banner 728x250

Berita Terbaru: Ini Alasan Hacker Rampok Rp 8,7 T Uang Kripto – LAGIKEPO

  • Share
Ramai Bank Digital di RI, Waspada Rampok Hacker Mengintai
banner 468x60



LAGIKEPO |

Jakarta, CNBC Indonesia – Seorang hacker mengklaim sebagai aktor di balik pencurian uang kripto terbesar sepanjang masa. Ia melakukan aksi tersebut “untuk bersenang-senang”.

banner 336x280

Sepekan terakhir dunia kripto dihebohkan oleh aksi pencurian US$600 juta lebih atau setara Rp 8,7 triliun (asumsi Rp 14.500/US$) uang kripto dari platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) Poly Network. Ini merupakan perampokan digital terbesar sepanjang sejarah.

DeFi bertumbuh sangat cepat dalam industri uang kripto bertujuan untuk mereproduksi produk keuangan tradisional seperti pinjaman dan perdagangan tanpa keterlibatan perantara.

Poly Network sendiri adalah platform untuk menghubungkan blockchain yang berbeda sehingga mereka dapat bekerja sama. Blockchain merupakan buku besar transaksi digital yaang dikelola jaringan komputer terdistribusi, tidak dikendalikan otoritas.

Pada Selasa lalu, seorang hacker mengeksploitasi cacat dalam kode Poly Network untuk mencuri data. Menurut peneliti keamanan blockchain SlowMist, Polu Network dirampok lebih daru US$610 juta dalam serangan tersebut.

Poly Network kemudian memohon kepada peretas untuk mengembalikan uang itu dan, tentu saja, dan hampir seluruh dana tersebut sudah dikembalikan menurut Poly Network.

Dalam tanya jawab yang disematkan dalam transaksi mata uang digital pada Rabu lalu, seseorang yang mengaku sebagai peretas anonim menjelaskan alasan di balik peretasan , aksi itu untuk “untuk bersenang-senang.”

“Ketika melihat serangga itu, saya memiliki perasaan campur aduk,” kata hacker itu seperti dikutip dari CNBC International, Senin (16/8/2021). “Tanyakan pada diri sendiri apa yang harus dilakukan jika Anda menghadapi begitu banyak keberuntungan. Meminta tim proyek dengan sopan agar mereka bisa memperbaikinya? Siapa pun bisa menjadi pengkhianat yang diberi satu miliar!”

“Aku tidak bisa mempercayai siapa pun!” ujar hacker tersebut. “Satu-satunya solusi yang bisa saya temukan adalah menyimpannya di akun _trusted_ sambil menjaga diri saya anonymous dan aman.”

Baca juga:  Perubahan SIM C Berlaku Agustus Ini, Biayanya Segini - LAGIKEPO

Orang tersebut juga memberikan alasan untuk mengembalikan dana tersebut, dengan mengklaim: “hal Itu selalu rencananya! Saya tidak tertarik dengan uang! Saya tahu itu menyakitkan ketika orang diserang, tetapi bukankah mereka seharusnya belajar sesuatu dari peretasan itu? “

Tom Robinson, kepala ilmuwan di perusahaan analitik blockchain Elliptic, mengatakan orang yang menulis tanya jawab itu”pasti” peretas di balik serangan Poly Network.

“Pesan-pesan tersebut disematkan dalam transaksi yang dikirim dari akun peretas,” kata Robinson. “Hanya pemegang aset curian yang bisa mengirimnya.”

[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)



2021-08-16 07:15:00

Source link

banner 336x280
banner 120x600
  • Share