Apa Itu 5S? Elemen 5S Dalam Budaya Lean

Diposting pada

Pada pembahasan sebelumnya kami mengulas ihwal budaya Lean dari tingkat tinggi, dan bagaimana unsur-unsur 5S yaitu bab integral dari budaya lean. Pemikiran dan metodologi lean yaitu bab penting dalam membuat efisiensi, meningkatkan kolaborasi, dan pada kesudahannya meningkatkan kepuasan pelanggan, semua dalam upaya untuk meningkatkan profit perusahaan.

Keberhasilan administrasi produksi sangat ditentukan oleh adanya kedisiplinan dalam menerapkan 5S atau 5R. Pada setiap perusahaan, penerapan 5S ini harus diikuti oleh semua level mulai dari level operator sampai management paling puncak. Penerapan 5S atau 5R yaitu upaya untuk meningkatkan keuntungan perusahaan.

Prinsip Lean Thinking yaitu budaya pola fikir atau filosofi di perusahaan. Ada banyak alat untuk membantu dalam hal ini, namun bila tidak diadopsi dari top level ke bawah, lean tidak efektif. Salah satu alat dan metodologi ini yaitu elemen 5S.

Jika Anda bertanya sekarang, Apa itu 5S? Jangan khawatir, dalam goresan pena kali ini mari kita kenali elemen dari 5S supaya bisnis perusahaan menjadi lebih lean.

Pada pembahasan sebelumnya kami mengulas ihwal budaya Lean dari tingkat tinggi Apa itu 5S? Elemen 5S dalam Budaya Lean

Jika Anda masih bertanya apa yang 5s atau apa yang membentuk elemen 5s, jangan khawatir, pada klarifikasi kali ini akan di urai secara rinci.

Apa itu 5S Ringkas / Sort

Ringkas atau Sort yaitu identifikasi organisasi fisik paling sukses di tempat kerja. Telah didefinisikan secara bermacam-macam sebagai Sort, sistematis atau meringkas. Ini yaitu serangkaian langkah dimana kita mengidentifikasi bab yang sedang berada di tempat kerja bila seharusnya tidak, atau ditempatkan di tempat yang salah. Sederhananya, mengidentifikasi area yang luas yang ditujukan untuk alat pengukur, beberapa di antaranya diharapkan secara teratur dan beberapa jarang digunakan.


Apabila hal ini dibiarkan akan membawa segala macam masalah, termasuk:

  • Pekerja tidak sanggup menemukan barang yang mereka butuhkan. Waktu yang dihabiskan untuk mencari yaitu pemborosan olehkarena itu bila hanya menyimpan barang yang diharapkan secara teratur dalam posisi yang terlihat serta gampang dijangkau, maka akan menghemat waktu.
  • Masalah kualitas (Quality issue) ketika alat pengukur tidak dikalibrasi sempurna waktu alasannya yaitu terlalu banyak yang tertunda.
  • Isu keselamatan ketika orang jatuh alasannya yaitu banyak hal tersebut.
  • Kondisi yang mengacaukan tempat kerja sehingga sulit untuk bergerak atau saling melihat dan berkomunikasi.

Penerapan 5S dalam perusahaan untuk menghilangkan pemborosan di perusahaan harus dilakukan dalam penerapan yang diikuti oleh setiap karyawan perusahaan.

Contoh seiri (sort) untuk menghilangkan kelebihan material dan WIP (work-in-process). Yang harus dilakukan yaitu melihat persediaan dan pengurangan WIP sebagai bab dari penerapan pendekatan lean atau sebagai elemen 5S. Bahan dan persediaan berlebih, tolong-menolong yaitu pemborosan (Waste). Artinya yaitu bahwa menjaga persediaan dan minimum WIP hanyalah praktek yang baik dengan memakai nalar sehat.

Elemen utama pemisahan Sort atau Seiri hanyalah tampilan kritis dan objektif. Makara harus melibatkan tim lintas fungsi, atau melihat area masing-masing, yaitu langkah pertama. Sehingga penerapan 5S di perusahaan mempunyai manfaat.

Elemen lain dari pendekatan standar yaitu ‘red tagging’ dimana item diberi label yang menyampaikan apa itemnya, lokasinya, dan ketika diidentifikasi di lokasi ini. Melalui seiri ibarat pola red tag akan gampang mengidentifikasi kawasan untuk sementara dan siapa saja yang memakai catatan item tersebut.

Apa itu 5S Rapi / Set

Rapi atau Set yaitu serangkaian langkah yang diidentifikasi oleh organisasi optimal di pilar pertama, Ringkas atau Sort, dalam definisi semua pada tempatnya. Maksudnya yaitu ketertiban, diatur secara berurutan, rapi dan standarisasi. Proses pemilahan intinya merupakan kelanjutan dari hal yang dijelaskan dalam fase Set. Menyingkirkan barang yang akan dibuang atau disimpan di lokasi alternatif akan membuat ruang. Ruang ini akan terlihat dan memudahkan tata letak alternatif kawasan tersebut.


Dalam beberapa kasus penerapan 5S dalam sebuah perusahaan, tentu saja, kita berbicara ihwal apa yang harusnya ada di bersahabat atau di tempat penyimpanan. Dalam kasus lain, memungkinkan utnuk mempertimbangkan di mana harus menemukan peralatan, misalnya, kita sanggup merelokasi peralatan untuk memungkinkan beberapa item selesai dalam satu area kerja daripada membutuhkan pergerakan yang signifikan ke area produksi.

Arti 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) dalam perusahaan contohnya sesuatu yang juga dilakukan ketika mengadopsi manufaktur. Seperti 5S dalam merapikan serta menata salah satu ruangan, mungkin gundah harus mulai dari mana dan apa yang pertama kali harus kita kerjakan.

