permainan
Alur permainan ini biar efektif sebagai media training potensi kepemimpinan Pramuka Penegak harus dilakukan dengan urutan sbb : bermain – mengalami – menghayati – mendiskusikan – menyimpulkan dan mengambil pelajaran.

Spesifikasi :

  • Lokasi              :  sanggup dilaksanakan didalan atau diluar ruangan
  • Durasi              :  25 – 30 menit
  • Jumlah penerima :  40 orang
  • Alat                  :  papan tulis, spidol, kertas, dll

Tujuan

  • Melatih keberanian  membangun kelompok dengan orang-orang dari banyak sekali latar belakang. 
  • Mengembangkan  kemauan untuk memahami dan mendapatkan orang lain  dengan segenap perbedaannya dan memakai perbedaan itu sebagai alat membangun kekuatan.

Prosedur  Permainan :

Tahap/Putaran  1

  • Anggota ambalan yang sedang mengikuti  latihan pada hari itu diminta untuk berbaur , tidak berkelompok menurut sangga masing-masing  duduk dalam suasana santai.
  • Kakak Pembina memperlihatkan pengantar singkat wacana permainan yang akan dilaksanakan bersama baik cara maupun manfaat yang bisa dipetik. 
  • Kakak Pembina menyiapkan dan meletakkan di atas meja cuilan kertas (sebesar amplop kecil)  dengan 5 warna, yaitu merah, hijau, kuning, hitam dan biru.
  • Para Penegak  akan diperintah untuk  mengambil  kertas, masing-masing 1 buah, dengan cara maju satu persatu dan membuktikan warna pilihannya kepada teman-temannya. 
  • Setelah semua mengambil kertas, Para Penegak diminta  membentuk kelompok berdasar atas warna kertas pilihanya. Yang menentukan warna merah berkelompok dengan warna merah, yang menentukan warna hijau berkelompok dengan warna hijau, dst.
  • Setelah semua  Penegak berkelompok berdasar warna kertas pilihannya,  Kakak Pembina memperlihatkan tugas  kepada tiap kelompok untuk menuntaskan sebuah pekerjaan tertentu dengan durasi tertentupu.
  • Tugas tersebut, contohnya Kakak Pembina  memberikan  amplop yang berisi sebuah gambar (missal: gambar Gajah) dan  potongan-potongan kertas. Potongan kertas tersebut harus disusun menjadi bentuk Gajah dengan durasi tertentu, (missal :  selama 10 menit).

Tahap/Putaran  2

  • Ketika kiprah menyusun pazle tamat – Kakak Pembina kemudian menyuruh para Penegak biar membuka kertas tipis yang  menempel  dibelakang kertas warna yang diambil pada permainan tahap pertama tadi.
  • Pembina  memberikan bahwa di belakang kertas warna terdapat hurup A,B,C,D,E, kemudian menyuruh para Penegak untuk membikin kelompok baru.
  • Kelompok gres tersebut  tidak lagi menurut warna kertas tetapi menurut hurup yang ada dibelakangnya.  Yang menerima hurup A berkumpul dengan hurup A, hurup B dengan hurup B, yang menerima hurup C dengan Hurup C,  dst.
  • Agar terbentuk kelompok yang gres dibanding kelompok yang menurut warna kertas, Pembina harus memberi abjad yang berbeda-beda untuk kertas yang sama. Misalnya  di kertas Hijau ada yang ditulis  hurup A, ada yang  ditulisi hurup  B, ditulisi hurup C, dst.
  • Setelah terbentuk kelompok gres dengan komposisi anggota yang berbeda,  Kaka Pembina memberi kiprah kembali dengan jenis kiprah yang sama namun dengan bobot bahan yang lebih sulit. Misalnya : pada kiprah pertama menciptakan puzzle gajah  dari 4 potongan, maka  pada kiprah kedua menciptakan puzzle gajah dari 8 – 10 potongan.

Kecenderungan yang terjadi

1.  Pada tahap/putaran 1
     Para penegak akan  menentukan warna kertas menurut warna  yang dipilih oleh sobat terdahulu
     yang sudag menentukan dengan kecendearungan :

  • Jika penegak/teman  sebelumnya adalah  sobat yang disukainya maka  ia akan  mengambil warna yang sama – dengan keinginan biar bisa satu kelompok
  • Jika penegak/teman sebelumya adalah  penegak/teman yang tidak disukainya maka ia  akan mengambil warna yang  berbeda – dengan keinginan biar tidak satu kelompok.

