banner 728x250

Aliran Pengembangan Muatan Setempat Di Sekolah

  • Share
banner 468x60

Dalam kurikulum 2013 ada mata pelajaran wajib yang masuk kalangan A, ada juga mata pelajaran pilihan dan pada golongan mata pelajaran opsi ini bisa diisi dengan muatan lokal. Sebagai teladan untuk daerah Kabupaten Semarang, muatan lokal yang sudah disepakati ditingkat kabupaten ialah Tata Busana, dikarenakan di daerah Kabupaten Semarang sungguh banyak pabrik-pabrik konveksi.

Sebenarnya pemahaman muatan lokal itu apa si?

Muatan lokal merupakan bahan kajian yang dimaksudkan untuk membentuk pengertian penerima asuh terhadap potensi di daerah tempat tinggalnya. Muatan setempat untuk setiap satuan pendidikan berisi muatan dan proses pembelajaran perihal kesempatandan keunikan lokal, muatan lokal dikembangkan dan dijalankan pada setiap satuan pendidikan.

banner 336x280

Beberapa hal yang perlu diamati dalam menyebarkan Muatan Lokal: 

  1. Pemerintah tempat provinsi melakukan kerjasama dan supervisi pengelolaan muatan lokal pada pendidikan menengah; 
  2. Pemerintah tempat kabupaten/kota melaksanakan kerjasama dan supervisi pengelolaan muatan lokal pada pendidikan dasar; 
  3. Pengelolaan muatan setempat mencakup penyiapan, penyusunan, dan penilaian terhadap dokumen muatan lokal, buku teks pelajaran, dan buku tutorial guru; 
  4. Dalam hal seluruh kabupaten/kota pada 1 (satu) provinsi sepakat memutuskan 1 (satu) muatan setempat yang sama, kerjasama dan supervisi pengelolaan kurikulum pada pendidikan dasar dilakukan oleh pemerintah kawasan provinsi.

Muatan lokal sebagai bahan kajian yang membentuk pemahaman kepada potensi di tempat daerah tinggalnya bermanfaat untuk memberikan bekal perilaku, wawasan, dan keterampilan terhadap peserta asuh agar:

  1. mengenal dan menjadi lebih erat dengan lingkungan alam, sosial, dan budayanya;
  2. memiliki bekal kemampuan dan kemampuan serta wawasan perihal wilayahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat kebanyakan; dan
  3. memiliki sikap dan sikap yang selaras dengan nilai-nilai/aturan-aturan yang berlaku di wilayahnya, serta melestarikan dan menyebarkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional.
Baca juga:  Selain Tatap Paras , Ini 2 Alternatif Pembelajaran Kemendikbud Tahun 2021

Prinsip Pengembangan

Pengembangan muatan setempat untuk Sekolah Dasar/MI, Sekolah Menengah Pertama/MTs, SMA/MA, dan Sekolah Menengah kejuruan/MAK perlu mengamati beberapa prinsip pengembangan sebagai berikut.
1. Utuh
Pengembangan pendidikan muatan setempat dikerjakan menurut pendidikan berbasis kompetensi, kinerja, dan kecakapan hidup.

2. Kontekstual
Pengembangan pendidikan muatan lokal dikerjakan berdasarkan budaya, potensi, dan masalah kawasan.

3. Terpadu
Pendidikan muatan setempat dipadukan dengan lingkungan satuan pendidikan, termasuk terpadu dengan dunia usaha dan industri.

4. Apresiatif
Hasil-hasil pendidikan muatan lokal dirayakan (dalam bentuk pertunjukkan, lomba-lomba, tunjangan penghargaan) di level satuan pendidikan dan kawasan.

5. Fleksibel
Jenis muatan setempat yang dipilih oleh satuan pendidikan dan pengaturan waktunya bersifat fleksibel sesuai dengan kondisi dan karakteristik satuan pendidikan.

6. Pendidikan Sepanjang Hayat
Pendidikan muatan setempat tidak cuma berorientasi pada hasil berguru, namun juga mengupayakan akseptor ajar untuk mencar ilmu secara terus- menerus.

7. Manfaat
Pendidikan muatan lokal berorientasi pada upaya melestarikan dan membuatkan budaya setempat dalam menghadapi tantangan global.

Strategi Pengembangan Muatan Lokal

Terdapat dua seni manajemen dalam pengembangan muatan lokal, yakni:
1. Dari bawah ke atas (bottom up)
Penyelenggaraan pendidikan muatan lokal mampu dibangun secara bertahap tumbuh di dan dari satuan-satuan pendidikan. Hal ini berarti bahwa satuan pendidikan diberi kewenangan untuk memilih jenis muatan lokal sesuai dengan hasil analisis konteks. Penentuan jenis muatan setempat lalu dibarengi dengan penyusunan kurikulum yang tepat dengan identifikasi kebutuhan dan/atau ketersediaan sumber daya penunjang. Jenis muatan setempat yang sudah diselenggarakan satuan pendidikan lalu dianalisis untuk mencari dan memilih bahan kajian lazim/ besarannya.

2. Dari atas ke bawah (top down)
Pada tahap ini pemerintah daerah) telah mempunyai bahan kajian muatan setempat yang diidentifikasi dari jenis muatan lokal yang diselenggarakan satuan pendidikan di wilayahnya. Tim pengembang muatan lokal dapat menganalisis core and content dari jenis muatan lokal secara keseluruhan. Setelah core and content lazim didapatkan, maka tim pengembang kurikulum tempat mampu merumuskan anjuran terhadap pemerintah tempat untuk membuat kebijakan wacana jenis muatan setempat yang akan diselenggarakan di daerahnya.

banner 336x280
banner 120x600
  • Share