banner 728x250

Apa Saja Tipe-Tipe Desain Penelitian Yang Ada

  • Share
banner 468x60

Saat melakukan sebuah observasi ada satu hal yang cukup penting, ialah menciptakan rancangan penelitian. Desain observasi yakni pemikiran atau tutorial ketika melaksanakan proses observasi meliputi memilih instrumen pengumpulan data, penentuan sampel beserta analisa data. Melalui desain penelitian yang sesuai, diharapkan dapat menolong kau sebagai peneliti saat melakukan penelitian dengan baik dengan berpedoman pada alur penelitian yang terperinci.

Saat melakukan sebuah penelitian ada satu hal yang cukup penting Apa Saja Tipe-Tipe Desain Penelitian yang Ada

banner 336x280

Tipe-tipe Desain Penelitian

Terdapat beberapa terminologi tentang sistem peneliian dengan metodologi penelitian. Metode yaitu bab dari metodologi baik itu berupa sistem, teknik, mekanisme maupun aneka macam macam alat atau tools yang dipakai pada penelitian dengan tahapan atau langkah-langkah ketika melaksanakan observasi disebut dengan metodologi. Metode penelitian ini mampu juga disebut dengan rancangan observasi yang digunakan saat melakukan penelitian ada berbagai macam.

Saat melakukan sebuah penelitian ada satu hal yang cukup penting Apa Saja Tipe-Tipe Desain Penelitian yang Ada

Metode observasi atau rancangan peneitian ialah bagian dari metodologi. Metodologi mampu kau aplikasikan ke dalam banyak sekali macam riset desain. Terdapat beberapa tipe desain observasi yang bisa kau pilih sesuai dengan penelitian yang kamu ingin kerjakan, diantaranya tata cara experimenta, ethnographic, historica research, correlaional, comperative, causal, survey, case study dan ada pula action research. Dalam bidang teknologi berita desain penelitian atau metode observasi yang paling banyak diaplikasikan ialah rancangan observasi eksperimental dan studi kasus.

1. Penelitian Eksperimental

Penelitian Eksperimental yakni observasi yang memungkinkan untuk menjadi penyebab sikap yang diputuskan. Dalam mengilustrasikan observasi eksperimental bisa dikerjakan pada dua kalangan, yang dimana golongan satu disebut dengan kendali tanpa diberi perlakuan apapun sedangkan pada kalangan kedua diberikan perlakuan yang di perkiraan kan kedua kalangan ini sama.

Dalam desain eksperimental ini juga terdapat keterkaitan alasannya akhir. Keterkaitan sebab akhir ini terjadi kalau dampaknya ialah imbas dari relasi. Dampaknya menyebabkan efek dan juga kau mampu mencari penjelasan dari keterkaitan alasannya adalah balasan. Misalnya dikala melihat keterkaitan karena balasan antara tata cara pembelajaran yang menerapkan e-learning dengan sistem pembelajaran yang tidak menerapkan e-learning.

Baca juga:  Sambut Hari Kanker Sedunia, Yuk Cegah Semenjak Dini Dan Berikan Dukunganmu Untuk Mereka!

2. Penelitian Correlational (Korelasional)

Penelitian korelasional adalah observasi yang dilakukan untuk menyaksikan keterkaitan diantara dua variabel. Sebuah hubungan tidak menjamin adanya keterkaitan karena akhir atau kausaiti, akan namun kausaliti menjamin adanya hubungan.

Misalnya tingkat perkembangan startup di Jakarta dengan tingginya pengguna smartphone di Sukabumi. Semakin tinggi pengguna smartphone makin tinggi tingkat perkembangan startup. Lihat korelasinya bermakna ataukah tidak. Korelasi bisa diinterpretasikan walaupun letak georafisnya jauh. Kamu mesti dituntut untuk kritis waktu menyaksikan kekerabatan berarti atau tidak, bila tidak maka relasi tersebut akan gagal atau gugur.

3. Penelitian Causal – Comperative

Penelitian causal – comparative disebut juga dengan observasi karena balasan yaitu salah satu inspirasi berpikir ilmiah dalam menyusun suatu riset metodologi. Penelitian causal bisa digolongkan ke dalam observasi experimental tetapi mampu juga digolongkan dalam bentuk lain misalnya comparative. Indipendent variabel pada observasi comparative tidak mampu dimanipulasi dan juga tidak bisa diberikan perlakuan atau treatment.

