banner 728x250

Ai, Bahaya Ataukah Anugerah?

  • Share
banner 468x60

Perkembangan teknologi memang tiada henti-hentinya, banyak teknologi baru yang bermunculan dengan cita-cita membantu peradaban manusia lebih baik lagi dan beban manusia menjadi lebih ringan sebab ada beberapa teknologi yang mampu mengendorkan beban pekerjaan insan. Salah satu teknologi yang senantiasa menarik perhatian orang-orang adalah AI (Artificial Intelligence) atau dalam bahasa Indonesia yaitu kecerdasan produksi. Jika kamu belum tahu mengenai AI, mari kita simak bersama-sama.

Mengenal AI

Perkembangan teknologi memang tiada henti AI, Ancaman ataukah Anugerah?

AI atau kecerdasan buatan yaitu simulasi proses kecerdasan insan yang dimodelkan sedemikian rupa untuk mampu dipraktekkan pada mesin sehingga mesin dapat melaksanakan tindakan atau berpikir rasional seperti cuma manusia. Dengan kata lain AI merupakan tata cara komputer yang bisa berpikir mirip halnya manusia (thinking humanly), bertindak seperti halnya manusia (acting humanly), berpikir secara rasional (thinking rationally) dan bertindak secara rasional (acting rationally).

banner 336x280

Pada dasarnya AI bukan termasuk teknologi baru, melainkan desain dari AI ini telah jauh-jauh hari ada. Namun seiring pertumbuhan teknologi, konsep AI kian membaik dan kiprahnya juga kian meluas. AI meerupakan ilmu pengetahuan yang sungguh luas, oleh alasannya adalah itu dikala berguru AI umumnya dikelompokan kembali dengan sub bidang yang lebih kecil mirip Machine Learning, Robotics, data mining dan lain sebagainya.

Perkembangan AI senantiasa menarik perhatian orang-orang bukan tanpa argumentasi, melainkan banyaknya buku dan film-film fiksi ilmiah yang membicarakan menganai AI banyak bertebaran, seperti Iron Man contohnya dengan AI Jarvis yang cukup populer di filmya. Jika diibaratkan mirip sekarang Jarvis layaknya tangan kanan virtual milik Google atau Siri dari Apple dan Alexa dar Amazon. walaupun tangan kanan virtual ssekarang belum memiliki kesanggupan mirip halnya Jarvis, namun pertumbuhan AI ajudan virtual ini disetiap pembaruan senantiasa mengembangkan kemampuannya. Bukan mustahil asisten virtual yang kini ada bisa mirip halnya Jarvis atau mendekati Jarvis kedepannya.

Baca juga:  Apa Itu Cloud Computing? Beserta Faedah, Cara Kerja Dan Teladan

Apakah AI Akan Menjadi Ancaman?

Perkembangan teknologi memang tiada henti AI, Ancaman ataukah Anugerah?

Banyak orang yang menyampaikan bahwa AI akan menggantikan tugas insan. Ya, pernyataan tersebut memang benar adanya. Banyak profesi atau pekerjaan yang sebelumnya dilaksanakan oleh insan kini tergantikan oleh AI. Akan tetapi perlu kau garis bawahi juga AI akan menjinjing pekerjaan baru atau profesi gres yang sebelumnya tidak ada, profesi data scientist misalnya. Ada pernyataan yang mengatakan walaupun AI akan menetralisir banyak sekali profesi dan pekerjaan bagi insan sebab akan dilakukan oleh AI, tetapi AI akan lebih banyak membawa profesi dan pekerjaan gres lagi.

Dari sini kita tahu bahwa untuk mampu bersaing dengan AI adalah kita harus memiliki kemampuan atau kemampuan yang lebih dari AI, dengan kata lain kita harus tetap up to date kepada kemajuan teknologi agar kedepannya kita bisa mengikuti perkembangan teknologi bukan tergusur dengan adanya teknologi.

