6 Argumentasi Mengapa Jangan Foto Makanan Atau Minuman Di Lantai

Saat ini dalam dunia usaha masakan penggunaan foto selaku sarana penawaran spesial sangatlah penting untuk menarik perhatian dari calon pelanggan atau konsumen. Namun dalam realitanya kadang kita temukan ada pemilik, pengusaha kuliner, atau pihak yang berafiliasi dengan bagian penjualan yang dalam proses memotret produk masakan atau minumannya ditaruh di lantai.

Bolehkah memotret produk masakan atau minuman yang diletakkan di lantai? Apakah ada larangan perihal hal tersebut?

Alasan mengapa dihentikan foto kuliner atau minuaman di lantai

Jangan Foto Makanan Dan Minuman Di Lantai

Apakah hal ini penting? Kira-kira apa dampaknya kalau tetap berpromosi dengan foto masakan dan minuman yang ditaruh di lantai?

Beberapa faktor dibawah ini akan menjelaskan apa karena untuk tidak memfoto produk masakan di lantai.

1. Banyak Kotoran Dan Kuman

Umumnya dan semestinya, daerah meletakkan makanan dan minuman yakni di meja makan atau kawasan makan lainnya misalkan kulkas atau lemari pendingin, kawasan display makanan, hingga dengan lemari makanan.

Walaupun terlihat bersih, lantai bukanlah tempat kuliner dan bila kita telaah lebih lanjut lantai adalah kawasan terendah yang letaknya sejajar dengan bantalan kaki dan telapak kaki melangkah di mana hal tersebut mempunyai arti banyak sekali kotoran, debu, bakteri atau bakteri yang ada di lantai.

Dengan meletakkannya di lantai maka kuliner atau minuman akan beresiko tercemar basil, kotoran atau kuman.

2. Terkesan Jorok

Foto makanan dan minuman di lantai dapat menjadikan gambaran negatif kepada merek atau merk alasannya adalah foto di lantai mampu memberi kesan jorok walaupun lantainya tampaksungguh bersih dan walau bungkus kuliner atau minumannya dibungkus dengan rapat.

3. Mempengaruhi Keputusan Pembelian Konsumen

Dengan memposting foto masakan di lantai pastinya mampu mempengaruhi usulan konsumen akan produk yang diiklankan dari yang mulanya ingin membeli akhirnya mampu jadi batal membeli produk yang diiklankan.

4. Kalah Bersaing Dengan Kompetitor

Banyak kompetitor atau produsen masakan dan minuman lain yang juga mempromosikan produknya.

Dengan memposting atau mengupdate status foto kuliner dan minuman yang diletakkan di lantai maka akan membuat kandidat konsumen atau pelanggan batal berbelanja produk yang diiklankan dan akan berpaling lebih memilih untuk berbelanja produk masakan dari produsen atau merek lain.

5. Menghindari Komplain Customer

Jika produk makanan dan minuman yang dijual terkontaminasi akibat diletakkan di lantai dan jadinya dibeli dan disantap oleh pelanggan maka mampu menyebabkan pembeli tersebut akan mengalami sakit perut, diare atau gejala sakit lainnya.

Jika hal tersebut terjadi maka tentunya si pembeli mampu saja akan mengajukan komplain atau menuntut si penjual alasannya adalah masakan atau minuman yang dijualnya tidak dijaga kebersihannya.

6. Menjaga Nama Baik Produk

Nama atau image produk apakah itu baik atau jelek akan senantiasa diingat oleh konsumen.

Misal
“Ah saya tidak mau beli produk merek A alasannya adalah foto makanannya aja di lantai”
Atau
“Saya percaya pada produk merek si B alasannya adalah higienis, foto makanannya tidak ada yang diletakkan di lantai”

Hal kecil dalam penanganan atau dalam pengolahan masakan yang dilakukan oleh pembuat produk kuliner tentu saja akan mendapat perhatian yang besar dari pelanggan.

Kesimpulan

Sebaiknya jangan mengambil gambar atau foto dengan posisi kuliner atau minuman di lantai apakah itu berupa masakan siap saji atau pun jenis makanan lain seperti kuliner kemasan atau frozen alasannya adalah konsumen banyak menimbang-nimbang berbagai hal untuk berbelanja suatu produk, dari sisi harga, penampilan atau desain, testimoni, hingga dengan tampilan foto produk, kebersihan produk, dan pananganan produk.

Produsen yang memperhatikan kebersihan atau penanganan produknya akan dianggap oleh pembeli bahwa produsen makanan tersebut peduli kepada keselamatan konsumen dalam mengkonsumsi produk yang dijual.

Sebagai solusinya pengambilan foto makanan mampu dikerjakan dengan menggunakan alas lain mirip diletakkan di meja yang mampu diberi taplak dan aksesoris lain yang menarik

Atau pengambilan foto produk makanan atau minuman juga dapat memakai kertas karton putih dari ganjal sampai latar belakangnya supaya hasil foto backgroundnya berwarna putih mirip hasil foto profesional.