banner 728x250

Bareng Bar Bca, Optimis Sambut Ekonomi Indonesia 2020 Di Pemerintahan Yang Baru

  • Share
banner 468x60
Enggak terasa sebentar lagi 2019 rampung. Memasuki tahun gres 2020 yang akan berlangsung sekitar 3 bulan lagi, pasti ada berbagai tantangan yang menghadang. Sebagai sektor mendasar yang memilih kehidupan bangsa ke depannya, ekonomi menjadi sektor yang mesti diperhatikan.
Lantas mirip apakah kondisi ekonomi global saat ini dan apa yang mesti Indonesia kerjakan untuk menghadapi tantangan di tahun depan? Nah, inilah yang dibahas dalam Kafe BCA pada Jumat, 18 Oktober 2019 kemudian. Kafe BCA sendiri yaitu suatu lembaga diskusi yang diadakan oleh BCA dengan mengangkat informasi ekonomi selaku topik bahasannya.

Sebenarnya Kafe BCA diadakan setiap 3 bulan sekali di Menara BCA lantai 22. Namun pada edisi ke-11 kemarin, aku baru mengikutinya untuk pertama kali. Seketika saya merasa bahagia karena aku bisa menerima aneka macam pengetahuan dan pengetahuan gres dalam bidang ekonomi. Sebagai generasi milenial, sudah semestinya kita melek akan keadaan ekonomi di negeri sendiri.

banner 336x280

Dengan mengangkat tema “Economy Outlook 2020”, kali ini BCA mengajak aneka macam kelompok untuk melihat prediksi ekonomi sekaligus citra tentang apa yang harus kita lakukan dalam menghadapi tahun 2020. Kegiatan tersebut dimoderatori oleh Bayu Sutiono, seorang pembawa isu kawakan dan mendatangkan berbagai narasumber kompeten dalam bidang keuangan, di antaranya adalah David Sumual (Kepala Ekonom BCA), Pieter Abdullah (Direktur Riset CORE Indonesia) dan Febrio Nathan Kacaribu (Kepala Kajian Makro LPEM UI).
 tentu ada berbagai tantangan yang menghadang Bersama Kafe BCA, Optimis Sambut Ekonomi Indonesia 2020 di Pemerintahan yang Baru
“Economy Outlook 2020”, jadi tema utama di diskusi santai di Kafe BCA ke-11 (dokpri)

Ekonomi Indonesia 2020 Capai 5,3%, Realistis?

Dalam diskusi “Economy Outlook 2020” yang dilakukan di Kafe BCA diterangkan bahwa ketika ini  Indonesia memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi pada 2020 meraih 5,3%. Padahal Bank Dunia memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 hanya sebesar 5% dan beberapa pihak bahkan menyatakan di bawah 5%. Wah,wah…
Baca juga:  Penting! Aplikasi Eraport Semester Ganjil 2018/2019 Gunakan Model 1.2

Menurut kalian gimana? Saya sendiri sih merasa kok kurang realistis ya? Soalnya Bank Dunia aja memprediksi 5%. Kok Indonesia berani-beraninya masang target 5,3%?

Itu sih kata saya. Namun berdasarkan Direktur Riset CORE Indonesia Pieter Abdullah, realistis atau tidak itu tidak dilihat dari angkanya, melainkan tergantung dari  upayanya. Semakin besar upaya yang dikerjakan, maka makin mudah bagi Indonesia untuk meraih angka tersebut. Untuk melihat kemajuan ekonomi di abad depan, Pieter kemudian menciptakan dua skenario, yakni baseline dan optimis. 

 
Baseline yakni kondisi dimana most likely mirip apa kebijakan dan sasaran yang diambil oleh pemerintah, gres kita bandingkan ini realistis atau tidak. Dalam hal ini pemerintah mesti mengambil kebijakan yang ideal untuk diambil. Untuk baseline, asumsi saya untuk kemajuan ekonomi tahun depan relatif agak suran. Tapi untuk optimis, jika pemerintah melakukan kebijakan yang sempurna, bukan tidak mungkin perkembangan kita akan melampaui sasaran. Balik lagi, itu tergantung pada upaya yang dilaksanakan.” papar Pieter.
Di program diskusi tersebut aku gres tahu bahwa ternyata ada 2 faktor utama yang mempengaruhi kemajuan ekonomi. Pertama yakni aspek global dan kedua yaitu faktor domestik. Baik global dan domestik, kedua-duanya memiliki tantangan dan peluang. Kalau kata Pak Pieter sih, kuncinya adalah bagaimana kita melaksanakan antisipasi kondisi global dan mempergunakan peluang di domestik.
Masih bergantungnya Indonesia pada produk-produk komoditi serta menurunnya harga dan permintaan di sektor komoditi menciptakan kita enggak mampu lagi berharap kepada ekspor pada 2020. Terjadinya banyak sekali keadaan global seperti perang jualan antara Amerika Serikat, Brexit (keluarnya Britania Raya dari Uni Eropa) dan ketegangan politik di Timur Tengah sebetulnya adalah tantangan, tetapi di sisi lain ialah peluang bagi Indonesia.
 tentu ada berbagai tantangan yang menghadang Bersama Kafe BCA, Optimis Sambut Ekonomi Indonesia 2020 di Pemerintahan yang Baru
Perang dagang antara AS vs Tiongkok, salah satu masalah global yang sedang terjadi (dok. SHUTTERSTOCK)
Dengan langkah-langkah bank-bank sentral global dalam mengambil kebijakan yang lebih longgar dengan cara menurunkan suku bunga, Indonesia memiliki kesempatan besar pada tahun depan. Pada 2020 diprediksi ajaran modal bertambah sehingga tekanan untuk tahun depan menjadi berkurang. Yeay!
Lalu gimana dengan kancah domestik? Untuk kancah domestik bergotong-royong sih bukan hal yang mengasyikkan juga. Saat ini kita sedang mengalami defisit neraca perdagangan akhir komoditas global turun dan berefek pada rupiah itu yang terjadi pada 2018 dan permulaan 2019. Namun ternyata kita enggak perlu khawatir. Adanya kesempatan global membuat pedoman modal masuk sehingga rupiah menjadi lebih kuat, inflasi relatif rendah dan nilai tukar relatif terjaga. Mantap!
Baca juga:  Aplikasi Android Tik Smp Kelas 9 Dihapus, Ternyata Ini Penyebabnya

