Apa Yang Di Maksud Dengan Pemborosan Dalam Penerapan Lean Manufacturing

Diposting pada

Pengertian Lean Manufacturing – Lean production (dalam bahasa Indonesia: produksi ramping), atau secara umum disebut dengan Lean yaitu filosofi yaang dikembangkan oleh Toyota dalam Toyota Production System (TPS) untuk mengurangi MUDA yaitu 7 waste atau dikenal dengan 7 pemborosan, dengan prinsip meningkatkan produktivitas manufacturing juga nilai pelanggan secara keseluruhan.

Prinsip prinsip dasar penerapan lean manufacturing menyerupai diungkapkan pada definisi jago lean manufacturing diatas, ialah menawarkan kekuatan kepada perusahaan untuk meningkatkan competitive advantage bisnis dan memperbesar pangsa pasar.

Lean manufacturing yaitu salah satu metode yang diterapkan manufacturing dengan tujuan sanggup mengubah aktivitas tidak bernilai (Non-Value Added) menjadi bernilai (Value Added) tentunya melalui continous improvement (Kaizen).

 atau secara umum disebut dengan Lean yaitu filosofi yaang dikembangkan oleh Toyota dalam Apa Yang di Maksud Dengan Pemborosan Dalam Penerapan Lean Manufacturing

Tujuan lean manufacturing yaitu mengurangi cost produksi. Sebelum melaksanakan penerapan lean manufacturing, dibutuhkan prinsip utama penguat supaya sistem lean manufacturing yang diterapkan sanggup berjalan sesuai rencana bahkan tujuan nya.

Tentunya untuk mencapai itu semua, diharapkan acara yang berfokus penghilangan 7 waste (pemborosan),  kemudian dilakukan dilakukan secara berkesinambungan. Lalu apa itu 7 pemborosan / waste dalam pengertian penerapan lean manufacturing?.

Pemborosan (Waste).

Pengertian Muda (pemborosan) Lean Manufacturing atau 7 waste yaitu merupakan setiap sesuatu membutuhkan/menyerap maupun memakai sumber daya berlebih, berdampak kepada pengeluaran biaya ataupun waktu komplemen tetapi tidak menambahkan nilai (Non-Value Added) pada kegiatan tersebut. Mereka adalah:

  1. Transportation.
  2. Inventory.
  3. Movement / motion.
  4. Waiting.
  5. Over processing.
  6. Overproduction.
  7. Defect.

Pemborosan diatas, yang kemudian menjadi fokus utama setiap anggota organisasi dalam melaksanakan perbaikan berkelanjutan dengan menghilangkan 7 pemborosan dalam penerapan lean manufacturing diperusahaan.

Seiring perkambangannya 7 waste (pemborosan) kemudian dikenal dengan 8 waste (pemborosan) dengan penambahan ke 8 waste yaitu: Non-Utilized talent yaitu menempatkan seseorang yang tidak terlibat pribadi pada proses produksi.


5S. 

Non value addde atau acara yang tidak bernilai tambah yaitu acara pekerjaan yang tidak menambah nilai produk atau jasa akhir, atau mendukung acara yang menambah nilai. sehingga acara tidak bernilai tambah ini harus dihilangkan dan mengubahnya menjadi aktivitas bernilai tambah (Value Added).

Cara menghilangkan 7 wastes pemborosan di perusahaan yaitu dimulai dari penerapan 5S. Apa itu 5S?., Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke (5S) yaitu suatu metode penataan dan pemeliharaan wilayah kerja secara intensif yang berasal dari Jepang dipakai oleh administrasi dalam perjuangan memelihara ketertiban, efisiensi, serta disiplin di lokasi kerja sekaligus meningkatan kinerja perusahaan secara menyeluruh.

Adapun dalam wikipedia, isi dari 5S antara lain :

  1. 整理 (seiri), Ringkas, merupakan kegiatan menyingkirkan barang-barang yang tidak diharapkan sehingga segala barang yang ada di lokasi kerja hanya barang yang benar-benar dibutuhkan dalam acara kerja.
  2. 整頓 (seiton), Rapi, segala sesuatu harus diletakkan sesuai posisi yang ditetapkan sehingga siap dipakai pada ketika diperlukan.
  3. 清楚 (seiso), Resik, merupakan kegiatan membersihkan peralatan dan tempat kerja sehingga segala peralatan kerja tetap terjaga dalam kondisi yang baik.
  4. 清潔 (seiketsu), Rawat, merupakan kegiatan menjaga kebersihan pribadi sekaligus mematuhi ketiga tahap sebelumnya.
  5. 躾け (shitsuke), Rajin, yaitu pemeliharaan kedisiplinan pribadi masing-masing pekerja dalam menjalankan seluruh tahap 5S.

Penerapan 5S harus dilaksanakan secara sedikit demi sedikit sesuai urutannya. Jika tahap pertama (seiri) tidak dilakukan dengan baik, maka tahap berikutnya pun tidak akan sanggup dijalankan secara maksimal, dan seterusnya.


Kaizen dan 5S Sebagai Perbaikan Proses di Perusahaan.

Pengertian Kaizen untuk perbaikan proses, istilah Kaizen berasal dari bahasa Jepang yang artinya yaitu menjelma lebih baik melalui perbaikan berkesinambungan (continuous improvement). Dalam penerapan lean produksi, prinsip kaizen tersebut berkelanjutan dan peningkatan terus menerus.

Kaizen yaitu continous improvement, dimana metode dan kata Kaizen telah menjadi bab dari Toyota Production System (TPS), Kaizen berarti perbaikan kecil secara terus menerus pada bab setiap orang. Kaizen merupakan sistem yang melibatkan semua karyawan, mulai dari administrasi senior hingga level bawah.

Dalam penerapan lean manufacturing, kaizen dan 5S bisa diterapkan ke lingkungan perkantoran dan manufaktur. Aktivitas kaizen dalam meningkatkan produktivitas melalui perbaikan proses dengan menerapkan metodologi 5S sebagai konsep dasar penerapan lean, tentunya akan membantu perusahaan bisa bersaing dalam perkembangan bisnis yang lebih kompetitif.

Artikel terkait