banner 728x250

Bahan Mpls: Bahan Kesadaran Berbangsa Dan Bernegara

  • Share
banner 468x60
 Di era globalisasi ini banyak tantangan memang bagi negeri kita Materi MPLS: Materi Kesadaran Berbangsa Dan Bernegara

Di era globalisasi ini banyak tantangan memang bagi negeri kita, namun kesadaran berbangsa dan bernegara sudah sepatutnya rakyat dan pemerintah untuk bareng sama memberikan pengertian bagi rakyatnya, terutama kaum muda. Pemerintah ikut bertanggung jawab mengemban amanat untuk memberikan kesadaran berbangsa dan bernegara bagi warganya, jikalau rakyat bangsa Indonesia sudah tidak mempunyai kesadaran berbangsa dan bernegara, maka ini ialah ancaman besar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, yang mengakibatkan bangsa ini akan jatuh ke dalam keadaan yang sungguh parah bahkan jauh terpuruk dari bangsa-bangsa lainnya yang telah menyiapkan diri dari gangguan bangsa lain.

Mengingat kondisi bangsa kita sekarang, merupakan salah satu indikator bahwa warga bangsa Indonesia di negeri ini telah mengalami penurunan kesadaran berbangsa dan bernegara.  Hal ini mampu kita lihat dari berbagai daerah sering bergejolak diantaranya tawuran antar warga, perkelaian pelajar, kekecewaan kepada hasil pilkada, perebutan lahan pertanian maupun tambang, dan lain-lain. Kesadaran Berbangsa dan Bernegara  memiliki makna bahwa individu yang hidup dan terikat dalam kaidah dan naungan di bawah Negara Kesatuan RI mesti mempunyai perilaku dan perilaku diri yang berkembang dari kemauan diri yang dilandasasi keikhlasan/kerelaan bertindak demi kebaikan Bangsa dan Negara Indonesia.

banner 336x280

Berbagai problem yang berkaitan dengan kesadaran berbangsa dan bernegara semestinya mendapat perhatian dan tanggung jawab kita semua. Sehingga amanat pada Undang-Undang Dasar 1945 untuk menjaga dan memelihara Negara Kesatuan daerah Republik Indonesia serta kemakmuran rakyat dapat diwujudkan.

Hal lain yang mampu mengganggu kesadaran berbangsa dan bernegara di tingkat perjaka yang perlu di cermati secara seksama adalah kian tipisnya kesadaran dan kepekaan sosial di tingkat cowok, padahal banyak persoalan-persoalan masyarakat yang membutuhkan peranan perjaka untuk menolong memediasi penduduk biar keluar dari himpitan dilema, baik itu duduk perkara sosial, ekonomi dan politik, sebab dengan terbantunya penduduk dari semua lapisan keluar dari himpitan persoalan, maka bangsa ini tentunya menjadi bangsa yang kuat dan tidak dapat di intervensi oleh negara apapun, karena penduduk itu sendiri yang harus disejahterakan dan jangan sampai mengalami penderitaan. Di situ cowok telah melaksanakan langkah konkrit dalam melakukan bela negara.

Baca juga:  Fitur Gres Aplikasi Yasin Dan Tahlil Nu Gratis Di Playstore (Tanpa Iklan)

Kesadaran bela negara adalah  dimana kita berupaya untuk menjaga negara kita dari bahaya yang mampu mengganggu kelancaran hidup bermasyarakat yang menurut atas cinta tanah air. Kesadaran bela negara juga dapat menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme di dalam diri masyarakat. Upaya bela negara selain sebagai kewajiban dasar juga ialah kehormatan bagi setiap warga negara yang dikerjakan dengan penuh kesadaran, sarat tanggung jawab dan rela berkorban dalam pengabdian terhadap negara dan bangsa. Keikutsertaan kita dalam bela negara merupakan bentuk cinta kepada tanah air kita.