Penelitian comparative atau komparatif yakni penelitian yang lebih berkonsentrasi pada dampak maupun efek yang terjadi dengan cara mencari apa yang menjadi penyebab dari efek tersebut dan meninjau perbedaan yang terjadi diantara dua grup maupun lebih dan berikan klarifikasi kepada perbedaan diantara grup tadi. Misalnya kenapa startup luar negeri lebih inovatif dan kreatif dibandingkan dengan startup lokal dalam negeri.

4. Penelitian Survey

Penelitian survey tergolong ke dalam penelitian yang bersifat kuantitatif dalam meneliti perilaku objek penelitian. Penelitian survei yaitu penelitian yang menggunakan mengambil sampel dari suatu populasi data dan memakai kuesioner sebagai alat bantu pengumpulan data. Penelitian survei memerlukan populasi data dalam jumlah yang cukup besar atau banyak agar peneliti mampu mendapatkan hasil yang merefleksikan kondisi positif yang ada di lapangan.

Baca juga:  Struktur Data Dan Tipe Data Pada Algoritma

Misalnya kau ingin mengetahui bagaimana pangsa pasar jasa pembuatan websie. Untuk menjawab urusan tersebut perlu adanya alur berpikir dala menyusun pertanyaan supaya bisa menjaawab problem tadi. Dengan menggunakan alur pertanyaan tertentu, kau akan mampu mengetahui apa yang menjadi opini responden tanpa mereka sadari.

5. Penelitian Action (Tindakan)

Penelitian langkah-langkah (action research) yakni observasi yang berfokus pada langkah-langkah sosial langsung. Penelitian ini dilakuakn dengan menggeluti langsung ke daerah observasi karena tempat penelitian tidak dapat dijalankan survei. Dengan mempelaari dan mengetahui serta mencatat teladan-pola yang ada.

Penelitian langkah-langkah ialah diterapkan untuk mendapatkan cara melaksanakan masalah pada ketika yang bersamaa. Penelitian langkah-langkah ini ialah metode yang didasari oleh tindakan masyarakat yang seringkali diselenggarakan pada tempat atau latar observasi yang luas, seperti di pabrik, sekolah ataupun kantor pemerintahan.

6. Penelitian Historical

Penelitian historical atau historikal sama dengan penelitian pustaka. Penelitian historikal dilakuakn dengan meninjau literatur dan buku-buku serta mengikuti contoh dari literatur atau buku yang ditinjau. Misalna kau ingin mengetahui bagaimana sikap perusahaan terhadap pertumbuhan internet. Dalam menjawab permasalahan tadi secara penelitian historikal, maka kamu perlu merangkum dan mencari contoh-teladan sejarahnya utamanya di permulaan mula penerapan internet. Dari sini kamu mesti meninjau perubahan periode yang diwakili utamanya bagaimana terjadinya pergeseran internet dari masa ke kurun.

7. Penelitian Studi Kasus (Case Studies Research)

Penelitian studi masalah yaitu observasi yang memusatkan segala perhatian pada kasus tertentu dengan memakai banyak sekali objek baik itu individu atau kelompok sebagai bahan studi kasusnya. Penelitian studi masalah umumnya dipakai untuk difokuskan dalam menggali dan menghimpun data yang lebih dalam kepada objek penelitian yang diteliti sehingga dapat menjawaab urusan yang sedang terjadi. Desain penelitian sifatnya deskriptif dan juga eksploratif.

Baca juga:  Soal Online Evaluasi Harian 1 Btik Dan Informatika Kelas 7 Semester 1

Penelitian studi masalah terdapat pemeriksaan empiris perihal fenomena yang ingin diselesaikan oleh peneliti. Misalkan apa fenomena yang ada pada bidang AI. Bagaimana dan kenapa orang yang menggunakan AI ada yang gagal ada yang berhasil. Fenomena ini bisa digali dengan melakukan penelitian studi kasus. Studi masalah diperoleh bisa dari organisasi, komunitas, perusahaan, sekolah ataupun ruang lingkup yang lebih besar lagi.

8. Penelitian Ethnographic

Penelitian etnographi adlah observasi yang berkonsentrasi pada diri dan budaya dari sekolompok orang atau masyarakat. Biasanya rancangan observasi ini diaplikasian untuk meneliti mengenai budaya secara umum. Penelitian ethnograhic mirip dengan observasi tindakan, observasi ini memprioritaskan pada organisasi yang mendefinisikan golongan orang. Misalnya kajian mengenai pembagian irigasi di Sukabumi. Masyarakatnya berkumpul untuk pembagian air ke sawah.

Referensi
Hasibuan. Zaenal A. Metodologi Penelitian pada Bidang Ilmu Komputer dan TIK
banner 336x280
banner 120x600
  • Share