banner 728x250

Alhamdulillah, Kurban Zona Madina Dompet Dhuafa Bawa Berkah

  • Share
banner 468x60
Enggak terasa 10 Dzulhijjah 1440 Hijriah telah tiba. Umat muslim seluruh dunia menyambutnya dengan sukacita sebab bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.
Dari dulu biasanya sih aku melihat proses penyembelihan hewan kurban di rumah saja. Namun tahun ini menjadi sedikit berlawanan. Alhamdulillah, pada momen yang spesial kali ini saya berkesempatan untuk melihat proses penyembelihan hewan kurban yang dikerjakan oleh Dompet Dhuafa di Zona Madina, Parung, Bogor pada Minggu, 11 Agustus 2019.  
“Jangan Takut Berkurban”, tema yang diusung oleh Dompet Dhuafa dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1440 H (dokpri)

Sebenarnya ini bukan kali pertama saya menyaksikan proses penyembelihan hewan kurban bersama Dompet Dhuafa, melainkan sudah kedua kalinya. Pada 2017 aku juga berkesempatan untuk menyaksikan proses penyembelihan hewan kurban sekaligus merayakan Hari Raya Idul Adha secara eksklusif di Takengon, Aceh Tengah, Aceh dalam program Socio Trip Kurbanesia.

banner 336x280
Nah, makanya pas tahun ini Dompet Dhuafa mengajak untuk menyaksikan proses penyembelihan binatang kurban lagi di Zona Madina, Parung, saya bersedia. Soalnya saya sendiri suka dengan program-program yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa karena betul-betul membawa kemaslahatan dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

Dompet Dhuafa Ajak Masyarakat untuk Jangan Takut Berkurban

Sebelum penyembelihan dilakukan, Dompet Dhuafa mengadakan acara formal apalagi dulu pada pukul 9.30 WIB. Acara dibuka oleh tampilan bawah umur dari sekolah binaan Dompet Dhuafa yakni SMART Ekselensia Indonesia dalam dalam memainkan musik dari alat-alat tak terpakai. Setelah itu, program berlanjut pada sambutan yang disampaikan oleh Ustad Herman Budianto.
Anak-anak SMART Ekselensia Indonesia menunjukkan kebolehannya dalam bermain musik dengan alat-alat tak terpakai dikala pembukaan Kurban Zona Madina (11/8/19) (dokpri)
Baca juga:  Main Angklung Di Pekan Raya Musik Bambu Nusantara 2013
Dalam sambutannya Bapak mengingatkan wacana betapa berartinya binatang kurban yang kita salurkan melalui Dompet Dhuafa kepada masyarakat utamanya yang terdampak tragedi. 
“Banyak saudara-kerabat kita yang terkena tragedi. Baru saja kita menyimak banyak peristiwa di Indonesia. Ada di Palu, Lombok, Banten, Halmahera dan lain-lain maka tentu ini sungguh diharapkan oleh kerabat-kerabat kita disana, uluran tangan berupa dukungan-pinjaman termasuk darah dan daging-daging kurban untuk kerabat-saudara kita di sana.”terperinci Ustad Heman Budianto.
Ustad Herman Budianto mewakili Dompet Dhuafa ketika memberikan sambutan (dokpri)
Ternyata enggak hanya di Indonesia aja loh gaes binatang kurbannya disalurkan, Ustad Herman juga menyebutkan bahwa tahun ini Dompet Dhuafa menyalurkan binatang kurban ke 6 negara. Wow! Keenam negara itu adalah Palestina, Suriah, Vietnam, Kamboja, Myanmar dan Filipina. Negara-negara tersebut dipilih sebab rentan dengan peperangan dan terdapat minoritas muslim di sana.
Apa yang disampaikan oleh Pak Ustad sesuai dengan tema yang diusung oleh Dompet Dhuafa tahun ini, yaitu “Jangan Takut Berkurban”. Melalui tema tersebut, Dompet Dhuafa ingin mengajak masyarakat untuk jangan takut berkurban alasannya itu sangat memiliki arti pada kerabat-saudara Muslim di luar sana. Selain itu, jangan takut berkurban juga alasannya itu adalah fasilitas bagi kita untuk mengembangkan ketakwaan terhadap Allah.
Alhamdulillah, berkat penduduk yang tidak takut berbagi dalam berkurban, Dompet Dhuafa sukses menyalurkan 223.000 binatang kurban ke 25 provinsi (tahun kemudian 23 provinsi) di Indonesia utamanya daerah peristiwa serta 6 negara. Angka distribusi hewan kurban ini naik 27 persen daripada tahun lalu yang hanya berjumlah 18.558 ekor binatang kurban.
Hewan kurban yang mau disembelih di Zona Madina, Parung (dokpri)
Di Zona Madina sendiri tercatat ada 65 ekor kambing kelas premium (29-35 kg) dan bahkan super premium yang berhasil disalurkan. Hewan kurban tersebut disalurkan terhadap 900 Kepala Keluarga di 4-5 kelurahan di tempat Jampang, Parung. Alhamdulillah.
Yang saya suka dari Dompet Dhuafa yakni ternyata Dompet Dhuafa enggak cuma sekadar memperhatikan mutu hewan kurbannya saja, melainkan juga memperhatikan tata cara melakukan penyembelihan dari hal yang mungkin kita anggap sepele yang tidak hanya sekadar membaca basmalah.
Misalnya, pisau yang digunakan untuk menyembelih adalah pisau yang betul-betul tajam. Jadi, petugas kurban dapat menyembelihnya dengan mudah tanpa menciptakan binatang kurban tersiksa.
Baca juga:  Download Buku Saku Yasin Dan Tahlil Pdf Siap Cetak
Petugas Dompet Dhuafa ketika melakukan penyembelihan hewan kurban di Zona Madina (11/8/19) (dokpri)