Dalam arti bahwa untuk menerima manfaat 5S tersebut sanggup dimulai dari merestrukturisasi daftar kerja sehingga operasi tertentu sanggup dilakukan pada siklus mempunyai manfaat.

Standardisasi meliputi semua elemen untuk memutuskan cara yang konsisten dalam melaksanakan sesuatu. Ini termasuk metodologi pembuatan standar, peralatan standar dan perkakas, rasionalisasi komponen, standardisasi gambar, konsistensi dalam dokumentasi yang menyertai pekerjaan, desain untuk pembuatan (atau rekayasa bersamaan) dan standarisasi dalam proses klerikal yang mengantarkan pekerjaan ke tempat kerja dan melacak kemajuannya.

Contoh 5S di tempat kerja tersebut merupakan salah satu pola pada sebuah perusahaan manufaktur. Akan tetapi bukan berarti di area kerja lain tidak sanggup dilakukan. Dimanapun tempat kerja tentu saja sanggup mengimplementasikan acara tersebut.

Semua ini sanggup dikatakan sebagai bab dari pendekatan dasrr total quality /Kualitas. Cara standar dalam melaksanakan sesuatu harus meliputi investigasi kesalahan di semua area di tempat kerja.

Apa itu 5S Resik / Shine

Shine, menyapu, resik atau kebersihan ditangani pada fase ini. Prinsipnya yaitu bahwa semua lebih senang dan terpenting yaitu senyum, karenanya lebih produktif di lingkungan yang higienis (resik) dan cerah. Ada unsur yang lebih simpel dalam hal bila semuanya Resik maka sudah siap untuk digunakan.

Kesehatan dan keselamatan ibarat pola mungkin tergelincir dalam genangan minyak, debu meniup mata pekerja dan peralatan mesin rusak oleh pendingin yang tercemar oleh minyak. Hal tersebut sanggup terhindari dengan konsisi tempat kerja yang resik / higienis (Shine), dari penerapan 5S tersebut tentu senyum senang yaitu bukan hal yang tidak mungkin dimiliki oleh setiap pekerja dalam mendukung perusahaan dalam meningkatkan profit atau laba.

Perlu diketahui dalam penerapan lean manufacturing bahwa Seiso pencucian atau shine yaitu bab besar dari perawatan preventif (Preventive Maintenance) dalam TPM. Pembersihan/ seiso komponen penting dari sebuah peralatan sudah menjadi salah satu unsur kegiatan yang dilakukan di bawah bendera Preventive Maintenance.

Implementasi Resik atau shine berkisar pada dua elemen serta prinsip dasar dalam lean manufacturing. Pertama, untuk mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab untuk wilayah mana. Kedua, jadwalnya. Sekali lagi, ini sangat mengingatkan pada apa yang dilakukan ketika mengadopsi Preventive Maintenance di Total Productive Maintenance (TPM). Tujuannya untuk meminimalkan downtime yang diharapkan supaya akomodasi tetap Resik.

Apa itu 5S Rawat / Standardize

Rawat atau standardisasi (dalam bahasa Inggris standardize) sanggup dianggap sebagai sarana untuk mempertahankan tiga konsep pertama 5S tapi tidak perlu hebat dalam menghafalnya. Terpenting menegerti implementasi, dalam pengertian 5S tahap standarize ini yaitu harus memastikan bahwa fokus pada pengendalian 5S dan pertahankan terus menerus.

Check list sanggup diimplementasikan dimana investigasi eksternal sanggup menandai area tersebut pada sejumlah kriteria utama yang ditetapkan pada awal program. Seperti contoh; apakah area penyimpanannya masih jelas,  apakah tempat alat masih mempunyai garis besar yang terang atau profil untuk setiap alat yang akan disimpan di dalamnya, apakah kawasan tersebut memenuhi standar kebersihan umum, dll.

Apa itu 5S Rajin / Sustain

Tahap final dari bertahan yaitu disiplin, rajin atau sustain. Rajin (sustain) berarti agenda review yang formal dan ketat untuk memastikan bahwa manfaat dari pendekatan ini terjaga serta sustain.

Pastikan bahwa semua pekerja ingin terus menerapkan praktek 5S yang baik di tempat kerja dan house keeping. Dalam pengertian ini, disiplin mungkin merupakan istilah yang tidak menguntungkan alasannya yaitu menyiratkan bahwa karywan dipaksa melaksanakan sesuatu, dengan eksekusi bila tidak. Jika ini harus dilakukan untuk mempertahankan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke), kita harus melakukannya sehabis implementasi.

Dalam pengertian 5S dan K3 yaitu sangat bekerjasama erat dengan disiplin ini. K3 tanpa adanya penerapan 5S akan mengakibatkan K3 tidak akan berjalan dengan semestinya begitu juga sebaliknya. Karena keselamatan kerja sangatlah penting.

Kesimpulan ihwal Pengertian 5S serta Elemen 5S untuk membuat budaya Lean Manufacturing



Semua kembali lagi kepada organisasi perusahaan bagaimana cara mempertahankan 5S supaya diimplementasikan. Akan sangat mendukung bila mempunyai seseorang di Top Management yang pada kesudahannya bertanggung jawab atas agenda 5S dengan semua level administrasi perusahaan membantu, bersamaan dengan Standard Operating Procedures (SOP).

Pada akhirnya, setiap pekerja di tempat kerja ataupun kantor mempertahankannya dengan disiplin yang semestinya. Seperti yang dikatakan sebelumnya, gunakan pola fikir positif  untuk membuat budaya lean manufacturing dan 5S.

Artikel terkait