Apa Saja Konsep Dan Tools Pada Lean Manufacturing

Diposting pada

Konsep dan Tools Lean Manufacturing – Penerapan lean pada perusahaan merupakan cara yang dilakukan untuk mencapai peningkatan produktivitas, kualitas dan menghilangkan 7 pemborosan yang terdapat pada acara manufaktur melalui Kaizen.

Tujuan dari penerapan lean manufacturing yakni untuk menyediakan produk atau layanan bebas cacat ketika dibutuhkan dan dalam jumlah yang dibutuhkan oleh pelanggan.  Pada penerapan lean, ada banyak tools dan konsep yang dipakai oleh lean manufacturing supaya sanggup mendukung prinsip dari lean itu sendiri. Berikut yakni konsep serta tools yang paling penting diketahui ketika menerapkan lean manufacturing.

1. Layout Manufaktur

Layout Manufaktur merupakan sebuah pendekatan di mana semua peralatan dan workstation disusun menurut sekelompok proses yang berbeda yang berada di erat pembuatan kelompok produk serupa. Tujuan utama layout Manufaktur adalah mengurangi waktu siklus dan persediaan untuk memenuhi waktu respon dari permintaan.

Berikut yakni pola layout manufaktur dari line dengan memakai U-shape, yang bertujuan untuk mengurangi waktu siklus dan persediaan waktu dalam memenuhi permintaan.

2. Talk Time

Talktime merupakan “detak jantung” pelanggan. Waktu takt yakni tingkat rata-rata di mana perusahaan HARUS menghasilkan suatu produk atau melaksanakan transaksi menurut persyaratan dan undangan dari pelanggan melalui waktu kerja yang tersedia.

Untuk definisi serta cara perhitungan Talk Time, silahkan baca pada artikel: Arti TalkTime, CycleTime dan Waktu dalam Istilah Lean

3. Pekerjaan Terstandarisasi

 Penerapan lean pada perusahaan merupakan cara yang dilakukan untuk mencapai peningkatan p Apa saja Konsep dan Tools pada Lean Manufacturing

Standardized work merupakan proses dengan cara mendeskripsikan dan mendokumentasikan metode, bahan, alat, dan waktu pemrosesan yang dibutuhkan untuk memenuhi waktu takt untuk pekerjaan tertentu.

Melalui standardized work maka dibutuhkan membantu dalam menstandardisasi pelaksanaan di seluruh value stream. Dengan begitu akan memudahkan perusahaan dalam mengidentifikasi serta mencegah terjadinya variasi dalam pelaksanaan kiprah dengan proses yang sama.

Standardized work maupun SOP, dibutuhkan dan sangat perlu dibentuk untuk setiap proses pada acara pekerjaan. Untuk lebih detail, cara membuat sebuah standarisasi kerja, silahkan baca pada artikel: Bagaimana Cara Membuat dan Menyusun SOP

4. Penyelesain Permasalahan Melalui PDCA

 Penerapan lean pada perusahaan merupakan cara yang dilakukan untuk mencapai peningkatan p Apa saja Konsep dan Tools pada Lean Manufacturing

Untuk menuntaskan dibutuhkan sebuah metode ilmiah yang dibutuhkan akan menemukan solusi perbaikan sempurna pada inti dari permasalahan tersebut. Siklus PDCA yakni representasi grafis dan logis wacana bagaimana menuntaskan satu permasalahan dengan solusi inti dan tidak lanjut serta pengontrolan untuk memastikan bahwa solusi tersebut sanggup menunjukkan hasil yang diharapkan.

PDCA Cycle juga membantu untuk berpikir bahwa setiap acara dan pekerjaan yakni penggalan dari sebuah proses, bahwa setiap tahap mempunyai pelanggan dan bahwa siklus perbaikan akan mengirimkan produk atau layanan terbaik kepada pelanggan akhir.

Untuk mengetahui detail wacana penerapan PDCA Cycle dalam menuntaskan satu permasalahan, silahkan baca pada artikel: Pelaksanaan Lingkaran PDCA.

5. Total Productive Maintenance (TPM)

Dalam meningkatkan produtivitas, kalau harus dilihat dari efektivitas serta meningkatkan Overall Equipment Effectiveness (OEE), yang meliputi ketersediaan, kinerja, dan kualitas. TPM merupakan cara untuk membantu dalam membangun taktik untuk membuat kepemilikan karyawan secara berdikari untuk pemeliharaan peralatan.

 Penerapan lean pada perusahaan merupakan cara yang dilakukan untuk mencapai peningkatan p Apa saja Konsep dan Tools pada Lean Manufacturing

Tujuan dari jadwal TPM yakni meningkatkan produksi secara aktual sekaligus meningkatkan moral karyawan dan kepuasan kerja. Dengan adanya rasa kepemilikan terhadap peralatan yang dipakai oleh karyawan, memungkinkan terjadinya peningkatan serta penemuan yang diciptakan untuk mencegah terjadinya downtime machine yang juga sanggup berdampak kepada mutu/kualitas dari produk yang dihasilkan.