2. Pada tahap/putaran  2

  • Akan terdapat mulut kecewa,  takut, tidak senang, dsb alasannya akan berkelompok dengan orang-orang yang tidak disukainya.
  • Akan ada eksresi senang, surprise, lega alasannya tetap berhasil  mempertahankan keelompoknya dengan orang-orang yang disukainya.

Diskusi

Setelah permainan diputaran pertama dan kedua selesai, Kakak Pembina kembali mengajak Para Penegak untuk mendiskusikan  pengalaman dan pelajaran yang bisa diambil. Dengan fokus diskusi kurang lebih akan mencakup hal-hal sbb :

  • Adakah saat para Penegak  menentukan sebuah warna, melihat  warna apa yang dipilih oleh sobat yang terdahulu. Jika iya mengapa, bila tidak mengapa.
  • Adakah para Penegak yang beropini lebih baik tidak menentukan dimana ia ditempatkan, tetapi pasrah dan berbuat yang terbaik dikelompook manapun?
  • Manakah yang terbaik antara kelompok yang di bentuk pertama dan kedua?
  • Faktor apa saja yang mengakibatkan seseorang ingin sekelompok dengan orang tertentu?
  • Faktor apa saja yang mengakibatkan seseorang tidak ingin menjadi satu kelompok dengan orang tertentu?
  • Apa yang sebaiknya dilakukan bila seseorang berada di kelompok orang yang tidak diinginkan?

Pembahasan

  • Pertanyaan  dan kecenderungan-kecenderungan di atas akan menjadi diskusi yang menarik bila Pembina bisa mengarahkan dan membawa seluruh penegak untuk aktif berbicara.  
  • Pembina harus bisa mengarahkan para Penegak biar dapat  menyimpulkan permainan di atas sekaligus memperlihatkan pelajaran wacana “perilaku berkelompok”.
  • Hasil diskusi paling tidak harus bisa memperlihatkan pemahaman bahwa dalam berkelompok “perbedaan anggota tidak selamanya akan menjadi halangan untuk berkembang,  bahkan bisa menjadi potensi pendukung kemajuan bila perbedaan itu dikelola dengan baik”
  • Pembina diperlukan bisa mengidentifikais sikap berkelompok yang  secara sadar atau tidak sadar sering menghambat perkembangan seseorang diantaranya :

               –   Di dalam berkelompok insan cenderung mengganggap bahwa seseorang yang secara
                   fisik terlihat bisa memperlihatkan perlindungan, jaminan, kepastian, atau kebahagiaan
                   biasanya akan menjadi pilihan utama.
               –   Disisi lain, ada pula kecenderung seseorang lebih suka berkelompok dengan  orang
                   yang lebih  lemah, kekurangan, lebih bodoh, lebih miskin, dsb  dengan keinginan ia
                   merasa bisa menjadi seorang  pengayom atau orang  yang bisa menolong kepada
                   sesamanya.
               –  Berkelompok dengan mitra seiring adakalanya tidak memperlihatkan nilai tambah untuk
                  maju alasannya sudah saling tenggang rasa, sebaliknya berkelompok dengan kawan-kawan
                  gres kadang lebih dinamis alasannya ada semangat “bersaing” dan saling “mengisi”.

Varasi

Apa yang disampaikan di atas ialah sekedar contoh, para Pembina diperlukan bisa lebih menyebarkan variasi permainan baik dari segi media (tidak harus kertas), segi tahapan (bisa dibentuk dengan bermacam-macam tahapan), segi diskusi (dengan memperluas sudut pandang) maupun segi-segi lainnya. Hal ini untuk menghindari kebosanan bagi Penegak yang kebetulan pernah iukt atau mengetahui jenis permainan ini.  Hal terpenting ialah bukan “permainannya” tetapi kemampuan untuk “menangkap pelajaran” yang terkandung didalam permainan ini.
Selamat Memandu.
Sumber :
Dr. Adi Soenarno, MBA, “Ice Breaker, Permainan Atraktif Edukatif untuk Pelatihan Manajemen”,  Penerbit ANDI Yogyakarta, 2005.
Diadaptasi & ditulis ulang untuk keperluan “Ensiklopedia Pramuka”  (‘aiw)