Nilai-nilai bela negara yang mesti lebih dimengerti penerapannya dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara antara lain:

1.  Cinta Tanah Air

Negeri yang luas dan kaya akan sumber daya ini perlu kita cintai. Kesadaran bela negara yang ada pada setiap penduduk didasarkan pada kecintaan kita terhadap tanah air kita. Kita mampu merealisasikan itu semua dengan cara kita mengetahui sejarah negara kita sendiri, melestarikan budaya-budaya yang ada, menjaga lingkungan kita dan tentu saja mempertahankan nama baik negara kita.

2.  Kesadaran Berbangsa dan Bernegara

Kesadaran berbangsa dan bernegara merupakan sikap kita yang mesti sesuai dengan kepribadian bangsa yang senantiasa dikaitkan dengan impian dan tujuan hidup bangsanya. Kita dapat mewujudkannya dengan cara menangkal pertengkaran antar individual atau antar kelompok dan menjadi anak bangsa yang berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional.

3.  Pancasila

Ideologi kita warisan dan hasil usaha para pendekar sungguh luar biasa, pancasila bukan cuma sekedar teoritis dan normatif saja namun juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita tahu bahwa Pancasila ialah alat pemersatu keberagaman yang ada di Indonesia yang mempunyai beragam budaya, agama, etnis, dan lain-lain. Nilai-nilai pancasila inilah yang dapat mematahkan setiap ancaman, tantangan, dan hambatan.

4.  Rela berkorban untuk Bangsa dan Negara

Dalam wujud bela negara tentu saja kita mesti rela berkorban untuk bangsa dan negara. Contoh nyatanya seperti sekarang ini yakni perhelatan seagames. Para atlet bersusah payah untuk bisa mengharumkan nama negaranya meskipun mereka harus merelakan untuk mengorbankan waktunya untuk bekerja sebagaimana kita ketahui bahwa para atlet bukan hanya menjadi seorang atlet saja, mereka juga memiliki pekerjaan lain. Begitupun supporter yang rela berlama-usang menghabiskan waktunya antri cuma untuk menerima tiket demi mendukung pribadi para atlet yang berlaga demi mengharumkan nama bangsa.

Baca juga:  Video Cara Merekap Nilai Urut Mangkir Soal Online Di Google Classroom

5.  Memiliki Kemampuan Bela Negara

Kemampuan bela negara itu sendiri mampu diwujudkan dengan tetap mempertahankan kedisiplinan, ulet, bersusah payah dalam menjalani profesi masing-masing.

Kesadaran bela negara mampu diwujudkan dengan cara ikut dalam mengamankan lingkungan sekitar seperti menjadi bagian dari Siskamling, membantu korban peristiwa sebagaimana kita ketahui bahwa Indonesia sering sekali mengalami bencana alam, mempertahankan kebersihan sekurang-kurangnyakebersihan daerah tinggal kita sendiri, mencegah ancaman narkoba yang ialah lawan besar bagi generasi penerus bangsa, mencegah pertengkaran antar individual atau antar kelompok alasannya di Indonesia sering sekali terjadi perkelahian yang justru dilakukan oleh para perjaka, cinta produksi dalam negeri agar Indonesia tidak terus menerus mengimpor barang dari luar negeri, melestarikan budaya Indonesia dan tampil selaku anak bangsa yang berprestasi baik pada tingkat nasional maupun internasional.

Apabila kita  mengajarkan dan melaksanakan apa yang menjadi faktor-aspek pendukung kesadaran berbangsa dan bernegara semenjak dini, yakni dengan mengembalikan sosialisasi pendidikan kewarganegaraan di sekolah-sekolah, juga sosialisasi di penduduk ,pasti akan terwujud.. Pada pendidikan kewarganegaraan   ditanamkan prinsip etik multikulturalisme, ialah kesadaran perbedaan satu dengan lainnya menuju perilaku toleran adalah menghargai dan mengormati perbedaan yang ada. Perbedaan yang ada pada etnis dan religi telah harusnya menjadi bahan perekat kebangsaan bila antar warganegara memiliki perilaku toleran.