David Sumual selaku Kepala Ekonom BCA menjelaskan bahwa Indonesia sungguh berpengaruh di segi konsumsi domestik.  Ia kemudian membandingkan keadaan ekonomi antara Indonesia dan Vietnam.  “Dibandingkan dengan Vietnam, Indonesia mempunyai kesempatan yang sangat besar. Vietnam mengalami kewalahan dikala investasi masuk alasannya adalah infrastrukturnya belum siap, namun Indonesia telah siap sebab sudah membangun infrastruktur yang memadai.”

Dari 17 sektor yang dimiliki Indonesia, sektor pergudangan (storage) dan angkutanmenjadi sektor yang paling strategis dalam PDB kita. Hal itu disampaikan oleh Febrio Nathan Kacaribu sebagai Kepala Kajian Makro LPEM UI. “Sektor pergudangan dan transportasi hebat karena semenjak 2015 banyak mal tutup sehingga banyak pelaku perjuangan yang beralih ke tempat penyimpanan dan ekspedisi.” kata Febrio.

Ini Dia 3 Kebijakan yang Harus Pemerintah Lakukan!

Dari banyak sekali pemaparan narasumber, aku balasannya tahu bahwa Indonesia mempunyai kesempatan yang sangat besar dalam menghadapi banyak sekali tantangan yang ada. Namun berdasarkan saya kita enggak boleh lengah sedikit pun biar sebab kondisi ekonomi itu bersifat dinamis. Kita mesti melakukan bermacam-macam terobosan supaya kemajuan ekonomi tanah air pada 2020 mampu didapatkan dengan hasil maksimal.

Menurut Pieter, setidaknya ada 3 kebijakan yang mesti dilaksanakan oleh Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi dunia, yakni kebijakan fiskal, kebijakan moneter dan kebijakan sektor riil. Untuk kebijakan moneter sudah dikerjakan, sehingga tersisa dua kebijakan lagi yang masih menjadi PR pemerintah.

Pada kebijakan fiskal, Pieter berharap pemerintah melaksanakan kebijakan fiskal yang lebih ekspansif melalui acara belanja yang lebih besar semoga terjadi stimulus fiskal. Selain itu dibutuhkan pemerintah juga melaksanakan counter cylical policy dengan menunjukkan intensif pajak yang lebih besar. Memang akan terjadi konsekuensi berbentukpenerimaan akan turun dan belanja akan naik, tetapi inilah salah satu terobosan yang bisa dilakukan.

Baca juga:  Cara Ganti Baterai Remote Kendaraan Beroda Empat Xenia Dengan Gampang
 tentu ada berbagai tantangan yang menghadang Bersama Kafe BCA, Optimis Sambut Ekonomi Indonesia 2020 di Pemerintahan yang Baru
Moderator dan para narasumber Kafe BCA: Economy Outlook 2020 (dokpri)

Sementara pada kebijakan sektor riil, pemerintah dibutuhkan dapat menciptakan kebijakan yang memudahkan investasi. Pada pemerintahan Jokowi era pertama, bahu-membahu telah ada upaya, namun sayangnya belum nendang.

Beruntung pemerintah menyadari itu melalui pecanangan omnibus law. Omnibus law sendiri ialah rangkuman dari kebijakan-kebijakan yang menghambat yang digabung menjadi satu UU dan ketentuan perundang-ajakan yang mencakup proses perizinan, ketenagakerjaan dan perpajakan.

Tak terasa diskusi kalem di Kafe BCA final diadakan. Wah, aku gres tahu bahwa ternyata potensi akan selalu ada dan peran kita ialah memanfaatkannya sebaik-baiknya.

Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin dan Kabinet Maju sudah dimulai. Indonesia sudah memasuki lembaran gres dalam menjadi bagian sejarah di dunia. Sebagai masyarakat Indonesia, saya mendukung acara-acara yang dijalankan pemerintah dan optimis bahwa pemerintahan yang gres ini dapat menjawab tantangan ekonomi bangsa di tahun 2020 dan tahun-tahun mendatang.

 tentu ada berbagai tantangan yang menghadang Bersama Kafe BCA, Optimis Sambut Ekonomi Indonesia 2020 di Pemerintahan yang Baru
Kabinet Indonesia Maju (dok. Kompas.com)

banner 336x280
banner 120x600
  • Share