Kemudian binatang kurban yang lebih dahulu disembelih akan dipisahkan tempatnya dengan hewan kurban yang belakangan disembelih. Ini dijalankan supaya hewan kurban lainnya tidak merasa stres dan sedih ketika melihat kawannya disembelih apalagi dahulu.

Proses pengulitan hewan kurban Dompet Dhuafa di Zona Madina (dokpri)
Proses pendataan pembagian daging kurban (dokpri)

Belakangan sedang gencar masalah sampah plastik yang menghancurkan lingkungan utamanya maritim. Nah, di peringatan Idul Adha, Dompet Dhuafa juga mengamati hal ini lho. Makanya alih-alih memakai kantong kresek, sejak tahun lalu Dompet Dhuafa justru memakai besek yang yang dibuat dari anyaman bambu. Ini dijalankan alasannya adalah besek lebih ramah lingkungan dan bisa dipakai kembali. Wah, inspiratif banget!

Besek daging kurban Dompet Dhuafa (dokpri)

Selain bisa menyaksikan secara eksklusif proses penyembelihan binatang kurban, alhamdulillah saya bareng teman-teman yang lain juga berkesempatan untuk ikut dalam proses pendistribusian binatang kurban terhadap masyarakat kawasan sekitar.

Dalam aktivitas itu turut serta Bapak Yuli Pujihardi selaku Direktur Mobilisasi Zakat Dompet Dhuafa. Senang rasanya menyaksikan raut paras masyarakat sekitar yang berseri setelah menerima hewan kurban. Salah satunya adalah Mak Jannah yang telah berusia 82 tahun.

Direktur Mobilisasi Zakat Dompet Dhuafa Yuli Pujihardi menyerahkan daging kurban terhadap Mak Jannah, salah satu warga di desa Jampang, Parung, Bogor (dokpri)

Acara pemotongan binatang kurban yang dikerjakan oleh Dompet Dhuafa di Zona Madina telah final. 
Kesan-kesan terhadap DD mah enggak perlu ditanyakan lagi lah ya. Rekam jejaknya sudah terbukti. Yang terperinci, Dompet Dhuafa itu memberi inspirasi dan hebat.

Baca juga:  Kala Disrupsi Teknologi Tiba, Saatnya Perusahaan Telekomunikasi Untuk Menyesuaikan Diri

Insyaallah apa yang telah dikerjakan Dompet Dhuafa lewat Tebar Hewan Kurban membawa berkah bagi kita semua utamanya penduduk Jampang. Saya juga berharap semoga Dompet Dhuafa dapat kian memperlihatkan manfaat yang lebih luas lagi kepada penduduk . Amin.

Foto bareng bareng Direktur Mobilisasi Zakat Dompet Dhuafa, Bapak Yuli Pujihardi (dokpri)
banner 336x280
banner 120x600
  • Share