Apakah Semua Materi Komposisi Kuliner Atau Minuman Harus Ada Di Kemasan?

Daftar Isi

Komposisi, yakni bahan apa saja yang dipakai untuk menciptakan suatu produk makanan atau minuman, umumnya dicantumkan dalam kemasan baik berupa kemasan box, pouch, dan lainnya atau bisa juga berupa label atau stiker yang kemudian stiker itu ditempelkan pada bungkus.

Pencantuman komposisi ini wajib sesuai isyarat dari dinas kesehatan. Tetapi jikalau ada materi rahasia atau resep belakang layar apakah di komposisi tersebut tetap mesti dicantumkan?
Komposisi bahan kuliner minuman pada bungkus

Alasan bumbu atau materi makanan atau minuman tidak ditulis di komposisi.
Jika Anda yakni produsen masakan, pendapatini muncul karena makanan atau minuman yang dibuat yakni resep keluarga, resep turun-temurun atau mampu juga resep hasil kreasi. Jika salah satu materi yang dianggap belakang layar dicantumkan di komposisi maka dikhawatirkan akan ada pihak lain misalkan pesaing atau kompetitor akan mencontek dan dapat menciptakan produk yang sama dengan produk yang Anda buat.

Pertimbangan materi atau komposisi disebutkan semua dalam bungkus

Sebaiknya semua materi untuk membuat masakan atau minuman dicantumkan di bab komposisi pada bungkus. Mengapa demikian?

1. Sulit ditiru

Walau semua materi komposisi dicantumkan pada kemasan pasti tidak dijelaskan bagaimana langkah demi langkah cara membuat masakan atau minumannya.
Pada bab komposisi cuma tertera disebutkan satu-persatu dan bukan ialah petunjuk cara menciptakan. Jika cuma disebut satu demi satu bahannya belum pasti produk Anda mampu ditiru. 

2. Walau ditiru kecil kemungkinan akan 100% sama

Misalpun ada yang memalsukan dengan menjajal mengkreasikan materi komposisi yang disebutkan semua pada kemasan Anda pasti alhasil kecil kemungkinan akan 100% sama persis rasa atau kualitasnya karena beda tangan lazimnya beda rasa.

3. Berjaga-jaga dari permintaan customer atau pembeli

Misalkan Anda mempunyai suatu produk masakan yang bahan rahasianya yakni jagung. Ini misalkan saja ya. Lalu ada orang atau pembeli produk Anda memiliki alergi jagung membeli produk Anda.
Anda yang merasa bahwa jagung yakni bahan yang perlu dirahasiakan atau disembunyikan, maka Anda tidak mencantumkan jagung pada komposisi di bungkus produk Anda. Komposisi selain jagung seluruhnya Anda cantumkan.

Si pembeli, saat membeli produk Anda sebelum menetapkan membeli produk Anda pasti pembeli tersebut akan melihat dengan detail komposisi apa saja yang ada pada produk Anda. Setelah dia membaca di bagian komposisi pada kemasan Anda dan beliau tidak memperoleh adanya kata “jagung” pada produk Anda kemudian dia menetapkan berbelanja produk Anda.

Bayangkan apa yang bisa terjadi sehabis pelanggan menyantap produk Anda. Si pelanggan akan mengalami alergi. Setelah mengalami alergi bukan tidak mungkin si konsumen akan meneliti produk tersebut dengan membawanya ke lab dan melaporkan Anda ke pihak berwenang karena ternyata produk Anda di dalamnya mengandung jagung yang dapat menyebabkannya pelanggan tersebut mengalami alergi (dapat dianggap oleh pelanggan bahwa Anda membohongi konsumen atau merugikan konsumen).

Kesimpulan

Anda sebagai pemilik resep atau pemilik perjuangan tentu hak Anda akan mencantumkan materi diam-diam di komposisi bungkus atau tidak. Dengan berbagai pertimbangan, tentu penulisan materi komposisi di label stiker atau kemasan ini semua kembali kepada opsi Anda.