Nasionalisme adalah sikap mengasihi bangsa dan negara sendiri. Nasionalisme terbagi atas ;

a.   Nasionalisme dalam arti sempit, yakni perilaku menyayangi bangsa sendiri secara berlebihan sehingga menggap bangsa lain rendah kedudukannya, nasionalisme ini disebut juga nasionalisme yang chauvinisme, pola Jerman pada periode Hitler.

b.  Nasionalisme dalam arti luas, ialah sikap mengasihi bangsa dan negara sendiri dan menggap semua bangsa sama derajatnya.

Hans Kohn dalam bukunya Nationalism its meaning and history mendivinisikan nasionalisme selaku berikut :
    Suatu paham yang beropini bahwa kesetiaan individu tertinggi mesti diserahkan pada negara.
    Perasaan yang mendalam akan ikatan terhadap tanah air sebagai tumpah darah.

Baca juga:  Patokan Kompetensi Lulusan Menurut Permendikbud No 20 Tahun 2016

Ada tiga hal yang mesti kita lakukan untuk membina nasionalisme Indonesia :
a.   Mengembangkan persamaan diantara suku-suku bangsa penghuni nusantara
b.   Mengembangka perilaku toleransi
c.   Memiliki rasa senasib dan sepenanggungan diantara sesama bangsa Indonesia

Empat hal yang harus kita hidari ndalam memupuk sermangat nasionalisme yaitu :
a.   Sukuisme, menilai msuku bangsa sendiri paling baik.
b.   Chauvinisme, mengganggap bangsa sendiriu paling unggul.
c.   Ektrimisme, perilaku menjaga pendirian dengan banyak sekali cara bila perlu dengan kekerasan dan senjata.
d.   Provinsialisme, sikap selalu berkutat dengan provinsi atau tempat sendiri.

Sikap patriotisme bangsa indonesia telah dimulai semenjak jaman penjajahan, dengan banyaknya pendekar jagoan yang gugur dalam rangka mengusir penjajah seperti Sultan Hasanudin dari Makasar, Pangeran Diponogoro dari Jawa tengah, Cut Nyak Dien Tengku Umar dari Aceh dll. Sikap patriotis memuncak setelah proklamasi kemerdekaan pada masa usaha fisik antara tahun 1945 hingga 1949 adalah kala menjaga negara dari impian Belanda untuk kembali menjajah Indonesia.

Sikap patriotisma adalah sikap sudi berkorban segala-galanya termasuk nyawa sekalipun untuk mempertahankan dan kejayaan negara. Ciri-ciri patriotisme yaitu:

a.   Cinta tanah air.
b.   Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
c.   Menempatkan persatuan dan kesatuan bangsa di atas kepentingan langsung dan golongan.
d.   Berjiwa pembaharu.
e.   Tidak kenal menyerah dan putus asa.

Implementasi sikap patriotisme dalam kehidupan sehari hari :

a. Dalam kehidupan keluarga ; Menyaksikan film usaha, Membaca buku bernuansa perjuangan, dan Mengibarkan bendera merah putih pada hari-hari tertentu.
b.   Dalam kehidupan sekolah ; Melaksanakan upacara bendera, mengkaitkan bahan pelajaran dengan nilaiu-nilai usaha, berguru dengan benar-benar untuk pertumbuhan.
c. Dalam kehidupan masyarakat ; Mengembangkan sikap kesetiakawanan sosial di lingkungannya, Memelihara kerukunan diantara sesama warga.
d.   Dalam kehidupan berbangsa ; Meningkatkan persatuan dan kesatuan, Melaksanakan Pancasila dan UUD 1945, Mendukung kebijakan pemerintah, Mengembangkan kegiatann usaha produktif, Mencintai dan memakai produk dalam negeri, Mematuhi peraturan hukum, Tidak main hakim sendiri, Menghormati, dan menjungjung tinggi supremasi hukum, Menjaga kelestarian lingkungan.

banner 336x280
banner 120x600
  • Share