Untuk mengetahui detail wacana penerapan TPM di perusahaan, silahkan baca pada artikel: Program Total Productive Maintenance (TPM).

6. Quick Change Over

SMED (Single Minute Exchange of Dies) merupakan salah satu metode perbaikan yang dipakai ketika penerapan Lean Manufacturing, dengan tujuan mempercepat waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan setup mesin ketika terjadi pergantian model produk satu ke jenis produk lainnya yang akan di produksi.

 Penerapan lean pada perusahaan merupakan cara yang dilakukan untuk mencapai peningkatan p Apa saja Konsep dan Tools pada Lean Manufacturing

Waktu changeover yang lebih pendek dipakai untuk mengurangi ukuran batch dan menghasilkan just-in-time (JIT). Konsep SMED ini sangat membantu mengurangi waktu penyiapan untuk meningkatkan fleksibilitas dan responsif terhadap perubahan/pergantian model produk.

Untuk mengetahui detail wacana penerapan Quick Change Over di perusahaan, silahkan baca pada artikel: Pengertian Quick Change Over.

7. Poka Yoke

 Penerapan lean pada perusahaan merupakan cara yang dilakukan untuk mencapai peningkatan p Apa saja Konsep dan Tools pada Lean Manufacturing

Mistake proofing adalah sebuah metodologi pencegahan terhadap satu kesalahaan yang diakibatkan oleh kelalaian sumberdaya.

Untuk mengetahui detail wacana Definisi, fungsi dan penerapan Poka Yoke di perusahaan, silahkan baca pada artikel: Pengertian Poka Yoke Serta Prakteknya.

8. Five Why’s 

 Penerapan lean pada perusahaan merupakan cara yang dilakukan untuk mencapai peningkatan p Apa saja Konsep dan Tools pada Lean Manufacturing

Metode ilmiah dalam penyelesaian suatu persoalan (Problem solving) dengan memakai 5 whys merupakan cara yang dilakukan dalam penerapan lean manufacturing untuk memutuskan solusi perbaikan sempurna sasaran, alasannya yakni kalau solusi yang ditetapkan tidak sempurna sasaran maka permasalahan yang sama akan timbul kembali.

5 Whys Analysis atau di sebut dengan why why analysis. 5 Whys yakni metode yang dipakai untuk mengeksplorasi akar dari penyebab persoalan dan keterkaitan dengan permasalahan yang timbul.

Untuk mengetahui detail wacana Definisi, fungsi dan penerapan metode analisa 5 whys (why why) di perusahaan, silahkan baca pada artikel: Menentukan Akar Penyabab Masalah Melalui Analisa 5 Whys.

9. Value Stream

 Penerapan lean pada perusahaan merupakan cara yang dilakukan untuk mencapai peningkatan p Apa saja Konsep dan Tools pada Lean Manufacturing

Pemetaan terhadap sumberdaya maupun alur produksi, sangat penting dilakukan ketika penerapan lean manufacturing, alasannya yakni dengan memakai pemetaan alur maka akan memudahkan perusahaan untuk mengidentifikasi serta mengurangi 8 pemborosan dalam acara perusahaan.

Pemetaan terhadap alur baik itu informasi maupun produksi, dengan melaksanakan analisa serta pembuatan suatu perencanaan perbaikan melalui A3 report problem solving. Memungkinkan perusahaan penerap lean manufacturing sanggup mengurangi bahkan menghilangkan pemborosan yang terjadi dalam acara perusahaan, serta menekan biaya operasional baik itu dari sumberdaya insan maupun layout/mesin.

Untuk mengetahui detail wacana Arti dan Tahapan pembuatan A3 report problem solving dan Value Stream Mapping (VSM), silahkan baca pada artikel: Cara Membuat A3 Report & Definisi Value Stream Mapping Dan Pelaksanaannya.

Demikian goresan pena kami wacana Konsep dan Tools pada Lean Manufacturing. Semoga dengan goresan pena ini sanggup bermanfaat bagi anda yang sedang mencari rujukan wacana lean terutama bagi pengunjung setia blogcoretangw.blogspot.com.
Kami ucapkan terimakasih telah menyediakan waktu untuk berkunjung serta membaca goresan pena yang terdapat pada , kalau ada pembahasan yang terlewatkan dari goresan pena kami ataupun ada wangsit maupun masukkan yang terkait dengan goresan pena kali ini, silahkan anda tulis pada kolom komentar yang terdapat pada blog ini.