Salah satu kelebihan AI ialah mampu mencar ilmu terus menerus dan memperbaiki diri sendiri atau mengkoreksi diri sendiri, inilah yang banyak dilupakan oleh manusia. Kadang periode manusia lupa akan keharusannya mengoreksi diri sendiri melihat kesalahan yang dilaksanakan dan meperbaiki kesalahan tersebut. Belum lagi insan terkadang sungguh malas atau malah merasa cepat puas kepada kesanggupan yang dimilikinya sehingga tidak mau mencar ilmu lagi alasannya dirasa kemampuannya sudah terlampau cukup.

AI memang mesin yang dirancang untuk berguru sebab AI ialah irisan dari Machine Learning atau pembelajaran mesin. Jadi AI akan terus berguru secara terus menerus ketika ia digunakan, saat ia diberi data, dan ketika dia melaksanakan kesalahan AI akan melaksanakan self correction atau mengoresi diri dari kesalahan yang beliau perbuat.

Baca juga:  3 Emulator Android Yang Mampu Kau Coba Di Os Linux

Konsep Kerja AI

Perkembangan teknologi memang tiada henti AI, Ancaman ataukah Anugerah?

Sebagai pola, perlu kita tahu sebelumnya Google memiliki AI yang diberi nama AlphaGo. AlphaGO ini merupakan AI yang dirancang untuk bermain permainan Go. Saat permulaan dikembangkan Alpha GO diberi data berbentuk100ribu data pertarungan Go untuk beliau pelajari. Setelah AlphaGo mencar ilmu dari 100ribu data pertandingan GO tersebut, AlphaGo akan berguru kembali dengan bermain Go bareng dengan dirinya sendiri selama jutaan kali. Disetiap kali AlphaGo kalah bermain dengan dirinya sendiri dia akan mengkoreksi kesalahannya dan memperbaikinya.

Hal yang mempesona dari proses berguru AI milik AlphaGO tadi adalah ia mampu bermain dengan dirinya sendiri, bahkan beliau bisa mensimulasikan beberapa pertandingan Go untuk beliau mainkan dengan dirinya sendiri dalam satu waktu. Tentunya dalam hal ini manusia tidak bisa melakukannya, sehingga pengalaman bermain Go untuk AlphaGo bisa lebih banyak dibandingkan dengan insan. Hal ini terbukti saat AlphaGo diuji coba dengan bermain Go melawan juara dunia Go pada tahun 2016, AlphaGo mampu memenangkan pertandingan tersebut.

“Jika aku tidak mampu menang, setidaknya aku dilarang kalah” (AI)

Poin penting dari AI adalah AI sesungguhnya kolot di awal tetapi AI akan kian berakal setelah AI banyak berguru dan berlatih dan makin sering AI digunakan maka AI akan semakin bertambah pengalamannya. Dibalik bahaya yang dimiliki AI yang mampu belajar banyak hal dan mencar ilmu secara terus menerus sepanjang ia dipakai. Kita mustahil selaku manusia untuk melakukan hal yang mampu dilaksanakan AI seperti berguru dalam jumlah yang besar dalam satu waktu atau bisa mensimulasikan diri sendiri. Namun nyatanya kita dan AI mampu berhubungan.

Dari kerjasama antara kita dan AI mampu saja kita mampu menemukan sesuatu hal yang kalau manusia saja perlu membutuhkan waktu ratusan tahun, tetapi berkat AI hal tersebut mampu ditemukan dalam hitungan hari saja. Terlepas dari ancaman atau anugerah dari AI, intinya AI yaitu layaknya pisau kita bisa dipakai untuk langkah-langkah kejahatan atau tindakan yang konkret. sama seperti halnya AI, AI bukanlah ancaman sebab intinya AI diciptakan untuk membantu insan, namun manusia juga perlu tahu bahwa AI bisa saja mengambil alih tugas kau jadi yang perlu kamu kerjakan ialah terus mencar ilmu jangan cuma diam.Kita selaku insan jangan terlalu cemas perihal bahaya dari AI, melainkan kita seharusnya khawatir akan ketidakmampuan AI yang dimiliki kini.

Apa kesimpulan kamu tentang AI? Akankah menjadi ancaman ataukah anugerah yang menenteng peradaban manusia lebih baik lagi? Tuis jawabanmu dikolom komentar, ya!.

banner 336x280
banner 120x600
  • Share